• Home
  • Berita Lokal
  • Penambang Tradisional Nganggur, Warga Usir Tiga Alat Berat dari Sungai Keruh

Lokal
Share this on:

Penambang Tradisional Nganggur, Warga Usir Tiga Alat Berat dari Sungai Keruh

  • Penambang Tradisional Nganggur, Warga Usir Tiga Alat Berat dari Sungai Keruh
  • Penambang Tradisional Nganggur, Warga Usir Tiga Alat Berat dari Sungai Keruh

Warga dari Desa Kalinusu dan Desa Pangebatan Kabupaten Brebes mengusir tiga unit alat berat yang tengah melakukan aktivitas penambangan.

BANTARKAWUNG - Warga dari Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes mengusir tiga unit alat berat (back hoe) yang tengah beroperasi melakukan aktivitas penambangan galian C di aliran Sungai Keruh, kemarin. Mereka datang beramai-ramai, memaksa operator back hoe untuk mengeluarkan ketiga alat berat tersebut dari aliran sungai.

Salah seorang warga Desa Kalinusu, Afipudin mengatakan, aksi dilakukan akibat kekecewaan masyarakat penambang tradisional yang kehilangan mata pencaharian mereka. Utamanya setelah masuknya perusahaan penambangan galian C yang menggunakan alat berat di alur Sungai Keruh.

"Sebagai penambang tradisional yang beraktifitas secara manual, sekarang ini 70 persen di antaranya menganggur. Sebab kegiatan penambangan sudah didomonasi oleh alat berat," ungkapnya.

Disampaikan, jika biasanya untuk seorang buruh angkut dalam setengah hari bisa dapat upah sebesar Rp50 ribu, tapi dengan adanya alat berat maka hal tersebut tidak bisa lagi diperoleh warga.

"Padahal beroprasi belum setengah tahun, kenyataan sudah membawa dampak merugikan pada warga,"keluhnya. Selain itu, pengelola penambangan yang menggunakan alat berat juga dinilai telah melanggar sejumlah perjanjian yang sebelumnya disepakati.

"Seperti halnya batas lokasi penggalian alat berat, termasuk juga kedalaman penggalian yang semula disepakati hanya satu meter, tapi kenyataannya lebih dari dua meter," katanya.

Kenyataan lain disampaikan warga, penambangan dengan menggunakan alat berat telah merusak lahan pertanian warga disepanjang sungai yang ada di wilayah Desa Kalinusu.

"Karenanya kami minta agar alat berat tidak lagi beroperasi, selain itu pemerintah melalui instansi terkait, untuk secepatnya melakukan pematokan batas penambangan," jelas Hendra, warga lainnya.

Atas aksi tersebut, dilakukan pertemuan antara perwakilan warga dengan pihak pengelola alat berat dengan dihadiri Kepala Desa Kalinusu maupun Pangebatan. Pertemuan juga diikuti Kapolsek Bantarkawung AKP Wawan Dwi Leksono, Kapolsek Bumiayu AKP Djoko Witanto, beserta Danramil Bumiayu Kapt (Inf) Suwardi.

Sementara massa menunggu di luar ruangan, di bawah pengawalan sejumlah personel kepolisian maupun TNI. Alur Sungai Keruh yang menjadi lokasi penambangan merupakan berbatasan antara dua Desa yakni Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung.

Kepala Desa Kalinusu Khaeroni menyampaikan, sebelumnya beberapa warga sudah mengeluhkan kondisi usaha penambangan tradisional warga yang terganggu dengan kehadiri alat berat. "Warga meminta alat berat untuk dihentikan, tapi itu bukan kewenangan saya. Lebih kepada PSDA sebagai pemberi izin penambangan," ujar Khaeroni.

Kades juga membenarkan, jika sebelumnya telah dilakukan kesepakatan terkait operasionalisasi alat berat antara warga dengan pengusaha. Di antaranya adalah membantu pendapatan buruh angkut termasuk juga menyediakan material untuk penambang lokal, di samping juga perhatian sosial untuk Desa Kalinusu yakni pembangunan Masjid dan lainnya.

