• Home
  • Berita Lokal
  • Pimen Kiye, 800-an Bangunan SD di Kabupaten Tegal Tak Bersertifikat

Lokal
Share this on:

Pimen Kiye, 800-an Bangunan SD di Kabupaten Tegal Tak Bersertifikat

  • Pimen Kiye, 800-an Bangunan SD di Kabupaten Tegal Tak Bersertifikat
  • Pimen Kiye, 800-an Bangunan SD di Kabupaten Tegal Tak Bersertifikat

SLAWI - Aset Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tegal berupa tanah masih banyak yang belum bersertifikat. Jumlahnya mencapai ratusan. Untuk itu, DPRD meminta agar pemkab segera membenahi aset tersebut.

"Masih banyak aset daerah yang tercecer tapi dibiarkan begitu saja. Mestinya, aset-aset itu dibenahi," kata anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Golkar, M. Khuzaeni, kemarin.

Dia sangat menyayangkan, urusan pertanahan di Kabupaten Tegal hanya dikelola oleh sekelas kasi di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Tata Ruang dan Pertanahan (Kimtaru). Sejatinya, urusan pertanahan dikelola setingkat bidang. Sebab, tupoksi yang harus dikerjakan sangat banyak.

"Mestinya dikelola bidang, bukan kasi," ucapnya.

Menurut wakil ketua Komisi 3 ini, urusan pertanahan berhubungan erat dengan urusan aset yang harus dikerjakan, diantaranya tanah pemkab yang belum bersertifikat, dan tanah yang telah dibeli oleh pemkab, tetapi belum masuk aset. Misalnya, tanah yang dibebaskan untuk pembangunan Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos). Di samping kanan kiri Jalingkos masih ada sisa tanah yang belum disertifikat.

"Harusnya, tanah-tanah itu bisa disertifikat. Ini aset pemkab yang harus dijadikan catatan dalam aset daerah," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, aset tanah yang dibangun untuk Sekolah Dasar (SD). Hingga kini, masih sekitar 90 persen dari 900 SD yang belum bersertifikat. Hal itu dikarenakan ada gugatan dari ahli waris.

Sementara itu, pria yang akrab disapa Jeni itu juga sempat mengetahui adanya pembelian tanah di Semarang. Tanah itu rencananya untuk wisma, tapi hingga kini belum terealisasi.

"Ini harus ditelusuri dan dicatat dalam aset daerah. Jika tidak, maka akan menimbulkan masalah di kemudian hari," ucapnya.

Dia menambahkan, DPRD pernah menganggarkan untuk pembenahan aset pada tahun 2012 sebesar Rp1 miliar. Namun, anggaran yang digunakan untuk penyertifikatan tanah itu hanya digunakan sekitar Rp 300 juta. Kendala kala itu, karena minimnya sumber daya manusia (SDM) khususnya yang mengurusi aset di Pemkab Tegal.

"Selama ini, aset daerah sering menjadi persoalan. Sehingga, penilaian BPK belum bisa Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," pungkasnya. (yer/ima/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ratusan Siswa SMK Dinamika Bersumpah Tak Akan Tawuran Lagi

Ratusan Siswa SMK Dinamika Bersumpah Tak Akan Tawuran Lagi

Ratusan siswa SMK Dinamika bersumpah tidak akan terlibat tawuran lagi.


Tegal Diterjang Hujan Badai, Tower Ambruk dan Sejumlah Wilayah Banjir

Tegal Diterjang Hujan Badai, Tower Ambruk dan Sejumlah Wilayah Banjir

Sejumlah daerah di wilayah Kota Tegal tergenang air dengan ketinggian hampir mencapai pinggang orang dewasa, menyusul hujan deras yang disertai angin kencang.


Tuntut Kades Mundur, Warga Bentrok dengan Massa Pro Kades

Tuntut Kades Mundur, Warga Bentrok dengan Massa Pro Kades

Warga Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa Bangsri, Rabu (16/1).


Brebes Segera Miliki Destinasi Wisata Heritage Mirip De Tjolomadu

Brebes Segera Miliki Destinasi Wisata Heritage Mirip De Tjolomadu

Renovasi bangunan eks Pabrik Gula (PG) Banjaratma di Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes yang akan dijadikan rest area terindah di Tanah Air dikebut.


Intai Jamaah Salat Jumat, Dua Remaja Ini Nekat Curi Motor

Intai Jamaah Salat Jumat, Dua Remaja Ini Nekat Curi Motor

Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Tegal.


Serem Gaes, Kota Tegal Zona Merah Narkoba

Serem Gaes, Kota Tegal Zona Merah Narkoba

Sebagai wilayah perlintasan, Kota Tegal masuk ke dalam zona merah peredaran narkoba.


Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal mengambil sampel udara dan air di kawasan pabrik pengolah limbah berbahaya dan beracun (B3).


Pura-pura Tanya Alamat, Dihipnotis lalu Emas dan Uang Dirampas

Pura-pura Tanya Alamat, Dihipnotis lalu Emas dan Uang Dirampas

Warga Desa Demangharjo Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal diresahkan dengan penipuan dengan hipnotis bermodus tanya alamat.


Sebelum Lakukan Penyerangan, Siswa SMK Lebih Dulu Pesta Miras

Sebelum Lakukan Penyerangan, Siswa SMK Lebih Dulu Pesta Miras

Satreskrim Polres Tegal Kota masih melakukan pemeriksaan maraton siswa SMK swasta yang terlibat penyerangan dan pengeroyokan pelajar lainnya, kemarin.


Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga Rusak

Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga Rusak

Puluhan rumah di Desa Buniwah Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes rusak.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!