Lokal
Share this on:

Selain Mahasiswa, Dosen Juga Tak Mau Akper Ditutup

  • Selain Mahasiswa, Dosen Juga Tak Mau Akper Ditutup
  • Selain Mahasiswa, Dosen Juga Tak Mau Akper Ditutup

TEGAL - Selain seluruh mahasiswa, ternyata jajaran dosen dan pegawai menghendaki agar Akademi Keperawatan (Akper) tetap dibuka. Dasarnya, dari segi kemanfaatan bagi masyarakat lebih besar.

Mereka dibuat resah dan bimbang dengan adanya pernyataan dari Plt Direktur Akper yang mengatakan akan ditutup. Padahal, saat audiensi dengan mahasiswa, Wali Kota Tegal KMT Hj Siti Masitha Soeparno menegaskan tidak ada pernyataan resmi soal penutupan Akper.

Wakil Direktur Akper Pemkot Tegal, Gayuh Siska dihadapan pimpinan dan anggota DPRD Kota Tegal saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum kemarin mengatakan dirinya bersama mahasiswa tetap menginginkan agar pemkot tidak melakukan penutupan. Selanjutnya, diharapkan Pemkot mengajukan permohonan penggabungan (merger) ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

?Dasar kami hasil telaah ilmiah dan diskusi. Kemudian dari sisi kemanfaatan bagi masyarakat lebih besar jika akper merger dengan Kemenkes,? tandasnya.

Pada kesempatan itu, Gayuh juga mempertanyakan tidak kunjung jelasnya sikap pemkot menyangkut nasib akper. Padahal 27 Maret mendatang merupakan batas akhir pengajuan merger ke Kemenkes.

Selain itu, Dosen dan Mahasiswa seolah dibuat bingung dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Plt Direktur Akper. Sebab, keterangan tersebut berbeda dengan pernyataan Wali Kota Tegal saat audiensi dengan Mahasiswa.

?Wali kota saat audiensi di hadapan kami menyatakan tidak akan menutup akper. Tetapi yang membuat kami bingung plt direktur Akper yang notabene adalah pejabat eselon di pemkot menyatakan akper akan ditutup dan dijadikan UPTD,? ujar Gayuh. (muj)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kesandung Korupsi, ASN Tak Akan Diadvokasi

Kesandung Korupsi, ASN Tak Akan Diadvokasi

Sekertaris Daerah (Sekda) Brebes Emastoni Ezam mengaku tidak memberikan bantuan hukum bagi ASN yang tersandung kasus tindak pidana korupsi (tipikor).


Tarif Tak Manusiawi, Pengemudi Go Jek Pilih Mogok

Tarif Tak Manusiawi, Pengemudi Go Jek Pilih Mogok

Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Komunitas Betawi (Brebes, Tegal, dan Slawi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tegal.


Jazad yang Mengambang di Sungai Ketiwon Ternyata Pelajar SMAN 2 Tegal

Jazad yang Mengambang di Sungai Ketiwon Ternyata Pelajar SMAN 2 Tegal

Tak membutuhkan waktu lama, Satreskrim Polres Tegal akhirnya mampu mengungkap identitas korban yang ditemukan mengambang di Sungai Ketiwon.


Tak Perpalang, 6 Perlintasan KA di Pemalang Rawan Kecelakaan

Tak Perpalang, 6 Perlintasan KA di Pemalang Rawan Kecelakaan

Sedikitnya ada enam perlintasan kereta api di Pemalang yang dinilai rawan kecelakan.


Dinilai Tak Adil, Pedagang Pasar Pagi Protes Putusan PN Tegal

Dinilai Tak Adil, Pedagang Pasar Pagi Protes Putusan PN Tegal

Putusan pengadilan yang mengabulkan gugatan sederhana investor terhadap pedagang Pasar Pagi Tegal dinilai tidak adil.


198 SMP di Brebes Masih Unas Pakai Kertas

198 SMP di Brebes Masih Unas Pakai Kertas

Berbeda dengan sekolah tingkat menengah atas, pelaksanaan ujian nasional (unas) tahun 2018 tingkat SMP/MTs di Kabupaten Brebes tak seragam.


Pembegal Tinggalkan Motor Korban di Jalan Sipelem

Pembegal Tinggalkan Motor Korban di Jalan Sipelem

Tak hanya membawa kabur uang ratusan juta rupiah milik korbannya H. Sultoni, kawanan begal juga membawa kabur motor yang dipakai korban.


Paslon Harus Lapor Jika Mau Memperbanyak Bahan Kampanye

Paslon Harus Lapor Jika Mau Memperbanyak Bahan Kampanye

KPU Kabupaten Tegal menyerahkan bahan kampanye (BK) untuk pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati yang berlaga di pemilihan bupati (pilbup) Tegal.


Tiga Hari Tak Keluar Kamar, Penghuni Kos Ditemukan Tewas

Tiga Hari Tak Keluar Kamar, Penghuni Kos Ditemukan Tewas

Sunarto (37), warga Gang Nangka Kelurahan Cabawan Kota Tegal ditemukan tewas berselimutkan sarung di dalam kamar kosnya di Gang Pacitan Kelurahan Sumurpanggang.


Di Kabupaten Tegal, Buat Akta Kelahiran Sehari Jadi, KK Lima Hari

Di Kabupaten Tegal, Buat Akta Kelahiran Sehari Jadi, KK Lima Hari

Tak hanya pemohon pencetakan e-KTP yang membludak, jumlah warga yang mengurus akta kelahiran di Disdukcapil Kabupaten Tegal juga terbilang tinggi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!