Lokal
Share this on:

Tuntutan Tak Kunjung Dipenuhi, Mahasiswa Akper Istighotsah

  • Tuntutan Tak Kunjung Dipenuhi, Mahasiswa Akper Istighotsah
  • Tuntutan Tak Kunjung Dipenuhi, Mahasiswa Akper Istighotsah

TEGAL - Hingga saat ini polemik terkait rencana penutupan Akper oleh Pemkot Tegal masih terus bergulir. Mahasiswa pun menghendaki Pemkot Tegal segera membuat dan mengirimkan surat permohonan merger dengan Kemenkes ke Pemerintah Pusat.

Sehingga nasib keberadaan Akper bisa segera dipastikan dan Mahsiswa dapat melanjutkan pendidikannya disana. Terkait keinginan tersebut, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) masih terus melakukan aksi mogok kuliah.

Itu dilakukan sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap rencana penutupan tersebut. Selama mogok kuliah, mereka menggelar sejumlah aksi dari unjuk rasa hingga solidaritas.

Seperti yang dilakukan, Jumat (17/3), mereka menggelar kegiatan doa bersama yang dikemas dalam istighotsah di kampus mereka. Aksi mereka lanjutkan dengan melakukan pembagian nasi bungkus kepada kaum dhuafa.

Ketua IKM Sri Fajar Anggraeni mengatakan kegiatan yang digelar pada hari ini memang berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya. Namun demikian pada intinya sama meminta kejelasan terkait nasib Akper.

?Meski berbeda, namun tuntutan kami sama. Merger dengan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan menolak rencana penutupan,? paparnya.

Menurut Sri, selain istigotsah juga dilakukan kegiatan simpatik diantaranya membagikan leaflet dan nasi bungkus kepada masyarakat. Menurutnya, selama akper belum ada kejelasan, maka mahasiswa akan terus melakukan aksi dan mogok kuliah. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Balai Kota Tegal ?Kebakaran?
Balai Kota Tegal ?Kebakaran?

Berita Sejenis

Ini Dia Guru Asal Tegal yang Lolos Mengajar di Makkah

Ini Dia Guru Asal Tegal yang Lolos Mengajar di Makkah

Tak menyangka, seorang guru di SMP Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal mendapat tugas untuk mengajar di Luar Negeri yakni di Kota Suci Makkah.


Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Jalur penghubung dua kecamatan di Kabupaten Brebes tertutup dan tak bisa dilalui kendaraan, Sabtu (17/2) lalu.


Jalur Pantura: Habis Hujan, Terbitlah Lubang

Jalur Pantura: Habis Hujan, Terbitlah Lubang

Pascadiguyur hujan lebat selama sepekan terakhir, kondisi jalur pantura yang masuk dalam wilayah Kecamatan Suradadi hingga Warureja dipenuhi lubang.


Peduli Banjir, Mahasiswa Gelar Aksi Galang Dana

Peduli Banjir, Mahasiswa Gelar Aksi Galang Dana

Sejumlah mahasiswa dari sebuah universitas negeri di Kota Tegal menggelar aksi penggalangan dana disejumlah titik di Kota Tegal, Selasa (13/2) siang.


Tak Melaut, 3.212 Nelayan Dibantu Beras paceklik

Tak Melaut, 3.212 Nelayan Dibantu Beras paceklik

Sebanyak 3.212 nelayan di Kabupaten Tegal menerima bantuan beras paceklik.


Terendam Banjir, Terowongan Kalinyamat Kulon Tak Bisa Dilewati

Terendam Banjir, Terowongan Kalinyamat Kulon Tak Bisa Dilewati

Banjir di sejumlah wilayah di Kota Tegal, juga kembali merendam akses transportasi.


Mahasiswa Minta Calon Kepala Daerah Tak Omdo

Mahasiswa Minta Calon Kepala Daerah Tak Omdo

Audiensi dengan Komisioner KPU yang diminta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Tegal batal dilaksanakan.


Pamit ke Sawah, Nenek Tak Pulang-pulang

Pamit ke Sawah, Nenek Tak Pulang-pulang

Seri (60), petani dari Desa Danareja RT 5 RW 3 Kecamatan Balapulang KabupatenTegal diduga hilang dan hanyut di sungai,


Tak Lolos Verifikasi, Nelayan Cantrang Kota Tegal Protes

Tak Lolos Verifikasi, Nelayan Cantrang Kota Tegal Protes

Sejumlah nelayan kembali menggelar aksi protes didepan kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kota Tegal.


Diminta Bayar Rp160 Juta, Pedagang Pasar Pagi Wadul ke Wali Kota

Diminta Bayar Rp160 Juta, Pedagang Pasar Pagi Wadul ke Wali Kota

Pedagang Pasar Pagi belakangan tak bisa tenang melakukan aktivitasnya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!