• Home
  • Berita Lokal
  • Tak Mau Sendirian, AN Cokot Sekretaris dan Ketua KONI Kota Tegal

Lokal
Share this on:

Tak Mau Sendirian, AN Cokot Sekretaris dan Ketua KONI Kota Tegal

  • Tak Mau Sendirian, AN Cokot Sekretaris dan Ketua KONI Kota Tegal
  • Tak Mau Sendirian, AN Cokot Sekretaris dan Ketua KONI Kota Tegal

TEGAL - Tak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya seorang diri, Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tegal, AN, melalui Kuasa Hukumnya, H. Imawan Sugiarto SH MH, Jumat (17/3), mulai 'ngoceh' dan menyatakan bahwa ketua, sekretaris, dan para ketua cabang olahraga (cabor) KONI Kota Tegal ikut terlibat dalam kasus korupsi yang membelitnya.

?Menurut kami, yang namanya perbuatan tindak pidana korupsi tidak mungkin dilakukan seorang diri atau satu orang saja. Apalagi ini terjadi di tubuh suatu organisasi seperti KONI,? jelas Imawan kepada wartawan kemarin.

Kliennya, kata dia, sudah memiliki banyak bukti yang tidak akan dibuka sekarang. Dari bukti-bukti yang ada, mengindikasikan pelakunya tidak hanya AN, tetapi pengurus KONI lainnya.

?Bukti soal pengurus yang sama-sama menikmati uang ilegal dari KONI akan kami sampaikan ke kejaksaan. Ini kami lakukan agar kasus ini bisa dikembangkan oleh penyidik. Jadi yang utama, akan kami beberkan semua bukti-buktinya ke penyidik agar bisa menjerat pelaku lainnya,? katanya.

Menurut Imawan, perbuatan AN, selaku bendahara KONI dalam kasus itu, jelas didukung ketuanya. Semua keuangan yang dikeluarkan bendahara juga didisposisi oleh ketua.

Karena itu, dia khawatir kasus ini tidak berkembang jika penyidik tidak mau menindaklanjutnya. ?Kami berharap semua elemen masyarakat bisa mengawal agar kejaksaan tidak tebang pilih untuk mendudukan seseorang jadi tersangka dalam kasus ini,? imbuhnya.

Namun Imawan yakin Kejaksaan akan menindaklanjuti bukti-bukti yang ada. Apakah mereka berani atau tidak menindaklanjuti itu, sebagai penyidik mereka harus berani, mereka harus profesional.

Menurut Imawan, ini demi tegaknya supremasi hukum di Kota Tegal. Jangan hanya mengorbankan pihak tertentu saja, sementara banyak pihak lain yang ikut menikmati uangnya tapi malah dibiarkan.

Soal kerugian negara, sesuai hasil perhitungan Tim BPKP adalah Rp921 juta, rinci Imawan, juga dinikmati pihak-pihak lain. Ini nanti yang akan diungkap di pengadilan. Dana sebesar itu jelas-jelas menjadi bancakan banyak pihak, bukan hanya kliennya seorang diri.

?Kami punya bukti sejumlah kwitansi yang dikeluarkan bendahara atas disposisi ketua, termasuk ditandatangani para ketua cabor. Artinya, pengeluaran yang dikeluarkan bendahara tidak sendiri,? tegasnya.

Soal informasi adanya pemalsuan tanda tangan ketua atau tanda tangan yang di-scanner, memang ada. Itu terkait masalah keuangan kas umum, ada yang ditangani AN dan ada juga berbentuk scanner ketua. Tapi ada juga tanda tangan asli dari ketua.

Yang jadi persoalan, lanjutnya, sebagai suatu organisasi sehat tentunya ketika ada pertanggungjawaban penggunaan keuangan, seorang ketua juga harus tahu dan ikut mengawasi. Tapi faktanya, ada kejadian tanda tangan di-scanner, namun ketua diam saja seolah membiarkan terjadinya sebuah tindak kejahatan.

?Ya, memang ada scanner tanda tangan ketua yang dibuat oleh siapa kami tidak tahu. Ketika ditanya penyidik yang membuat proposal siapa, kliennya (AN, Red.) memang mengaku dia yang mengkonsepnya. Tapi konsep itu kemudian diplenokan. Ketika diplenokan, semuanya disetujui. Dan disitu juga ada temuan scanner ketua. Ternyata scanner ini bukan hanya di kas umum saja, tapi juga di proposal kegiatan. Ini menunjukan organisasi KONI tidak sehat. Apalagi ini dilakukan beberapa kali. Jadi, kalau ketua umum jeli, ada kepedulian, tegur dong. Jika perlu jangan dilaporkan dulu,? beber Imawan.

