Lokal
Share this on:

Mahasiswa Akper Tagih Janji DPRD, RDP Dijadwal Ulang

  • Mahasiswa Akper Tagih Janji DPRD, RDP Dijadwal Ulang
  • Mahasiswa Akper Tagih Janji DPRD, RDP Dijadwal Ulang
  • Mahasiswa Akper Tagih Janji DPRD, RDP Dijadwal Ulang
  • Mahasiswa Akper Tagih Janji DPRD, RDP Dijadwal Ulang

TEGAL - Mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot Tegal kembali menggelar aksi unjuk rasa meminta almamaternya segera dimerger dengan Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Senin (20/3) di depan Gedung DPRD Jl. Pemuda Tegal. Aksi dilakukan bertepatan dengan agenda Dewan, yang akan digelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pemkot Tegal.

Dalam aksinya kali ini turut serta alumni, orang tua, massa dari Forum Pemberdayaan Mahasiswa dan Masyarakat (FPMM) UPS, dan STIMIK AMIK Tegal. Selain itu, ikut dalam aksi puluhan anggota Organisasi Pedagang Eks Taman Poci Kota Tegal (Orpeta) dan pedagang lainnya.

Dalam orasinya, salah seorang mahasiswa, Imam Fatkhu mengatakan, kedatangan massa dari sejumlah elemen untuk menagih janji DPRD menggunakan haknya terkait permasalahan akper. Sebab, hingga saat ini nasib akper belum ada kejelasan.

?Para anggota DPRD tolong sampaikan suara kami. Kami hanya ingin merger. Kami tak rela jika hanya dijanjikan saja,? katanya.

Menurutnya, dalam amanat Undang-undang (UU) Nomor 23 menyebutkan pendidikan kesehatan harus berada di bawah Pemerintah Pusat. Untuk itu, dia menuntut agar Akper Kota Tegal melalui Pemkot Tegal harus merger dengan kemenkes.

?Kami mohon penguasa agar mau membuka hatinya untuk melakukan merger dengan kemenkes. Karena jika tidak, maka Akper terancam tutup. Dan hal itu tentunya akan membawa nasib buruk bagi mahasiswa,? terangnya.

Namyn belakangan diketahui, RDP batal dilaksanakan dan ditunda pelaksanaannya, Jumat (24/3) mendatang. Itu lantaran Wali Kota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno mengirimkan surat permohonan penundaan RDP, karena tengah melakukan agenda ke sejumlah kementerian.

Ketua DPRD Edy Suripno mengatakan RDP sudah di jadwalkan sejak 6 Maret lalu dengan Pemkot Tegal. Namun, melalui setda disampaikan Wali Kota tidak bisa hadir, sehingga ditunda.

?Kami agendakan pada hari ini, namun setda mengirimkan surat kepada Setwan untuk menunda RDP 24 Maret nanti. DPRD kemudian tetap mengirimkan undangan untuk RDP hari ini, baru kemudian Wali Kota mengirimkan surat meminta agar RDP ditunda 24 Maret mendatang,?paparnya.

Karenanya, kata Edy, RDP akan kembali diagendakan pada jadwal tersebut. Dengan harapan sudah ada keputusan tentang Akper. ?Jika tidak, maka DPRD akan menggunakan haknya untuk menyikapi persoalan ini,? tandasnya. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Debat Publik, Paslon Bupati dan Wakilnya Umbar Janji-janji

Debat Publik, Paslon Bupati dan Wakilnya Umbar Janji-janji

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal menggelar debat publik pemilihan bupati (pilbup) Tegal, Minggu (13/5).


Cetak Ulang KTP Rusak atau Hilang di Disdukcapil, Buat Baru Cukup di Kecamatan

Cetak Ulang KTP Rusak atau Hilang di Disdukcapil, Buat Baru Cukup di Kecamatan

Kebijakan baru diterapkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal untuk peneribitan KTP elektronik.


Membahayakan, Anjungan PAI Harus Dibongkar

Membahayakan, Anjungan PAI Harus Dibongkar

Komisi III DPRD Kota Tegal yang mendesak pembongkaran anjungan. Pasalnya mangkraknya anjungan di kawasan Pantai Alam Indah (PAI) merenggut korban jiwa.


E-KTP Hanya Sehari, Penerbitan Izin Usaha Cukup di Kantor Kecamatan

E-KTP Hanya Sehari, Penerbitan Izin Usaha Cukup di Kantor Kecamatan

Pelayanan publik di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menarik perhatian anggota DPRD Kabupaten Tegal.


Segera Bangun Jembatan Darurat

Segera Bangun Jembatan Darurat

Komisi III DPRD Kabupaten Tegal meminta Pemkab Tegal segera memperbaiki jembatan Rajegwesi di ruas jalan Pagerbarang-Margasari yang ambruk, Sabtu (21/4) lalu.


Pemkot Tegal Ajak DPRD Selesaikan Kasus Pasar Pagi

Pemkot Tegal Ajak DPRD Selesaikan Kasus Pasar Pagi

Persoalan pasar pagi merupakan masalah yang cukup rumit. Karenanya, butuh koordinasi antara Pemkot Tegal dan DPRD Kota Tegal untuk menyelesaikannya.


Tarif Tak Manusiawi, Pengemudi Go Jek Pilih Mogok

Tarif Tak Manusiawi, Pengemudi Go Jek Pilih Mogok

Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Komunitas Betawi (Brebes, Tegal, dan Slawi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tegal.


Sekolah Dilarang Menahan Ijazah

Sekolah Dilarang Menahan Ijazah

Komisi I DPRD Kota Tegal meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera membuat larangan bagi sekolah yang menahan ijazah.


Di Pemalang Ada 417 Kasus HIV/AIDS, 116 Penderita Meninggal

Di Pemalang Ada 417 Kasus HIV/AIDS, 116 Penderita Meninggal

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang saat ini sedang mengalami kegalauan terhadap kondisi daerahnya yang semakin memprihatinkan.


Tegal Darurat Guru, Ada Empat SD Negeri yang Hanya Punya Tiga Guru PNS

Tegal Darurat Guru, Ada Empat SD Negeri yang Hanya Punya Tiga Guru PNS

Kurangnya formasi guru yang mencapai 40 persen menjadi sorotan Komisi I DPRD Kota Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!