Lokal
Share this on:

Sanksi Oknum Anggota DPRD yang Diduga Zina Tunggu Palu Hakim

  • Sanksi Oknum Anggota DPRD yang Diduga Zina Tunggu Palu Hakim
  • Sanksi Oknum Anggota DPRD yang Diduga Zina Tunggu Palu Hakim

TEGAL - Badan Kehormatan DPRD Kota Tegal prihatin dengan kasus pidana dugaan perzinaan yang dilakukan oknum anggota legislatif dan sudah P21 tersebut.

Namun, mengingat kasus yang dialami merupakan akibat perilaku secara personal, BK mengaku tetap menghormati proses hukum yang berjalan dan menegaskan tidak akan melakukan intervensi hingga adanya kepastian hukum atau vonis dari pengadilan.

Anggota BK DPRD Kota Tegal Abas Toya Bawazier saat dikonfirmasi mengatakan, secara pribadi dan kelembagaan pihaknya mengaku prihatin dengan kasus pidana yang melibatkan oknum anggota legislatif tersebut.

Tapi, di sisi lain pihaknya juga mengapresiasi aparat penegak hukum yang terus bekerja secara profesional dalam menuntaskan kasus tindak pidana sejak 2016 lalu. Guna membantu kinerja BK dalam mengambil keputusan sesuai tahapan dan mekanisme.

"Untuk sekarang, kami tidak mau banyak komentar biarkan proses hukum berjalan. Yang jelas, BK akan menindaklanjuti dengan rapat internal," jelasnya.

Terkait pernyataan sikap kelembagaan, lanjut Abas, baik BK maupun DPRD mengaku belum bisa menyampaikan langkah apa yang akan diambil karena masih menunggu proses hukum sampai ada kepastian hukum dari pengadilan.

Setelah itu, baru ditindaklanjuti dengan beberapa opsi tahapan sanksi yang disesuaikan tingkat pelanggaran tersebut sehingga bisa menghasilkan keputusan berdasarkan pertimbangan dan kesepakatan dari semua pihak.

"Kalau ditanya sanksi terberat, jelas PAW tapi tahapannya kan masih menunggu hasil akhir," tuturnya.

Sebelumnya, BK DPRD Kota Tegal sudah memberikan sanksi berupa mencopot Supriyanto dari kedudukannya sebagai anggota alat kelengkapan DPRD. Supriyanto dinilai sudah melanggar ketentuan pasal 15 Peraturan DPRD Kota Tegal Nomor 2 tahun 2014 tentang Kode Etik DPRD.

Sanksi tersebut, disampaikan langsung Ketua BK Wiwik Mastuti dalam rapat paripurna ke-30 pada Selasa (3/1) lalu hingga adanya kepastian hukum tetap.

"Dalam Kode Etik DPRD, dijelaskan anggota DPRD tidak patut bersikap, berperilaku, dan berucap yang bertentangan dengan norma kesusilaan, kesopanan, dan adat budaya. Bahkan, terduga juga sebelumnya mendapatkan sanksi teguran tertulis dari BK atas pelanggaran kode etik," pungkasnya. (syf/ela/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kakorlantas: Tol Brebes-Batang Bukan Fungsional, tapi Jalan Darurat

Kakorlantas: Tol Brebes-Batang Bukan Fungsional, tapi Jalan Darurat

Tol fungsional Brebes-Batang yang telah dibuka beberapa hari lalu untuk arus mudik, kini berubah status menjadi jalan darurat.


Pemudik Pilih Tol Brebes-Batang, Jalur Pantura Tegal Lancar

Pemudik Pilih Tol Brebes-Batang, Jalur Pantura Tegal Lancar

Memasuki H-2 Lebaran Idul Fitri 2017, arus lalu lintas yang melalui jalur pantura Kota Tegal terlihat ramai lancar.


Tiga Orang Ini Mudik ke Wonogiri dan Jogyakarta Naik Sepeda, Per 20 Kilometer Istirahat

Tiga Orang Ini Mudik ke Wonogiri dan Jogyakarta Naik Sepeda, Per 20 Kilometer Istirahat

Ada-ada saja yang dilakukan warga agar bisa kembali ke kampung halaman saat lebaran nanti.


Akses Masuk Terminal Ditutup untuk Mudik, Sopir Angkutan Protes

Akses Masuk Terminal Ditutup untuk Mudik, Sopir Angkutan Protes

Sejumlah sopir angkot melakukan aksi protes kepada polisi yang berjaga di pos pengamanan mudik di depan Terminal Tegal, Kamis (22/6) siang.


H-3, Jalur Pantura Dalam Kota Tegal Ramai Lancar

H-3, Jalur Pantura Dalam Kota Tegal Ramai Lancar

Volume yang melintas diruas jalur pantura Kota Tegal terlihat meningkat cukup signifikan, Kamis (22/6) siang.


Hingga H-4, 35 Ribu Motor Masuk Brebes

Hingga H-4, 35 Ribu Motor Masuk Brebes

Memasuki H-4 jumlah kendaraan roda dua yang masuk ke Kabupaten Brebes mencapai 35.480 kendaraan.


Irit Ongkos, Sepeda Motor Masih Jadi Favorit untuk Mudik

Irit Ongkos, Sepeda Motor Masih Jadi Favorit untuk Mudik

SepedaA motor masih menjadi kendaraan favorit bagi pemudik yang ingin pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi.


Makanan dan Minuman Kedaluarsa Hasil Razia Dimusnahkan

Makanan dan Minuman Kedaluarsa Hasil Razia Dimusnahkan

Makanan dan minuman (mamin) bermasalah yang ditemukan di sejumlah swalayan dan dirazia menjelang Lebaran, akhirnya dimusnahkan.


Hati-hati! Pemudik Mulai Padati Jalur Pantura

Hati-hati! Pemudik Mulai Padati Jalur Pantura

Jalan Pantura Kabupaten Tegal mulai dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat yang berplat nomor luar kota.


H-4, Pantura Tegal dan Tol Pejagan-Gringsing Dipenuhi Pemudik

H-4, Pantura Tegal dan Tol Pejagan-Gringsing Dipenuhi Pemudik

Volume kendaraan yang melintas di wilayah Tegal dan sekitarnya mulai menunjukan peningkatan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!