Lokal
Share this on:

Pengacara ZF: Kliennya Pria Normal, Bukan LGBT

  • Pengacara ZF: Kliennya Pria Normal, Bukan LGBT
  • Pengacara ZF: Kliennya Pria Normal, Bukan LGBT

BREBES - Pengaduan Ririn Apriyanti terhadap Anggota DPRD Brebes, ZF ke Badan Kehormatan DPRD dinilai tidak berdasar. Tuduhan Ririn terhadap ZF yang dinilai merusak hubungan rumah tangganya, karena diduga tetlibat cinta segitiga sesama jenis juga hanya berdasarkan asumsi semata.

Demikian disampaikan dua pengacara yang ditunjuk ZF sebagai kuasa hukumnya, yakni Anton Rizaldi SH dan Herfaruk SH saat menggelar konferensi pers di pressroom FKWB Brebes, kemarin.

"Kami perlu menggaris bawahi bahwa persoalan yang terjadi adalah murni konflik rumah tangga, yang berkembang menjadi konsumsi publik. Ini mengginggat klien kami menduduki jabatan penting sebagai Ketua DPC PKB Brebes, juga sebagai anggota DPRD Brebes," ujar kuasa hukum ZF.

Dia menganggap, pesan-pesan komunikasi antara ZF dengan suami Ririn tidak bisa menjadi dasar tuduhan adanya hubungan asmara di antara keduanya. Pernyataan itu hanya berdasarkan asumsi yang dikembangkannya sendiri, atas kemelut yang sedang terjadi dalam rumah tangganya.

"Dalam keadaan kalut, seseorang bisa saja menyimpulkan sesuatu yang tidak obyektif. Apalagi menyangkut tuduhan menyangkut asusila, ini harus ada kesaksian yang melihat dan mendengar sendiri perbuatan tersebut. Asumsi dari kata-kata yang disimpulkan ini tidak bisa menjadi dasar untuk dijadikan fakta seseorang telah melakukan suatu perbuatan," ungkapnya.

Pihaknya justru pengadu telah terindikasi mencuri data elektronik secara tidak berhak dari orang lain, meskipun dari suaminya sendiri yang kini tengah proses cerai. Itu, kata Herfaruk, bisa saja dijerat dengan pelanggaran transaksi elektronik sebagaimana UU ITE yang berlaku.

Pihaknya juga akan mengkaji lebih dalam untuk membawa masalah dugaan pencurian data elektronik ini ke ranah hukum. Pihaknya juga menyatakan, kliennya adalah pria normal bukan LGBT.

"Klien kami orang normal, dia juga beristri," tandasnya.

Pihaknya juga mengaku telah mempelajari polemik yang membelit kliennya itu lebih kental dengan nuansa politis karena kedudukan ZF yang merupakan Ketua DPC PKB Brebes. Ketika berbicara nuasa politis pasti ada target-target tertentu, yang menyangkut kedudukan kliennya tersebut.

"Untuk persoalan ini tidak bisa kami jelaskan, dan ini karena menyangkut konflik internal partai," tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, atas polemik tersebut pihaknya tetap menghargai proses yang sedang ditempuh BK DPRD Brebes. Pihaknya saat ini juga masih menunggu proses yang dilakukan alat kelengkapan DPRD tersebut.

Bahkan, kliennya juga siap memberikan klarifikasi dalam forum resmi yang diselenggarakan BK DPRD. "Untuk saat ini kami masih menunggu proses dari BK, termasuk undangan untuk memberikan klarifikasi. Yang jelas, klien kami siap menyampaikannya dan sangat menghormati proses yang sedang berjalan," paparnya. (ism/har/zul)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

BNN Ajak Pengelola Hotel dan Restoran di Kota Tegal Perangi Narkoba

BNN Ajak Pengelola Hotel dan Restoran di Kota Tegal Perangi Narkoba

Tugas memberantas perdaran narkoba bukan semata kewajiban Badan Narkotika Nasional (BNN).


Gawat! 75 Persen Penderita HIV/AIDS di Brebes Kaum Homo

Gawat! 75 Persen Penderita HIV/AIDS di Brebes Kaum Homo

Gaya hidup LGBT yang tumbuh di Brebes selain disebut-sebut melanggar norma kesusilaan, juga rentan pada masalah kesehatan.


Nursholeh: Fungsi Satpol PP Menegakan Perda bukan Pengawalan

Nursholeh: Fungsi Satpol PP Menegakan Perda bukan Pengawalan

Pelibatan Satpol PP dalam pengawalan yang sebelumnya diterapkan Wali Kota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno tidak akan dilakukan Nursholeh.


Dikira Gelandangan, Pria yang Tewas Ternyata Warga Asal Indramayu

Dikira Gelandangan, Pria yang Tewas Ternyata Warga Asal Indramayu

Dikira seorang gelandangan, buruh harian lepas asal Desa Srenceng Blok Pancakaki Kecamatan Krangkeng Kebupaten Indramayu ditemukan meninggal.


Gugatan Sengketa Warisan Bukan ke Toko Emas Hidup

Gugatan Sengketa Warisan Bukan ke Toko Emas Hidup

Gugatan perdata sengketa warisan milik keluarga Yap Kek Kien alias Gago bukan ditujukan kepada Toko Emas Hidup Banjaran.


Tak Benar Ada Dua Balita Meninggal karena Gizi Buruk

Tak Benar Ada Dua Balita Meninggal karena Gizi Buruk

Pemkot Tegal menegaskan dua balita, yakni Azka Febriandan Puput Amalia yang meninggal beberapa hari lalu, bukan akibat gizi buruk.


Bukan Empat, Ternyata Ada Tujuh Pendaki Gunung Slamet yang Dicari Keluarganya

Bukan Empat, Ternyata Ada Tujuh Pendaki Gunung Slamet yang Dicari Keluarganya

Tujuh pendaki Gunung Slamet akhirnya berhasil turun dengan selamat setelah dicari pihak keluarga.


Pimen Kiye... Kartu Tani Justru Sulitkan Petani Dapatkan Pupuk

Pimen Kiye... Kartu Tani Justru Sulitkan Petani Dapatkan Pupuk

Ternyata bukan menyelesaikan masalah bagi petani, penerbitan kartu tani justru memicu masalah.


Ingat! Pengenalan Lingkungan Sekolah Bukan Plonco

Ingat! Pengenalan Lingkungan Sekolah Bukan Plonco

Sebentar lagi tahun ajaran baru segera dimulai. Para siswa baru, akan mengikuti pengenalan lingkungan sekolah (PLS).


Nilai Ujian Nasional (UN) Tinggi Bukan Jaminan Masuk SMP Unggulan

Nilai Ujian Nasional (UN) Tinggi Bukan Jaminan Masuk SMP Unggulan

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2017-2018 sudah berlangsung dua hari.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!