Lokal
Share this on:

Rusak Infrastruktur, Proyek Geothermal Kembali Dikecam

  • Rusak Infrastruktur, Proyek Geothermal Kembali Dikecam
  • Rusak Infrastruktur, Proyek Geothermal Kembali Dikecam

MENEMUI - Sejumlah komponen masyarakat saat menemui Danramil Paguyangan mengklarifikasi proyek PLTB di Desa Pandasari, Paguyangan, Brebes. (teguh supriyanto/radar brebes)

PAGUYANGAN - Dampak proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB) terus menjadi sorotan. Setelah sebelumnya Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bumiayu Raya mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang pembangunan PLTB di wilayah Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, kali ini sejumlah perwakilan masyarakat menggelar klarifikasi terkait kerusakan sarana infrastruktur jalan serta dampak lain yang ditimbulkan dari kegiatan proyek, kemarin.

Perwakilan masyarakat yang terdiri dari ormas Pemuda Pancasila (PP), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan perwakilan dari pengusaha lokal, datang ke Koramil 11/Paguyangan untuk mengklarifikasi kelanjutan dari kesepakatan sebelumnya. Warga sendiri ditemui langsung Danramil 11/Paguyangan Kapten (Arm) Komari.

Juru bicara perwakilan masyarakat Mardiyanto menyampaikan, jika selama ini telah terjadi putusnya komunikasi antara pelaksana pembangunan PLTB dengan masyarakat. Di mana sebelumnya, saat komunikasi berjalan dengan baik, maka tidak ada kendala yang menjadi gejolak ditengah masyarakat.

"Hanya saja dalam perkembangnnya saat ini, kendala komunikasi kembali terjadi. Sebetulnya telah dibahas bersama di tingkat Kecamatan, namun tidak ada tindak lanjutnya," ungkap Mardiyanto.

Dikatakan Mardiyanto, dalam kesepakatan sebelumnya masyarakat tetap kepada tuntutan yakni perbaikan terhadap sarana infrastruktur terutama jalan yang rusak sebagai dampak dari mobilitas kendaraan alat berat menuju lokasi proyek.

"Kenyataan yang terjadi, masih ada alat berat naik menuju Proyek. Bahkan dalam perjalanannya mendapat pengawalan TNI. Di sini masyarakat tidak menghendaki, karena menambah kerusakan jalan," terangnya.

Sebetulnya lanjut dia, masyarakat sangat peduli dan tidak mau kewibawaan aparat negara dimanfaatkan untuk kepentingan proyek secara sepihak. "Kami sangat khawatir terhadap kondisi ini. Masyarakat ingin bersama bergandeng tangan dengan aparat negara yang menjadi kebanggaan bersama, agar wibawanya tidak sampai jatuh," kata Mardiyanto.

Ketua MPC PP Kecamatan Paguyangan Abdul Rahman menyampaikan terdapat permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pengusaha lokal terkait proyek tersebut. "Dan sebelumnya disepakati, jika permasalahan dengan pengusaha lokal belum terselesaikan, maka tidak ada alat berat yang naik. Kita ingin semua kendala ini bisa diselesaikan," jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Danramil menyampaikan, bahwa pengawalan lebih didasari dengan pimpinan terkait pengamanan proyek negara yang sedang belangsung."Jadi ini bukan merupakan inisiatif pribadi, lebih kepada tugas yang diembankan dari atasan," tandasnya.

Namun demikian, disampaikan Danramil saat perintah pengamanan tersebut turun, pihaknya belum mengetahui adanya kesepakatan bersama warga terkait komitmen pelaksana terhadap kerusakan jalan. Begitu juga dengan pihak pengusaha lokal.

"Kondisi infrastruktur jalan memang memprihatinkan. Dengan diketahuinya kondisi termasuk juga adanya kesepakatan antara pelaksana dengan warga dan pengusaha lokal ini, tentu akan kita tindaklanjuti sebagai laporan kepada atasan," ucap Danramil.

Selain itu, menurut Danramil, pihaknya juga akan menekankan kepada pihak pelaksana untuk bisa merealisasikan kesepakatan baik kepada warga maupun terhadap pengusaha lokal. "Dengan pertimbangan kondisi dilapangan saat ini, maka jika ada kegiatan mobilisasi alat berat menuju proyek akan kita hentikan," tegasnya.

Danramil menyambut baik adanya komunikasi antara elemen masyarakat dengan TNI dalam setiap persoalan yang menyangkut keamanan. Pihaknya selalu siap untuk membantu dan melindungi rakyat serta membantu mediasi jika ada permasalahan masyarakat ditengah masyarakat. (pri/ism/zul)



Berita Sejenis

Cantrang Dibolehkan, Nelayan Belum Tenang

Cantrang Dibolehkan, Nelayan Belum Tenang

Meski kembali diperbolehkan untuk melaut, namun nelayan cantrang di Kota Tegal mangaku telah merugi hingga puluhan juta rupiah.


Kang Nur: Tak Ada Permainan Fee Proyek di Kota Tegal

Kang Nur: Tak Ada Permainan Fee Proyek di Kota Tegal

Plt Wali Kota Tegal HM. Nursoleh menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk pembangunan di tahun 2018.


Selain Diganti Namanya, Karang Birahi Akan Berstandar Nasional

Selain Diganti Namanya, Karang Birahi Akan Berstandar Nasional

Selain akan mengganti namanya, Pemkab Brebes akan kembali melanjutkan renovasi Stadion Karang Birahi yang sudah menelan anggaran Rp10 miliar.


Awal Bulan, Kedua Proyek Fisik Sudah Berjalan

Awal Bulan, Kedua Proyek Fisik Sudah Berjalan

Pimpinan Komisi III DPRD Kabupaten Tegal memastikan awal bulan Februari seluruh proyek fisik sudah berjalan.


Warga Tentang Demo Tolak Geothermal

Warga Tentang Demo Tolak Geothermal

Ratusan warga asal Desa Pandansari, Wanareja, dan sekitarnya menggelar aksi damai menolak rencana unjuk rasa penutupan proyek Geothermal Gunung Slamet.


Nglurug Jakarta Lagi, Nelayan Tegal Bawa Sejuta Surat untuk Jokowi

Nglurug Jakarta Lagi, Nelayan Tegal Bawa Sejuta Surat untuk Jokowi

Meski telah bertemu dengan presiden RI Joko Widodo kemarin, ribuan nelayan kembali akan mendatangi Jakarta Selasa (16/1) sore ini.


Entis Supriatna: Jalan di Kabupaten Tegal Sudah Halus

Entis Supriatna: Jalan di Kabupaten Tegal Sudah Halus

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi memuji pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tegal.


Pimen Kiye, Banyak PJU di Kabupaten Tegal Mati

Pimen Kiye, Banyak PJU di Kabupaten Tegal Mati

Banyak lampu penerangan jalan umum (PJU) yang berada di tepi jalan kabupaten dan nasional di wilayah Kabupaten Tegal yang rusak.


Direhab Desember, Gedung SD Ini Sudah Mulai Rusak

Direhab Desember, Gedung SD Ini Sudah Mulai Rusak

Gedung SDN Lebaksiu Kidul 1 Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal mengalami kerusakan di sejumlah bagian.


Perbaikan Jalan Rusak, Tunggu Pengurukan Proyek Tol Rampung

Perbaikan Jalan Rusak, Tunggu Pengurukan Proyek Tol Rampung

Sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Tegal rusak dan rawan kecelakaan akibat dilalui truk penangkut material proyek jalan tol Pejagan-Pemalang.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!