Lokal
Share this on:

Jumat Pukul 14.00 WIB, Lokalisasi Pantura Ditutup Permanen

  • Jumat Pukul 14.00 WIB, Lokalisasi Pantura Ditutup Permanen
  • Jumat Pukul 14.00 WIB, Lokalisasi Pantura Ditutup Permanen

SLAWI - Penutupan tempat prostitusi di wilayah Pantura Kabupaten Tegal tinggal menghitung hari. Dipastikan, penutupan akan dilakukan oleh Pemkab Tegal yang bekerjasama dengan Kementerian Sosial (Kemensos), Jumat (19/5). Menjelang detik-detik penutupan, berbagai hambatan dialami Pemkab Tegal.

Salah satunya, adanya ancaman atau tekanan dari mucikari kepada pekerja seks komersial (PSK). Dalam ancaman itu, dikabarkan bahwa PSK akan dipulangkan secara paksa ke daerah asalnya, setelah menandatangani buku rekening.

"Padahal itu tidak benar. Kami tidak akan memulangkan PSK secara paksa. Kami justru akan memulangkannya dengan cara baik-baik. Bahkan, kami sudah menyediakan kendaraan untuk para PSK yang berasal dari luar daerah," kata Wakil Bupati Tegal Umi Azizah saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Penutupan Lokasi Prostitusi di Kabupaten Tegal di ruang rapat bupati, kermarin.

Menurut Umi, kabar itu hanya akan menyesatkan para PSK. Umi berharap agar mucikari tidak menyebarkan isu yang tidak baik. Umi juga mengimbau kepada seluruh aparat penegak hukum dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal supaya melakukan pantauan ketat terhadap oknum-oknum yang berusaha menggagalkan rencana penutupan tempat tersebut.

"Jika ada yang bermain (menghalangi) dalam rencana ini, sebaiknya diganti saja. Itu untuk oknum (aparat). Tapi kalau ada kepala desa, ketua RT/RW yang ikut bermain (mencoba menghalangi penutupan ini), akan kami tindak tegas," ucapnya.

Kendala yang dihadapi Pemkab Tegal tidak hanya itu. Menurut Umi, masih ada beberapa PSK yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Parahnya lagi, ada PSK yang sudah memiliki KTP-el tapi Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak muncul setelah dicek secara online.

Hal ini sangat menyulitkan untuk proses pembuatan nomor rekening di BRI. Sebab, bantuan yang berasal dari Kemensos sebesar Rp5.050.000 itu akan ditransfer melalui rekening.

"Dari 259 PSK yang sudah membuka rekening, baru 110 orang yang sudah menandatangani buku rekening," ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal Nurhayati mengatakan, rencana penutupan tempat prostitusi ini sudah melalui berbagai tahapan. Diantaranya, pendataan dan verifikasi data PSK, rakor dengan Forkompinda, validasi data PSK, sosialisasi di tempat prostitusi yang akan ditutup, memberikan pelatihan kepada para PSK, dan yang terakhir nanti akan dilakukan launching penutupan sekaligus memberikan bantuan serta pemulangan.

"Penutupan akan dilakukan pada hari Jumat, 19 Mei sekitar pukul 14.00," jelasnya.

Dia mengungkapkan, tempat prostitusi yang akan ditutup berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Suradadi dan Kramat. Untuk Kecamatan Kramat, yaitu tempat prostitusi Turunan dan Gang Sempit di Desa Maribaya dan Desa Kramat serta Wandan di Desa Munjungagung. Kemudian tempat prostitusi Peleman di Desa Sidaharjo, Kecamatan Suradadi.

Hasil dari pendataan yang sudah dilakukan selama ini yakni, jumlah PSK di Peleman sebanyak 208 orang, mucikari 59 orang, wisma 60 unit, dan warga terdampak 64 orang. Kemudian jumlah PSK di Wandan sebanyak 113 orang, mucikari 30 orang, wisma 30 unit, dan warga terdampak 88 orang.

Sedangkan jumlah PSK di Gang Sempit sebanyak 49 orang, mucikari 52 orang, wisma 52 unit, dan warga terdampak 101 orang. Sementara jumlah PSK di tempat prostitusi Turunan sebanyak 54 orang, dan warga terdampak 45 orang.