Selain masalah di atas, lanjut dia, ada juga indikasi dana dobel anggaran, yakni dana dari KONI dan sponsor. Hal itu seharusnya tidak boleh dan uangnya dikembalikan. Tapi faktanya ini terjadi berulang kali dan jelas-jelas merugikan negara.

Jika ada dana sponsor, kata Imawan, seharusnya tidak perlu menggunakan dana dari KONI. Tapi yang terjadi, uang dari sponsor dan KONI sama-sama dipakai.

?Melihat bukti-bukti yang ada, kami yakin banyak pihak yang terlibat. Tapi soal ini biar nanti kejaksaan yang menyebutkan. Kami hanya menyodorkan buktinya dan tinggal menunggu langkah penyidik bersikap profesional,? ulasnya.

Imawan mengaku siap jika keterangannya kepada media akan berimbas terhadap dirinya, semisal teror atau tindakan lain yang tidak diinginkan. Namun dia mengaku tidak takut dan siap menghadapinya. ?Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT. Itu sudah menjadi risiko dan konsekuensi kami,? ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Tegal Hartono saat dikonfirmasi Radar Tegal melalui telepon genggamnya terkait pernyataan kuasa hukum tersangka AN yang menyeret namanya dalam kasus korupsi dana KONI, memilih no comment atau enggan berkomentar. (gus/wan/fat/zul)


Berita Sebelumnya

Pentol.... Tegal Jadi Kota Kuliner
Pentol.... Tegal Jadi Kota Kuliner

Berita Berikutnya

Talut Sungai di Ciseureuh Jebol
Talut Sungai di Ciseureuh Jebol

Berita Sejenis

Ada Tol, Pemkab Tegal Bisa Tingkatkan Ekonomi dan Wisata

Ada Tol, Pemkab Tegal Bisa Tingkatkan Ekonomi dan Wisata

Pemkab Tegal diminta mulai mempersiapkan infrastruktur pendukung seiiring keberadaan jalan tol Trans Jawa yang saat ini sedang dibangun.


Pemilih di Pilbup Tegal Tembus 1,2 Juta Orang

Pemilih di Pilbup Tegal Tembus 1,2 Juta Orang

Sebanyak 2.577 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) diterjunkan untuk memutakhir data pemilih pemilihan bupati (pilbup) Tegal mulai Sabtu (20/1) besok.


Izin Melaut Cantrang, Tunggu SE Menteri KKP Diteken

Izin Melaut Cantrang, Tunggu SE Menteri KKP Diteken

Hingga saat ini Kantor Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) belum bisa mengeluarkan izin bagi kapal cantrang.


Ke Bidan, Warga di Tegal Harus Berjalan 10 Kilometer

Ke Bidan, Warga di Tegal Harus Berjalan 10 Kilometer

Zaman now bagi warga Dusun Karangsari Desa Wotgalih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal tetap saja susah.


Coklit Data Pemilih, Bakal Calon Menjadi yang Pertama Didatangi

Coklit Data Pemilih, Bakal Calon Menjadi yang Pertama Didatangi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal akan memulai proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pilkada, Sabtu (20/1) besok.


Ada Kekurangan Dokumen, Calon Tak Bisa Ditetapkan

Ada Kekurangan Dokumen, Calon Tak Bisa Ditetapkan

KPU Kabupaten Tegal memberi kesempatan dua paslon bupati-wakil bupati yang dokumen persyaratannya belum lengkap untuk melakukan perbaikan.


Dipanggil Panwaslu, Kades Mangkir

Dipanggil Panwaslu, Kades Mangkir

Dua aparatur sipil negara (ASN) yang diduga terlibat dalam politik akhirnya diklarifikasi oleh Panitia Panwaslu Kabupaten Tegal, kemarin.


Bejat! Anak 6 Tahun Disodomi Tetangganya

Bejat! Anak 6 Tahun Disodomi Tetangganya

Sungguh bejad perbuatan yang dilakukan oleh MAY, warga Panggung Tegal Timur.


Cantrang Dibolehkan, Nelayan Belum Tenang

Cantrang Dibolehkan, Nelayan Belum Tenang

Meski kembali diperbolehkan untuk melaut, namun nelayan cantrang di Kota Tegal mangaku telah merugi hingga puluhan juta rupiah.


Abrasi Parah, Anggota Dewan Minta Giatkan Penanaman Mangrove

Abrasi Parah, Anggota Dewan Minta Giatkan Penanaman Mangrove

Abrasi di kawasan pantai utara (pantura) Kabupaten Tegal terus terjadi.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!