• Home
  • Berita Lokal
  • Nomor Satu di Jateng, Tiga Tahun 179 Ibu di Brebes Meninggal saat Melahirkan

Lokal
Share this on:

Nomor Satu di Jateng, Tiga Tahun 179 Ibu di Brebes Meninggal saat Melahirkan

  • Nomor Satu di Jateng, Tiga Tahun 179 Ibu di Brebes Meninggal saat Melahirkan
  • Nomor Satu di Jateng, Tiga Tahun 179 Ibu di Brebes Meninggal saat Melahirkan

Kabupaten Brebes selama tiga tahun terakhir, menempati rangking pertama di Jawa Tengah mengenai kasus Angka Kematian Ibu (AKI).

BREBES - Kabupaten Brebes selama tiga tahun terakhir, yakni 2014 hingga 2016 masih menempati rangking pertama di Jawa Tengah mengenai kasus Angka Kematian Ibu (AKI). Dengan kurun waktu tiga tahun tersebut terdapat 73 kasus AKI pada tahun 2014, 52 kasus AKI pada tahun 2015, dan 54 kasus AKI di tahun 2016.

Data itu diungkapkan Kasi Kesehatan Keluarga (Kesga) Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr. Rudi P. Utami, kemarin. Menurut Utami, sapaannya, meskipun dari data tahun 2014 hingga 2016 mengalami penurunan AKI, akan tetapi masih menempati rangking pertama di Provinsi Jawa Tengah.

"AKI dari tahun 2011 mengalami penurunan yakni 34 kasus, tapi tahun 2012 mengami peningkatan hingga 51 kasus. Tahun 2013 menjadi 61 kasus dan terus meningkat di tahun 2014 menjadi 73 kasus. Dan tahun 2015 turun menjadi 52 kasus, kemudian tahun 2016 meningkat menjadi 54 kasus. Dan sudah lama Brebes menempati rangking pertama di Jawa Tengah dengan penyubang AKI terbanyak," paparnya.

Lebih lanjut, Utami mengatakan pihaknya sudah berupaya menekan AKI di Kabupaten Brebes yang masih tinggi. Bahkan, pihaknya sudah mengajak banyak pihak untuk bekerja sama dalam menurunkan angka KIA (Kematian Ibu dan Anak), baik AKI (Angka Kematian Ibu) maupun AKB (Angka Kematian Bayi).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kesehatan sudah bersinergi dengan beberapa pihak, seperti BKBPP, Dinas Pendidikan, Kemenag, dan BPMDK. Akan tetapi dari kerja sama lintas sektor tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan meskipun sudah dalam upaya yang optimal.

"Kami dari Dinas Kesehatan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan angka kematian. Masyarakat juga kami ajak untuk sama-sama berupaya dalam menekan masalah ini, melalui intervensi masyarakat untuk menggerakkan masyarakat agar peduli dengan KIA," tambahnya.

Penyebab kematian ibu melahirkan, kata Utami, secara rata-rata adalah hipertensi pada kehamilan yang ditandai dengan tensi yang tinggi, bengkak, pusing, bahkan mengalami kejang, dan juga penyakit asma.

"Tidak bisa diprediksi. Contohnya, kasus kematian ibu melahirkan di ujung tahun 2016 dari Desa Kluwut, itu mengalami sesak nafas. Sementara di waktu bersamaan, ada ibu lain yang sedang dalam persalinan juga dengan pendarahan yang luar biasa, tapi selamat dengan upaya yang maksimal," katanya.

Untuk menekan KIA di tahun 2017 dan seterusnya, Dinas Kesehatan lebih meningkatkan upaya dengan membentuk Tim Perencanaan Terpadu KIA yang mengajak semua sektor, baik pemerintahan maupun masyarakat dalam upaya penekanan KIA.

"Tahun 2017 kami akan membentuk Tim Perencanaan Terpadu KIA lintas sektor dalam upaya penekanan KIA," tandasnya. (fid/zul)


Berita Sejenis

Tiga Rumah Warga Guci Terbakar usai Tersambar Petir

Tiga Rumah Warga Guci Terbakar usai Tersambar Petir

Sedikitnya tiga rumah di Desa Guci RT 3 RW 2 Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal terbakar, Kamis (27/4) siang.


Wah... Di Kabupaten Tegal Per Jam, Empat Bayi Lahir

Wah... Di Kabupaten Tegal Per Jam, Empat Bayi Lahir

Jumlah penduduk di Kabupaten Tegal semakin meningkat. Tahun 2016 lalu, jumlah penduduk mencapai sekitar 1,4 juta jiwa.


Polisi Siapkan 1.000 Lebih Personel Amankan Mudik dari Brebes Hingga Semarang

Polisi Siapkan 1.000 Lebih Personel Amankan Mudik dari Brebes Hingga Semarang

Rombongan tim dari Mabes Polri kembali mengecek kesiapan jalan tol Pejagan-Pemalang Seksi III dan IV, kemarin.


Misterius, Sudah Lima Hari Tiga ABG Tak Pulang-pulang

Misterius, Sudah Lima Hari Tiga ABG Tak Pulang-pulang

Tiga anak baru gede (ABG) asal Petarukan dinyatakan hilang. Ketiganya meninggalkan rumah sejak Sabtu sore (22/4) pukul 16.00.


Laporan Dugaan LGBT Anggota DPRD Brebes Belum Ditindaklanjuti

Laporan Dugaan LGBT Anggota DPRD Brebes Belum Ditindaklanjuti

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Brebes ternyata belum menindaklanjuti dugaan cinta segitiga dengan sesama jenis.


Dugaan Korupsi Bibit Bawang Rp5,4 Miliar, Sejumlah Pejabat Brebes Diperiksa

Dugaan Korupsi Bibit Bawang Rp5,4 Miliar, Sejumlah Pejabat Brebes Diperiksa

Penuntasan lasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang di Kabupaten Brebes terus berlanjut.


Dugaan Kasus ZF Dicermati BK, Pelapor Ngaku Kerap Diancam

Dugaan Kasus ZF Dicermati BK, Pelapor Ngaku Kerap Diancam

Badan Kehormatan masih memproses laporan anggota DPRD Brebes berinisial ZF terkait kasus dugaan cinta segitiga sesama jenis.


Antisipasi Mudik Lebaran, Jalingkut Mulai Disiapkan

Antisipasi Mudik Lebaran, Jalingkut Mulai Disiapkan

Jalan lingkar utara (jalingkut) mulai dipersiapkan untuk jalur alternatif mudik tahun ini.


Banyak Aset Tak Bersertifikat, Brebes Kesulitan Raih WTP

Banyak Aset Tak Bersertifikat, Brebes Kesulitan Raih WTP

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Brebes Musthollah menyoroti puluhan aset pemerintah setempat berupa tanah yang belum bersertifikat.


Anggaran untuk Bayar Utang, 10 Paket Senilai Rp29 Miliar Gagal Lelang

Anggaran untuk Bayar Utang, 10 Paket Senilai Rp29 Miliar Gagal Lelang

10 rencana proyek kegiatan pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan Kabupaten Brebes dipastikan urung direalisasikan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!