• Home
  • Berita Lokal
  • Terowongan Sering Terendam Air, Warga Minta Dibuatkan Jalan Baru

Lokal
Share this on:

Terowongan Sering Terendam Air, Warga Minta Dibuatkan Jalan Baru

  • Terowongan Sering Terendam Air, Warga Minta Dibuatkan Jalan Baru
  • Terowongan Sering Terendam Air, Warga Minta Dibuatkan Jalan Baru

Pemkab Brebes mempertemukan warga Cimohong, dengan perwakilan DAOP III KAI Cirebon untuk menyelesaikan polemik terowongan.

BREBES - Pemkab Brebes mempertemukan warga Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba dengan perwakilan DAOP III KAI (Daerah Operasi III Kereta Api Indonesia) Cirebon untuk menyelesaikan polemik terowongan (underpass) double track yang dinilai menghambat akses warga Cimohong. Fasilitasi yang dilakukan Pemkab Brebes ini sebagai tindaklanjut dari aksi ribuan warga yang mencoba memblokade rel KA di wilayah tersebut sehari sebelumnya.

Rapat yang dipimpin oleh Asisten II Sekda M. Iqbal di ruang OR Setda Brebes menghadirkan perwakilan warga bersama anggota DPRD Brebes, Trisno Warsumdemah dengan pihak PT KAI serta unsur terkait lainnya.

Warga kembali menyuarakan keresahan penderitaan mereka yang sudah lima tahun belakangan akses jalannya terganggu oleh keberadaan terowongan KA yang sempit dan kecil. Terowongan tersebut juga sudah menjadi langganan banjir. Sehingga sudah tidak layak untuk aktifitas warga.

"Warga tidak muluk-muluk, kami sudah cukup bersabar menderita lima tahun. Hanya ingin bisa mendapatkan akses jalan yang layak," kata Lukmah Hasim, salah seorang tokoh masyarakat Cimohong, kemarin.

Baca:

Bakar Ban, Warga Cimohong, Brebes Marah Blokade Perjalanan Kereta Api

Dia menyampaikan dua opsi yang harus segera dilakukan, yaitu menguras genangan air di underpass sekaligus mencari titik masalah air. Baik dengan pompanisasi maupun yang lainnya. Selain itu juga memperbaiki kondisi infrastruktur di lokasi yang juga rusak akibat genangan air.

"Setidaknya itu yang paling dibutuhkan warga saat ini untuk jangka pendek," ungkapnya.

Warga juga mendesak pihak terkait untuk membuka akses jalan baru sebagai solusi jangka panjang. Yakni dengan membuka jalan baru di sisi rel KA sepanjang 500 meter ke arah timur dan masuk ke pantura.

Jalan tersebut juga sudah pernah dilakukan saat berlangsungnya pembangunan double track di wilayah tersebut. Asisten II M. Iqbal meminta solusi yang diminta warga segera ditindaklanjuti secepat mungkin tanpa mengulur-ulur waktu.

Dia menginstruksikan jajaran SKPD terkait untuk melakukan penanganan darurat meski bersifat sementara. Pihaknya pun sepakat jika memang underpass tidak bisa diperbesar, maka perlu ada akses jalan baru bagi warga.

Apalagi, jalan yang diminta juga sudah pernah dilakukan. Sayangnya, Daop III kembali tidak bisa memberi kepastian yang tegas.

Perwakilan yang datang kembali menjanjikan untuk berupaya merealisasikan harapan warga tersebut. Namun, kebijakan tersebut menjadi kewenangan dari pemerintah pusat. (ism/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Rumah Warga Guci Terbakar usai Tersambar Petir

Tiga Rumah Warga Guci Terbakar usai Tersambar Petir

Sedikitnya tiga rumah di Desa Guci RT 3 RW 2 Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal terbakar, Kamis (27/4) siang.


Polisi Siapkan 1.000 Lebih Personel Amankan Mudik dari Brebes Hingga Semarang

Polisi Siapkan 1.000 Lebih Personel Amankan Mudik dari Brebes Hingga Semarang

Rombongan tim dari Mabes Polri kembali mengecek kesiapan jalan tol Pejagan-Pemalang Seksi III dan IV, kemarin.


Misterius, Sudah Lima Hari Tiga ABG Tak Pulang-pulang

Misterius, Sudah Lima Hari Tiga ABG Tak Pulang-pulang

Tiga anak baru gede (ABG) asal Petarukan dinyatakan hilang. Ketiganya meninggalkan rumah sejak Sabtu sore (22/4) pukul 16.00.


Jaring Peserta Baru, BPJS Kesehatan Tegal Ada di Tiap Kantor Kecamatan

Jaring Peserta Baru, BPJS Kesehatan Tegal Ada di Tiap Kantor Kecamatan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang Tegal akan memulai penetrasi pendaftaran peserta baru ke kantor-kantor kecamatan.


‘Diguncang’ Gempa, Puluhan Warga Slawi Luka-luka

‘Diguncang’ Gempa, Puluhan Warga Slawi Luka-luka

Sejumlah warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah.


Pimen Kiye... Jalan ke Situs Kingkong dan Gajah Purba kok Rusak

Pimen Kiye... Jalan ke Situs Kingkong dan Gajah Purba kok Rusak

Rasa penasaran warga untuk melihat langsung fosil Kingkong di Situs Purbakala Semedo terkendala akses jalan ke kawasan tersebut yang rusak parah.


Antisipasi Mudik Lebaran, Jalingkut Mulai Disiapkan

Antisipasi Mudik Lebaran, Jalingkut Mulai Disiapkan

Jalan lingkar utara (jalingkut) mulai dipersiapkan untuk jalur alternatif mudik tahun ini.


Pendaki Gunung Slamet Dilarang Gunakan HP

Pendaki Gunung Slamet Dilarang Gunakan HP

Belajar dari musibah yang menewaskan sejumlah pendaki di Gunung Prahu, warga yang melakukan pendakian di Gunung Slamet diminta untuk waspada.


H-10 Lebaran, Tol Pejagan-Pemalang Siap Dilalui Pemudik

H-10 Lebaran, Tol Pejagan-Pemalang Siap Dilalui Pemudik

Proses pengerjaan proyek jalan tol Pejagan-Pemalang ditarget mencapai 80 persen pada H-10 Lebaran mendatang.


Ganti Rugi Tahap Pertama Rp17,3 Miliar, Mulai Dibayar

Ganti Rugi Tahap Pertama Rp17,3 Miliar, Mulai Dibayar

Warga pemilik lahan yang terkena dampak pembangunan flyover Kretek Desa Taraban Paguyangan mulai menerima pembayaran uang ganti rugi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!