Lokal
Share this on:

Kepala Desa Meningggal, Warga Tolak Jabatannya Di-PAW

  • Kepala Desa Meningggal, Warga Tolak Jabatannya Di-PAW
  • Kepala Desa Meningggal, Warga Tolak Jabatannya Di-PAW

SLAWI - Warga Desa Kesuben Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal menolak pemilihan kepala desa antar waktu (PAW) pascakepala desa setempat meninggal dunia awal Januari 2017 lalu. Penolakan itu diungkapkan warga dengan mendatangi ruang Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, kemarin.

"Pada prinsipnya, kami menolak PAW karena belum ada aturannya," kata Dakir, salah seorang perwakilan warga Desa Kesuben.

Penolakan PAW itu disertai dengan tanda tangan dari ratusan warga yang dikemas dalam amplop berwarna coklat. Dakir menegaskan, warga meminta agar pergantian kepala Desa Kesuben harus dilakukan dengan cara pilkades serentak.

Sebab, dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal Nomor 14 Tahun 2016 Pasal 22, tidak menyebutkan adanya PAW jika kepala desa meninggal dunia. "Jadi, kalau tetap PAW, berarti itu merampas hak suara rakyat. Suara rakyat tidak bisa diwakilkan oleh siapapun," ungkap mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal dua periode ini.

Dia mengungkapkan, saat ini kades Kesuben dijabat oleh penjabat sementara (pjs) yang ditunjuk Pemkab Tegal. Sedangkan sisa jabatan kades yang lama, masih 2 tahun 3 bulan.

Menurut Dakir, jika pergantian kades dilakukan dengan cara PAW, pemerintah daerah harus menunjukkan regulasi yang jelas. "Aturannya belum jelas, dalam Perda Nomor 14 Tahun 2016 tentang Desa juga tidak disebutkan," imbuhnya.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Kabupaten Tegal Afifudin yang hadir dalam rapat itu menyatakan jika kepala desa yang berhenti karena meninggal dunia atau tersangkut pidana dan masih ada sisa jabatan lebih dari 1 tahun, harus dilaksanakan PAW.

Mekanismenya, harus melalui musyawarah desa (musdes). Untuk calon PAW maksimal tiga orang minimal dua orang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan siapa saja peserta dalam musdes tersebut, termasuk bagaimana seleksi calon kades yang ikut dalam PAW tersebut.

"Harusnya memang PAW. Itu mengacu pada Perda Nomor 14 Tahun 2016 tentang Desa. Tapi memang perda itu belum dijabarkan lebih lanjut dalam perbup," terang Afifudin.

Hal senada juga disampaikan Kabag Hukum Setda Kabupaten Tegal yang diwakili Hasto. Menurutnya, kepala desa yang sudah meninggal dunia dan masih ada sisa waktu jabatannya lebih dari satu tahun, harus PAW.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Munif menegaskan bahwa sebenarnya dalam klausul Pasal 22 Perda Nomor 14 Tahun 2016 tentang Desa sudah mengaturnya. Hal itu tertera pada huruf (a). Yakni, kepala desa yang meninggal dunia dan sisa masa jabatannya lebih dari satu tahun maka harus PAW.

"Dihuruf (a) sudah jelas tertera. Kenapa harus ditanyakan lagi," tandas politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Menurutnya, jika warga Desa Kesuben tidak mematuhi aturan tersebut, dirinya tidak bertanggungjawab. Sebab, dalam perda yang sudah ditetapkan sejak awal Januari itu sudah tertulis dengan jelas.

"Kalau ada perda tiruan, berarti perda itu belum dirubah. Sebab, perda itu pernah ada perubahan sebanyak 12 ayat. Termasuk yang huruf (a) itu," pungkasnya. (yer/ima/zul)


Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Bayi 7 Bulan Meninggal, Kepala Puskesmas di Brebes Didesak Dicopot

Bayi 7 Bulan Meninggal, Kepala Puskesmas di Brebes Didesak Dicopot

Meninggalnya Icha Selfia, bayi berusia 7 bulan yang ditolak saat berobat di Puskesmas Brebes, menuai berbagai protes dari sejumlah pihak, kemarin.


Menanggis, Warga Ogah Pindah dari Atas Saluran

Menanggis, Warga Ogah Pindah dari Atas Saluran

Menanggapi rencana penertiban bangunan liar, sejumlah warga yang memiliki bangunan berharap ada kebijakan khusus.


Penyaluran Sudah Selesai, Brebes Masih Nunggak Pembayaran Raskin

Penyaluran Sudah Selesai, Brebes Masih Nunggak Pembayaran Raskin

Bulog Sub Divisi Regional (Divre) VI Pekalongan sudah menyelesaikan penyaluran beras untuk warga miskin 2017 di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.


Suspect Difteri Dirawat Terpisah di RSUD Kardinah

Suspect Difteri Dirawat Terpisah di RSUD Kardinah

Akibat terindikasi difteri, Aska Kiano Raqilla, warga Kelurahan Margadana Kota Tegal harus dirawat intensif di RSUD Kardinah.


Kepergok Nyuri Helm, ABG Ini Lari Tinggalkan Motor Matiknya

Kepergok Nyuri Helm, ABG Ini Lari Tinggalkan Motor Matiknya

Budi Santoso (31), warga Desa Kaligayam Kecamatan Talang Kabupaten Tegal bonyok dihajar warga, setelah kepergok mencuri sebuah helm.


Demi Kepuasan, Pemuda Ini Cabuli 7 Anak setelah Dirayu dan Dikasih Duit

Demi Kepuasan, Pemuda Ini Cabuli 7 Anak setelah Dirayu dan Dikasih Duit

Satreskrim Polres Tegal membekuk Sugiman, warga Desa Balapulang Wetan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, karena melakukan pencabulan.


Dorong Warga Hingga Tersiram Aspal Panas, Suami Kades Jadi Tersangka

Dorong Warga Hingga Tersiram Aspal Panas, Suami Kades Jadi Tersangka

Polisi menetapkan Imam Rojai (54), suami Kades Desa Dukuhtengah yang mendorong Nasori hingga tersiram aspal panas sebagai tersangka.


Bayi yang Ditemukan di Musala dengan Mulut Dilakban Membaik

Bayi yang Ditemukan di Musala dengan Mulut Dilakban Membaik

Bayi malang yang ditemukan warga di depan Musala Baitul Hikmah RT 5 RW 1 Desa Kajenengan Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal akan diadopsi.


Dua Minggu Lagi Panen, Hektarean Bawang di Brebes Terendam Banjir

Dua Minggu Lagi Panen, Hektarean Bawang di Brebes Terendam Banjir

Petani bawang merah di Kabupaten Brebes tepatnya di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan merugi dipastikan akan menanggung kerugian.


Jalan di Rel, Wanita Muda Tewas Tertabrak Kereta Api

Jalan di Rel, Wanita Muda Tewas Tertabrak Kereta Api

Seorang wanita ditemukan tak bernyawa di Perlintasan Rel KA Kaliuri Dukuh Karang Jongkeng Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!