• Home
  • Berita Lokal
  • Merasa Dianaktirikan, 2.000 Guru Swasta Akan Kepung Istana Negara

Lokal
Share this on:

Merasa Dianaktirikan, 2.000 Guru Swasta Akan Kepung Istana Negara

  • Merasa Dianaktirikan, 2.000 Guru Swasta Akan Kepung Istana Negara
  • Merasa Dianaktirikan, 2.000 Guru Swasta Akan Kepung Istana Negara

Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Kamis (12/1) besok, akan ke Istana Negara di Jakarta.

SLAWI - Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Kamis (12/1) besok, akan ke Istana Negara di Jakarta. Mereka akan melakukan demo besar-besaran di depan istana presiden RI itu.

Ini ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGSI Mohammad Fatah Yasin, kemarin. Menurut Kepala SMK Grafika Dukuhturi Kabupaten Tegal ini, demo tidak hanya dilakukan di depan Istana Negara, tapi juga di depan kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Gedung DPR RI.

Rencananya, jumlah pendemo yang akan mengikuti kegiatan tersebut, sebanyak 2.000 orang. Sedangkan dari Kabupaten Tegal, akan mengirimkan sekitar 200 guru yang tergabung dalam PGSI.

Di sana, pihaknya akan mendesak Presiden Jokowi agar pemerintah tidak melakukan diskriminasi terhadap guru swasta. Selain itu, pihaknya juga akan menuntut tunjangan sertifikasi bagi guru agama yang bernaung di Kemenag yang hingga kini belum terbayar.

"Sejak tahun 2011 sampai sekarang, tunjangan sertifikasi guru agama swasta belum terbayar. Ini diskriminasi," kata Fatah Yasin.

Fatah juga akan meminta kepada pemerintah supaya membuka kembali Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) untuk sertifikasi guru. Termasuk juga memohon kepada pemerintah supaya melibatkan guru swasta saat merubah revisi Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejauh ini, Fatah mengaku jika guru swasta seperti dianaktirikan.

"Untuk pengangkatan sebagai PNS, jangan hanya guru yang mengabdi di sekolah negeri saja. Tapi guru yang mengabdi di sekolah swasta juga harus diangkat. Ini demi keadilan," tegasnya.

Dia menambahkan, jumlah guru swasta yang belum menerima tunjangan sertifikasi itu sekitar 82 ribu orang. Mereka tersebar di seluruh Indonesia. Adapun, tiap guru swasta semestinya menerima antara Rp2,5 juta hingga Rp2,8 juta per bulan. Tapi pada kenyataannya, mereka hanya menerima Rp1,5 juta per bulan.

"Itu saja, baru beberapa bulan kemarin menerimanya," keluhnya. (yer/zul)


Berita Sejenis

Habib Luthfi Ajak Umat Bersatu Jaga NKRI

Habib Luthfi Ajak Umat Bersatu Jaga NKRI

Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya mengajak seluruh umat untuk bangkit dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Tak Merasa Nunggak, Warga Kebingungan Terima Tagihan Pajak

Tak Merasa Nunggak, Warga Kebingungan Terima Tagihan Pajak

Usai menerima tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sejumlah warga mengaku kebingungan.


Diduga Terlibat Kampanye, Pejabat Pemkab Brebes Dipanggil Panwaslu

Diduga Terlibat Kampanye, Pejabat Pemkab Brebes Dipanggil Panwaslu

Panwaslu Kabupaten Brebes akan segera memanggil salah seorang oknum pejabat Pemkab Brebes yang diduga ikut terlibat kampanye.


Catat, Festival Budaya Tegal Akan Kembali Digelar

Catat, Festival Budaya Tegal Akan Kembali Digelar

Sebagai upaya untuk melestarikan budaya lokal khusunya Tegal, Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat akan menggelar Festival Budaya Tegal.


Lama Menghilang, Qomar ‘Empat Sekawan’ Dilantik Jadi Rektor Umus

Lama Menghilang, Qomar ‘Empat Sekawan’ Dilantik Jadi Rektor Umus

Qomar yang memiliki latar belakang sebagai seorang pendidik, Kamis (9/2) hari ini, akan resmi dilantik sebagai rektor Umus Brebes.


Nahdliyin Kabupaten Tegal Tak Akan Ikut Aksi 112

Nahdliyin Kabupaten Tegal Tak Akan Ikut Aksi 112

Nahdliyin di Kabupaten Tegal dipastikan tidak akan ambil bagian dalam aksi demo bela ulama di Silang Monas Jakarta, Sabtu (11/2) mendatang.


Delapan Rumah Sakit Swasta di Brebes Bayari 937 Warga Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Delapan Rumah Sakit Swasta di Brebes Bayari 937 Warga Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Delapan rumah sakit swasta di Kabupaten Brebes membayari 937 warga sebagai peserta BPJS Kesehatan.


Soal Nasib 9 PNS Nonjob, Wali Kota Akan Berpedoman pada Aturan

Soal Nasib 9 PNS Nonjob, Wali Kota Akan Berpedoman pada Aturan

Kuasa Hukum Wali Kota Tegal Doman Sitepu SH mengatakan Wali Kota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno tetap akan berpegang pada hukum yang berlaku.


Sip... Pemkot Tegal Alokasikan Rp1 Miliar untuk Rehab Taman Pancasila

Sip... Pemkot Tegal Alokasikan Rp1 Miliar untuk Rehab Taman Pancasila

Taman Pancasila di depan Stasiun Besar Tegal akan segera direhab. Pemkot Tegal menganggarkan sekitar Rp1 miliar.


Dua Pemilik Lahan Gugat Negara, Fly Over Klonengan Terkendala

Dua Pemilik Lahan Gugat Negara, Fly Over Klonengan Terkendala

Proses pembebasan lahan untuk proyek jembatan layang atau fly over di Klonengan mengalami kendala.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!