"Termasuk perjanjian awal yang menyatakan cuma ada dua alat berat dan 20 armada dump truk, tapi semua tidak sesuai kesepakatan. Sehingga warga kecewa," terang Kades.

Kapolsek Bantarkawung, didampingi Kapolsek Bumiayu saat menyampaikan hasil pertemuan menyebut, jika untuk sementara ini penambangan dengan menggunakan alat berat dihentikan sesuai dengan tuntutan warga hingga dilakukan sosialisasi pematokan oleh PSDA.

"Dalam hal ini penghentian bukan dilakukan oleh pihak kepolisian, namun atas tuntutan warga sembari menunggu kejelasan lokasi yang diperbolehkan oleh PSDA. Di mana dalam minggu ini akan turun ke lokasi," terang Wawan. (pri/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mudik Tahun Ini Bisa Lewat Tol dari Jakarta sampai Kendal

Mudik Tahun Ini Bisa Lewat Tol dari Jakarta sampai Kendal

Kemacetan parah di Brebes saat arus mudik tahun lalu meninggalkan trauma mendalam.


Oknum Anggota DPRD Bantah Keterangan Tiga Saksi

Oknum Anggota DPRD Bantah Keterangan Tiga Saksi

Sidang perkara dugaan tindak perzinahan dengan terdakwa anggota DPRD Kota Tegal Sup dengan Rn, warga Jatibarang Brebes, kembali digelar.


Astaghfirullohaladzim...Wanita Paruh Baya Membusuk Dalam Rumahnya

Astaghfirullohaladzim...Wanita Paruh Baya Membusuk Dalam Rumahnya

Warga di Jalan Sultan Hasanudin Cabawan Kota Tegal dihebohkan dengan penemuan mayat wanita paruh baya, Senin (22/5) malam.


Warga Kota Tegal Diminta Awasi Makanan dan Minuman Kedaluwarsa

Warga Kota Tegal Diminta Awasi Makanan dan Minuman Kedaluwarsa

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, masyarakat diminta untuk lebih mewaspadai maraknya peredaran makanan dan minuman (Mamin) kedaluwarsa.


Tabrak Mobil Mogok, Pemotor Tewas Mengenaskan

Tabrak Mobil Mogok, Pemotor Tewas Mengenaskan

Zaenudin (23), warga Dukuh Cilakar RT 5 RW 6 Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes, tewas mengenaskan.


Mayat Dalam Karung Ternyata Warga Siwuluh, Brebes

Mayat Dalam Karung Ternyata Warga Siwuluh, Brebes

Hanya tiga hari, identitas jazad dalam karung yang ditemukan di Desa Sidaharja Kec. Suradadi Kab. Tegal, Jumat (19/5) pagi, akhirnya terkuak.


Sambut Ramadan, Warga Kota Tegal Nyalakan Obor NKRI

Sambut Ramadan, Warga Kota Tegal Nyalakan Obor NKRI

Sejumlah warga dari berbagai elemen memadati alun-alun Kota Tegal, Minggu (21/5) malam, untuk menyaksikan penyalaan obor.


Jala Ikan, Staf Kecamatan Tewas Tenggelam

Jala Ikan, Staf Kecamatan Tewas Tenggelam

Sholikin (45), warga Dukuh Cikokol RT 2 RW 6 Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung hanyut saat menjala ikan di aliran Sungai Pemali.


Sadis, Mayat Dalam Karung Tangan Diikat dan Lehernya Diberi Pemberat Karung Pasir

Sadis, Mayat Dalam Karung Tangan Diikat dan Lehernya Diberi Pemberat Karung Pasir

Mayat tanpa identitas yang ditemukan warga di Desa Sidaharja Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal diduga dianiaya sebelum meninggal.


Aktivitas Gunung Slamet Meningkat

Aktivitas Gunung Slamet Meningkat

Berdasarkan informasi dari BMKG dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), aktivitas Gunung Slamet mulai meningkat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!