Lokal
Share this on:

Seluruh Fraksi Sepakat Akper Dipertahankan

  • Seluruh Fraksi Sepakat Akper Dipertahankan
  • Seluruh Fraksi Sepakat Akper Dipertahankan

TEGAL - Seluruh fraksi yang ada di DPRD Kota Tegal sepakat agar Akademi Keperawatan (Akper) tetap dipertahankan. Karenanya, Dewan meminta kepada Pemerintah Kota Tegal untuk segera membuat surat permohonan merger kepada Kementrian Kesehatan.

Mengingat, deadline pengajuan permohonan merger hanya sampai akhir Maret 2017. Itu terungkap saat rapat dengar pendapat umum yang digelar DPRD kota Tegal dengan civitas akademika Akper Pemkot Tegal Senin (6/3) siang.

Ketua Komisi II Tuty Alawiyah mengatakan pelimpahan aset Akper sesuai mekanisme undang-undang sehingga Pemkot harus mengikutinya. “Kami melihat pelimpahan aset tidak ada masalah karena hanya pencatatannya saja yang masuk kepada pusat. Jadi aset tetap berada di Kota Tegal,”

Juru bicara (Jubir) Fraksi PKB Siti Maryam mengatakan pihaknya sepakat untuk tetap mempertahankan Akper. Sehingga PKB mendorong Pemkot Tegal terutama Walikota segera membuat surat permohonan, sgar Akper dapat merger dengan kementrian.

Hal senada juga diungkapkan juru bicara dari Fraksi Demokrat Bersatu Hendria Priatmana, Pantura Abas Thoya Bawazier, PKS Rahmat Raharjo, Partai Golkar Sisdiono Ahmad dan PDIP Sutari. Menurut Sutari, melihat apa yang disampaikan dosen, karyawan Akper dan mahasiswa maka demi potensi Akper yang ada PDIP menyepakati Akper bergabung dengan Kemenkes.

“ Kalau Walikota tetap ngotot, maka kami mendorong DPRD untuk menggunakan haknya agar persoalan ini dapat terselesaikan,”tandasnya.

Ketua DPRD Kota Tegal mengatakan H. Edi Suripno, SH, MH seluruh pimpinan Fraksi menyetujui Akper bergabung dengan Kemenkes. Selanjutnya pimpinan DPRD akan mengambil sikap politik untuk menekan Pemerintah Kota Tegal agar mempertahankan Akper.

“Seharusnya Walikota menuruti kemauan mahasiswa untuk bergabung dengan Kemenkes. Mengingat aset lebih besar dari mahasiswa sebanyak 88 persen,”katanya.

Uyip (sapaan akrab Edy Suripno) menambahkan DPRD memiliki hak untuk mempertanyakan kebijakan Walikota Tegal. Karenanya, jika memang Walikota tidak segera membuat surat pengggabungan Akper ke Kemenkes maka pihaknya akan segera mengambil sikap politik. (muj)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Anggota Dewan Kabupaten Tegal Siap-siap Terbang ke Medan

Anggota Dewan Kabupaten Tegal Siap-siap Terbang ke Medan

Seluruh anggota DPRD Kabupaten Tegal selama lima hari melakukan kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara.


Ada-ada Saja, Begini Polah Anak saat Ketakutan Diimunisasi Campak dan Rubella

Ada-ada Saja, Begini Polah Anak saat Ketakutan Diimunisasi Campak dan Rubella

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal menggelar serentak imunisasi campak dan rubella di seluruh posyandu di Kabupaten Tegal.


Pegawai Pemkot Tegal Disumpah Antikorupsi

Pegawai Pemkot Tegal Disumpah Antikorupsi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin ikrar sumpah antikorupsi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal.


Jaga Kondusifitas, Kapolsek Diperintahkan Pantau Pembagian Daging Kurban

Jaga Kondusifitas, Kapolsek Diperintahkan Pantau Pembagian Daging Kurban

Seluruh Kapolsek yang berada di wilayah Polres Tegal Kota diinstruksikan untuk turun kelapangan saat pembagian daging kurban dalam perayaan Idul Adha pekan depa


Tunggu Rapat Antar Menteri, Keputusan Merger Pemkot Tegal Belum Ada

Tunggu Rapat Antar Menteri, Keputusan Merger Pemkot Tegal Belum Ada

Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot Tegal telah menjalani visitasi sebagai salah satu persyaratan merger atau penggabungan ke Kemenkes.


Wali Kota Tegal Siap Laksanakan Instruksi Mendagri

Wali Kota Tegal Siap Laksanakan Instruksi Mendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyampaikan tiga hal penting kepada 98 wali kota dari seluruh Indonesia saat Rakernas APEKSI XII.


Siswa Baru di Kota Tegal Sepakat Perangi Narkoba

Siswa Baru di Kota Tegal Sepakat Perangi Narkoba

Untuk mengoptimalkan Program P4GN di kalangan murid sekolah, BNN Kota Tegal menyampaikan materi dalam Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).


Duh... Sering Digunakan untuk Mesum, Gedung PAUD Dipagari

Duh... Sering Digunakan untuk Mesum, Gedung PAUD Dipagari

Karena seringnya dijadikan tempat pacaran saat malam hari, warga sepakat membangun pagar keliling di halaman PAUD Sedap Malam Pemalang.


Ketahuan Plonco Siswa Baru, Sekolah Akan Disanksi Tegas

Ketahuan Plonco Siswa Baru, Sekolah Akan Disanksi Tegas

Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes, Tahroni menegaskan kepada seluruh sekolah untuk tidak melibatkan senior pada masa pengenalan lingkungan sekolah.


Warga Tegal Sepakat Berantas Narkoba

Warga Tegal Sepakat Berantas Narkoba

Seluruh warga dari berbagai elemen berkomitmen akan memberantas dan mencegah peredaran narkoba.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!