"Untuk jumlah total PSK sebanyak 423 orang, mucikari 141 orang, wisma 142 unit, dan warga terdampak 298 orang," pungkasnya. (yer/ima/zul)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Bus vs Sepeda Motor, Dua Tewas
Bus vs Sepeda Motor, Dua Tewas

Berita Sejenis

Stir Tak Bisa Dibelokan, Truk Sarat Muatan Kain Terbalik di Jalur Pantura

Stir Tak Bisa Dibelokan, Truk Sarat Muatan Kain Terbalik di Jalur Pantura

Sebuah truk terbalik usai menabrak median jalan di jalur Pantura, tepatnya Jembatan Maribaya Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal Kamis (12/10) sore.


Normalisasi Sungai Cacaban Belum Tuntas, Banjir Masih Ancam Pantura

Normalisasi Sungai Cacaban Belum Tuntas, Banjir Masih Ancam Pantura

Banjir masih menjadi ancaman warga yang tinggal di sejumlah kecamatan yang berada di sepanjang daerah aliran Sungai Cacaban, pada musim hujan tahun ini.


Masih Mangkal di Pantura, Lima PSK Ditangkapi Polisi

Masih Mangkal di Pantura, Lima PSK Ditangkapi Polisi

Intensitas operasi masyarakat (pekat) untuk menciptakan situasi kondusif di wilayah Kabupaten Tegal terus digencarkan Satuan Shabara Polres Tegal.


Tabrak Pembatas Jalan, Pengendara Motor Tewas Seketika, Pemboncengnya Kritis

Tabrak Pembatas Jalan, Pengendara Motor Tewas Seketika, Pemboncengnya Kritis

Kecelakaan tunggal terjadi di KM 7 jalur Pantura, tepatnya di depan gerbang Desa Kramat Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, kemarin.


 Pendaki Gunung Slamet Belum Ketemu, Gupala Kirim Empat Anggota SAR Lagi

Pendaki Gunung Slamet Belum Ketemu, Gupala Kirim Empat Anggota SAR Lagi

Tim SAR dari Gupala Desa Guci Kecamatan Bumijawa kembali mengirimkan tim pencarian pendaki hilang, Senin (25/9) pukul 08.30 WIB.


Kebingungan, Pencuri Sepeda Motor Berseragam SMP dan Berjilbab yang Terekam CCTV Menyerahkan Diri

Kebingungan, Pencuri Sepeda Motor Berseragam SMP dan Berjilbab yang Terekam CCTV Menyerahkan Diri

Merasa bersalah, AP (13), seorang siswi sebuah SMP, menyerahkan dirinya ke Polsek Tegal Timur, Jumat (22/9).


Krisis Air Bersih di Pantura, Pemkab Tegal Diminta Jalin Kerjasama dengan Pemalang

Krisis Air Bersih di Pantura, Pemkab Tegal Diminta Jalin Kerjasama dengan Pemalang

Kalangan DPRD Kabupaten Tegal meminta Pemkab Tegal menjalin kerjasama dengan Pemkab Pemalang terkait krisis air bersih.


Penuhi Panggilan KPK, Kabag Humas Serahkan Dokumentasi Kegiatan

Penuhi Panggilan KPK, Kabag Humas Serahkan Dokumentasi Kegiatan

Salah seorang pejabat yang diperiksa sebagai saksi oleh KPK, Jumat (15/9), yakni Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Tegal, Hendiati Bintang Takarini.


Masih di Mekkah, Kepala Bakeuda Batal Diperiksa KPK

Masih di Mekkah, Kepala Bakeuda Batal Diperiksa KPK

Dari sejumlah pejabat yang dipanggil Jumat (15/9), hanya Kepala Badan Keuangan Daerah yang dipastikan tidak dapat memenuhinya.


Korupsi Bunda Sitha, Sejumlah Pejabat Pemkot Tegal Diperiksa Maraton

Korupsi Bunda Sitha, Sejumlah Pejabat Pemkot Tegal Diperiksa Maraton

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, Jumat (15/9).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!