Lokal
Share this on:

Rayonisasi Bikin Orang Tua Susah Cari Sekolah buat Anaknya

  • Rayonisasi Bikin Orang Tua Susah Cari Sekolah buat Anaknya
  • Rayonisasi Bikin Orang Tua Susah Cari Sekolah buat Anaknya

RAMAI ? Calon peserta didik dan orang tuanya memadati Aula SMA Negeri 1 Kota Tegal memantau perkembangan PPDB. (k. anam syahmadani/radar tegal)

TEGAL - Orang tua calon peserta didik mengeluhkan sistem rayonisasi yang diterapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Sekolah Menengah Atas (SMA) 2017/2018. Mereka yang mengeluh, utamanya berasal dari luar Kota Tegal.

Sebab, kuota untuk calon peserta didik yang berasal dari luar kota, hanya sebesar 7 persen. Salah satu orang tua calon peserta didik yang mengeluh, adalah Suyadi.

Warga Desa Dukuhturi Kabupaten Tegal itu mendaftarkan anaknya, Putra Jidan N di SMA Negeri 1 Kota Tegal. ?Kuota (calon peserta didik) untuk yang luar kota terlalu sedikit dan tidak sebanding dengan jumlah peminat,? kata Suyadi saat mengecek perkembangan PPDB di SMA Negeri 1 Kota Tegal, kemarin.

Suyadi mengatakan sebagai orang tua, dia ingin menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik. Apabila harus mendaftarkan anaknya ke SMA favorit di Kabupaten Tegal, jaraknya terlalu jauh.

Orang tua lain, Wahyu mengungkapkan hal yang sama seperti halnya Suyadi. Wahyu yang tinggal di wilayah Desa Mejasem Barat Kabupaten Tegal, ingin sang anak mendapatkan sekolah terbaik, dengan jarak tempuh yang dekat.

Wahyu menilai rayonisasi justru mempersulit anaknya, Dea Ikhtiar Safika, untuk mendapatkan sekolah terbaik. Sistem ini, sambung dia, merugikan calon peserta didik yang berasal dari kabupaten penyangga Kota Tegal.

?Anak-anak kami yang berpotensi, menjadi susah mencari sekolah,? ujarnya.

Selain rayonisasi, para orang tua siswa juga menyoroti soal komponen penilaian. Utamanya untuk calon peserta didik miskin yang berada di lingkungan sekolah. Merurut mereka, untuk menentukan hal tersebut diperlukan verifikasi secara langsung.

?Anak yang pintar apabila disekolahkan di sekolah yang biasa, ibaratnya yang tadinya lari, nantinya hanya berjalan. Jadi, sebaiknya kualitas sekolah diseragamkan dulu, baru diterapkan rayonisasi,? ungkapnya.

Keluhan orang tua calon peserta didik tersebut, rupanya telah didengar Ketua Musyawarah Kerja Kepala SMA Kota Tegal Ikbal Aziz. Ikbal menerangkan rayonisasi PPDB SMA Negeri mengacu Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah Nomor 421/05238 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PPDB Pada SMA Negeri dan SMK Negeri Tahun Pelajaran 2017/2018.

Sesuai petunjuk teknis tersebut, penerimaan Peserta Didik Baru (PDB) dalam rayon paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah, penerimaan PDB dalam kota atau kabupaten sebanyak-banyaknya 40 persen, penerimaan PDB luar kota atau kabupaten sebanyak-banyaknya 7 persen, dan penerimaan PDB luar provinsi sebanyak-banyaknya 3 persen.

Ketentuan rayon tersebut, hanya berlaku bagi SMA, yang kini kewenangan pengelolannya ditangani provinsi. ?Karena ini peraturan, maka harus dilaksanakan. Terkait adanya saran dan masukan, kami tampung dan akan disampaikan ke Disdikbud Provinsi Jawa Tengah untuk perbaikan penyelenggaraan PPDB tahun depan,? ujar Ikbal yang juga Kepala SMA Negeri 1 Kota Tegal. (nam/ela/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Terendam Banjir, Tiga Warga Losari Tewas

Terendam Banjir, Tiga Warga Losari Tewas

Jebolnya tanggul sungai Cisanggarung di wilayah Kecamatan Losari Kabupaten Brebes juga mengakibatkan tiga orang tewas.


Tanggul Cisanggarung, Dua Orang Hanyut dan Ratusan Rumah Terendam

Tanggul Cisanggarung, Dua Orang Hanyut dan Ratusan Rumah Terendam

Hujan yang melanda dengan intensitas tinggi mengakibatkan dua titik tanggul di Sungai Cisanggarung Kecamatan Losari Kabupaten Brebes jebol, Jumat (23/1) dinihar


Sudah 18 Orang Dilaporkan Hilang

Sudah 18 Orang Dilaporkan Hilang

Selain lima korban tewas dan 14 orang yang dirawat di Puskesmas Bentar, ada pula warga yang mengaku kehilangan anggota keluarganya, Kamis (22/2).


Imigrasi Awasi Ketat Pergerakan Orang Asing

Imigrasi Awasi Ketat Pergerakan Orang Asing

Kantor Imigrasi Klas II Pemalang membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Kecamatan‎ di wilayah Kabupaten Pemalang.


11 Orang Diduga Masih Tertimbun Longsor

11 Orang Diduga Masih Tertimbun Longsor

Korban longsor di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, Kamis (22/2), terus bertambah.


Begini Penampilan Anak Punk yang Terjaring Razia

Begini Penampilan Anak Punk yang Terjaring Razia

Empat pemuda yang biasa malak di Perempatan Pos Maya dan satu orang yang biasa meminta di Pasar Pagi Kota Tegal, Rabu (21/2) diciduk.


Belasan Dievakuasi ke Puskesmas, Empat Orang Masih Belum Ditemukan

Belasan Dievakuasi ke Puskesmas, Empat Orang Masih Belum Ditemukan

Belasan orang yang menjadi korban longsor di gunung Lio Pasir Panjang Kecamatan Salem Kabupaten Tegal dilarikan ke Puskesmas terdekat.


Ular Sanca Kembang 35 Kg Ditangkap Warga

Ular Sanca Kembang 35 Kg Ditangkap Warga

Ular sanca kembang dengan panjang 5 meter sebesar paha orang dewasa berhasil ditangkap warga Desa paninggaran Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.


Dikosek, 18 PGOT Tercyduk

Dikosek, 18 PGOT Tercyduk

18 orang pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) terciduk dalam razia gabungan Dinsos Kota Tegal bersama Satpol PP.


Setubuhi Ibu dan Anaknya, Pria Paro Baya Ini Terpaksa Didor

Setubuhi Ibu dan Anaknya, Pria Paro Baya Ini Terpaksa Didor

Perbuatan Ramli alias Rahmaidi Fitri (50) ini sungguh benar-benar bejat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!