Lokal
Share this on:

Sering Banjir Bandang, Sungai Cacaban Dinormalisasi Rp500 Juta

  • Sering Banjir Bandang, Sungai Cacaban Dinormalisasi Rp500 Juta
  • Sering Banjir Bandang, Sungai Cacaban Dinormalisasi Rp500 Juta

SLAWI - Banjir bandang yang menerjang Dukuh Jatiwerna Desa Jatibogor Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal, Rabu (4/1) lalu, disebabkan lantaran pendangkalan Sungai Cacaban. Selain itu, tekstur sungai yang bekelok-kelok, juga kian menambah parah terjangan arusnya saat debit air sungai meningkat.

Itulah sebabnya, normalisasi Sungai Cacaban akan dilanjutkan tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, untuk menormalisasinya Pemprov Jawa Tengah melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) sudah mengalokasikan anggaran hingga Rp500 juta.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal Tedjo Kisworo menegaskan normalisasi berupa pelurusan alur Sungai Cacaban bertujuan untuk mengurangi dampak luapan air sungai. Sehingga diharapkan di Desa Sidaharja dan Jatibogor Kecamatan Suradadi, serta Plumbungan dan Kemuning Kecamatan Kramat tidak akan terendam banjir lagi.

?Banjir di Kabupaten Tegal bersifat sporadis. Seperti yang terjadi di Dukuh Jatiwerna Desa Jatibogor dan Dukuh Pontong Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, juga di Desa Plumbungan dan Kemuning di Kecamatan Kramat,? papat Tedjo.

Menurut Tedjo, karena alur Sungai Cacaban berkelok-kelok dan dangkal, saat curah hujan tinggi, sungai tidak mampu menampung air dan meluap ke daerah aliran sungai (DAS) yang dilaluinya.

Kelanjutan normalisasi Sungai Cacaban diamini Pengelola Banjir Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Pemali-Comal Likha Susiana Widanti. Likha menjelaskan ada dua kegiatan normalisasi Sungai Cacaban dengan alokasi anggaran Rp500 juta.

?Kegiatan akan dimulai setelah musim hujan, kira-kira Agustus mendatang. Normalisasi akan dilakukan di Desa Sidaharja,? terangnya.

Sebelumnya di akhir 2015 lalu, alur Sungai Cacaban sudah pernah dinormalisasi Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng. Ditambahkan Likha, banjir di Desa Sidaharja disebabkan banyaknya warga yang mendirikan bangunan liar di atas bantaran banjir. (muj/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Jembatan Rajegwesi Ambruk, Truk Tronton Ikut Masuk Tercebur ke Sungai

Jembatan Rajegwesi Ambruk, Truk Tronton Ikut Masuk Tercebur ke Sungai

Jembatan di Desa Rajegwesi Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, Sabtu (21/4) sekitar pukul 13.45 ambruk.


Belum Seluruh Perusahaan di Tegal Gaji Karyawan Sesuai UMK Rp1,6 Juta

Belum Seluruh Perusahaan di Tegal Gaji Karyawan Sesuai UMK Rp1,6 Juta

Pemkot Tegal telah menetapkan upah minimum kerja (UMK) senilai Rp1,6 juta per Januari kemarin.


Usai Diotopsi, Pelajar yang Jazadnya Mengambang di Sungai Ketiwon Dimakamkan

Usai Diotopsi, Pelajar yang Jazadnya Mengambang di Sungai Ketiwon Dimakamkan

Setelah menjalani otopsi di RSUD dr. Soeselo Slawi, jenazah Muhammad Bagus Pamungkas, yang ditemukan mengambang di Sungai Ketiwon dimakamkan, Kamis (19/4).


Jazad yang Mengambang di Sungai Ketiwon Ternyata Pelajar SMAN 2 Tegal

Jazad yang Mengambang di Sungai Ketiwon Ternyata Pelajar SMAN 2 Tegal

Tak membutuhkan waktu lama, Satreskrim Polres Tegal akhirnya mampu mengungkap identitas korban yang ditemukan mengambang di Sungai Ketiwon.


Mayat Misterius yang Mulai Membusuk Ditemukan di Sungai Ketiwon

Mayat Misterius yang Mulai Membusuk Ditemukan di Sungai Ketiwon

Sesosok mayat ditemukan mengambang di Sungai Ketiwon Dukuh Surabayan Kelurahan Dampyak Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, Rabu (18/4).


Gondol Uang Rp300 Juta, Polisi Kumpulkan CCTV di Jalur yang Dilewati Begal

Gondol Uang Rp300 Juta, Polisi Kumpulkan CCTV di Jalur yang Dilewati Begal

Kasus pembegalan yang menimpa H. Sultoni, warga Jalan Sepat Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal terus diusut jajaran Polsek Tegal Barat.


Pembegal Tinggalkan Motor Korban di Jalan Sipelem

Pembegal Tinggalkan Motor Korban di Jalan Sipelem

Tak hanya membawa kabur uang ratusan juta rupiah milik korbannya H. Sultoni, kawanan begal juga membawa kabur motor yang dipakai korban.


Baru Pulang dari Bank, Uang Rp300 Juta Dibegal Bersenjata Tajam

Baru Pulang dari Bank, Uang Rp300 Juta Dibegal Bersenjata Tajam

Aksi pembegalan kembali terjadi di Kota Tegal. Kali ini menimpa H. Toni di Jalan Sepat Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal.


Waduk Cacaban Terancam Jebol

Waduk Cacaban Terancam Jebol

Kegiatan penambangan atau galian C di wilayah Kabupaten Tegal sudah mengkhawatirkan. Keberadaannya mengancam permukiman warga dan Waduk Cacaban.


Nyetrum Ikan di Sungai Bisa Dipenjara

Nyetrum Ikan di Sungai Bisa Dipenjara

Bagi warga yang biasa menangkap ikan dengan cara menyetrum dengan aki, menebar potasium, dan sebagainya, sanksi tegas menanti.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!