Lokal
Share this on:

Sekolah Swasta di Kota Tegal Kesulitan Cari Murid

  • Sekolah Swasta di Kota Tegal Kesulitan Cari Murid
  • Sekolah Swasta di Kota Tegal Kesulitan Cari Murid

Ketua Dewan Pendidikan Kota Tegal Sihono menyatakan, sampai saat ini, sekolah-sekolah swasta masih cenderung kesulitan dalam mencari siswa.

TEGAL - Musim pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sudah di depan mata. Ketua Dewan Pendidikan Kota Tegal Sihono menyatakan, sampai saat ini, sekolah-sekolah swasta masih cenderung kesulitan dalam mencari siswa.

Salah satu penyebabnya karena sebagian besar siswa terserap ke sekolah negeri. Misalnya di tingkat menengah pertama yang berjumlah 18 SMP negeri.

“Setiap rombongan belajar (rombel) siswanya 32. Jika delapan rombel jumlahnya 256. Kalikan saja dengan 18 SMP,” ujar Sihono, kemarin.

Kendati demikian, Sihono menyampaikan, sebenarnya hal tersebut kembali kepada sekolah masing-masing. Sebab, tren masyarakat saat ini tidak lagi semata-mata menyekolahkan anaknya di sekolah yang murah biayanya.

Masyarakat kini memilih sekolah yang dapat memberikan pelayanan pendidikan berkualitas. Sehingga, sekolah swasta memerlukan inovasi supaya bisa bersaing dengan sekolah lain.

Sihono juga mendorong, setidaknya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) banyak membantu sekolah-sekolah swasta, salah satunya melalui regulasi pengendalian sekolah baru.

Selain itu, sambung Sihono, pembatasan jumlah rombel di sekolah negeri. Menanggapi itu, Kepala Disdikbud Johardi menerangkan, sekolah negeri dan swasta dalam PPDB mempunyai hak dan aturan yang sama.

Hanya saja, memang masyarakat lebih banyak memilih ke sekolah negeri. Sehingga, sekolah swasta menjadi opsi kedua. Johardi meminta seluruh kepala sekolah swasta untuk mampu mendorong sekolahnya masing-masing, agar bisa lebih maju dengan meningkatkan mutu dan manajemen sekolah, serta pendekatan kepada masyarakat.

Hal itu diperlukan agar sekolah memiliki nilai jual dan branding yang tinggi. “Untuk pembatasan rombel, peserta maksimal 32, tidak boleh nambah,” jelas pejabat asal Brebes itu. (nam/ela/zul)


Berita Sejenis

Dua kali Bayar, Retribusi Parkir di Obyek Wisata Purin Dikeluhkan

Dua kali Bayar, Retribusi Parkir di Obyek Wisata Purin Dikeluhkan

Retribusi parkir di Obyek Wisata (OW) Purwahamba Indah (Purin) Suradadi Kabupaten Tegal dikeluhkan para wisatawan.


Jumlah Jam Mengajar Sedikit, Guru RA Belum Tersentuh Bantuan

Jumlah Jam Mengajar Sedikit, Guru RA Belum Tersentuh Bantuan

Sejumlah guru Raudhatul Athfal (RA) yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Atfhal (IGRA) membutuhkan perhatian dari Pemkab Tegal.


Diiming-imingi Pulsa dan Uang Jajan, ABG Cabuli Sepupunya selama 10 Bulan

Diiming-imingi Pulsa dan Uang Jajan, ABG Cabuli Sepupunya selama 10 Bulan

Sungguh bejat apa yang dilakukan YF (20), warga Debong Lor Kota Tegal.


Surat Merger Diteken, Mahasiswa Akper Pemkot Tegal Akhiri Mogok Kuliah

Surat Merger Diteken, Mahasiswa Akper Pemkot Tegal Akhiri Mogok Kuliah

Pasca melakukan sejumlah aksi unjuk rasa, mahasiswa Akper Pemkot Tegal kini bersemangat untuk mengikuti agenda perkuliahan


Buron Setahun, Pemalsu BPKB Warga Panggung Dibekuk Polisi

Buron Setahun, Pemalsu BPKB Warga Panggung Dibekuk Polisi

Berakhir sudah pelarian Hanif Abdullah (30), warga Jalan Adonara III Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.


Orang Gila pun Harus Punya KTP-el

Orang Gila pun Harus Punya KTP-el

Disdukcapil Kota Tegal menegaskan, semua masyarakat di wilayah Kota Bahari termasuk orang gila wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).


Mayat Tanpa Busana Ditemukan Penambang Pasir di Sungai Kaligung

Mayat Tanpa Busana Ditemukan Penambang Pasir di Sungai Kaligung

Sesosok mayat misterius tanpa busana ditemukan di area Sungai Kaligung Desa Lebaksiu Kidul Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, Minggu (26/3).


Berada di Luar Kantor saat Jam Kerja, PNS dan Honorer Ditangkap Satpol PP

Berada di Luar Kantor saat Jam Kerja, PNS dan Honorer Ditangkap Satpol PP

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Tegal terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal, kemarin.


Diganti, Bagas Tegaskan Tak Ada Masalah Apa-apa

Diganti, Bagas Tegaskan Tak Ada Masalah Apa-apa

Kendati membantah ‘dilengserkan’ dari jabatannya sebagai Sekda Kabupaten Tegal, Haron Bagas Prakosa legawa posisinya digantikan Widodo Joko Mulyono.


Enthus: Joko Bukan yang Terbaik, tapi Menuju Baik

Enthus: Joko Bukan yang Terbaik, tapi Menuju Baik

Masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Haron Bagas Prakosa sudah lima tahun.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!