• Home
  • Berita Lokal
  • Wow... Jumlah Gay di Kabupaten Pekalongan Diperkirakan Tembus 4.046 Jiwa

Lokal
Share this on:

Wow... Jumlah Gay di Kabupaten Pekalongan Diperkirakan Tembus 4.046 Jiwa

  • Wow... Jumlah Gay di Kabupaten Pekalongan Diperkirakan Tembus 4.046 Jiwa
  • Wow... Jumlah Gay di Kabupaten Pekalongan Diperkirakan Tembus 4.046 Jiwa

Perilaku seks menyimpang di Kabupaten Pekalongan cukup mengkhawatirkan.

KAJEN - Perilaku seks menyimpang di Kabupaten Pekalongan cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, populasi masyarakat dengan perilaku menyimpang ini diperkirakan sudah mencapai angka ribuan dari total populasi di Kota Santri.

Padahal, perilaku seks menyimpang ini menjadi faktor utama penyebaran virus HIV/AIDS. Salah satu populasi kunci yang berisiko AIDS adalah kaum gay atau laki-laki seks laki-laki (LSL), dimana di Kabupaten Pekalongan diperkirakan populasinya mencapai 4.046 jiwa.

Data tersebut berdasarkan estimasi dari Kemenkes 2012 yang berpotensi bertambah mengikuti perkembangan jumlah penduduk.

Muhammad Iqbal Masruri, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pekalongan mengungkapkan, kaum gay biasanya timbul karena faktor lingkungan yang mempengaruhi orientasi seks lain pada seorang lelaki.

"Faktor lain bisa diakibatkan karena trauma psikologis, seperti dikhianati atau disakiti pasangannya, yang pada akhirnya membuat orang tersebut menemukan kenyamanan dengan sesama jenis," ujar Iqbal, kemarin.

"Kelainan psikologis ini bisa menular, terutama kalau kondisi psikologis kita tidak stabil, maka dapat menular. Tapi butuh proses atau jalan yang panjang. Sehingga kita perlu memahami diri kita sebagaimana manusia yang diciptakan Tuhan dengan dua jenis, yakni laki-laki dan perempuan," imbuhnya menjelaskan.

Menurutnya, secara penelitian tidak ada yang menyebutkan bahwa sifat gay atau homo timbul sejak lahir. Lelaki sejak lahir sudah jelas memiliki sifat dan biologis sebagai laki-laki, begitu pula dengan perempuan. Hal itu lebih dikarenakan faktor lingkungan dan trauma psikologis.

"Di Kabupaten Pekalongan, berdasarkan estimasi dari Kemenkes 2012, jumlah pria gay diperkirakan mencapai 4.046 jiwa. Jumlah tersebut kemungkinan berkembang pesat. Sampai sekarang data baru belum ada, tapi apabila Kemenkes menerbitkan data yang terbaru, pasti langsung dipublikasikan," kata dia.

Dikatakan, perilaku menyimpang itu cenderung mereka sadari, sehingga rata-rata mereka menutup diri. Orientasi seks yang berbeda ini tidak tampak, bahkan nyaris tak ada yang mencurigakan.

"Mereka berada di antara kita. Sama dengan pria-pria lain, cuma mereka punya ketertarikan dengan sesama. Artinya, mata mereka lebih tertari melihat pria daripada wanita," jelasnya.

Meski demikian, lanjut dia, perilaku LSL ini dapat menjadi boomerang bagi mereka. Pasalnya, bahaya virus HIV/AIDS membayangi hidup mereka. Sebab kebiasaan berhubungan dengan sesama ini merupakan perilaku berisiko penyebaran wabah HIV yang hingga kini belum ada obatnya.

Ia mengungkapkan, 4 persen dari total 187 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan yang berhasil ditemukan berasal dari kaum gay atau pria dengan kebiasaan seks sesama jenis. Sementara, diprediksi jumlah pengida HIV/AIDS di Kota Santri yang belum terdeteksi berdasarkan estimasi dari KPA Provinsi mencapai 1204 orang.

"Kasus AIDS ini seperti fenomena gunung es. Kini yang ditemukan baru permukaan kecilnya saja, sedangkan yang belum terdeteksi masih banyak lagi," terangnya.

Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting untuk turut mengingatkan ke arah yang baik, termasuk dengan hal-hal yang berisiko aids. "Kalau memang ada saudara kita yang punya orientasi seks seperti itu, tugas kita adalah mengingatkan, namun tidak serta merta menyalahkan dan mendiskriminasi. Melainkan membantunya untuk menemukan hal yang seharusnya dilakukan. Memang secara agama itu salah, tapi untuk mengingatkannya harus dengan cara yang baik, yang penting tidak meresahkan masyarakat yang lain," terangnya. (yan/jpg)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Duh... Cemburu, Pemilik Salon Dianiaya Pasangan Sesama Jenisnya

Duh... Cemburu, Pemilik Salon Dianiaya Pasangan Sesama Jenisnya

Sori (40), pemiilik Sori Rumah Manten asal Tarub Kabupaten Tegal diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan teman prianya


Banjir Brebes, 5.200 Orang Masih Mengungsi

Banjir Brebes, 5.200 Orang Masih Mengungsi

Jumlah pengungsi di hari kedua pasca banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Pemali di Desa Terlangu Kabupaten Brebes, berangsur berkurang.


Tanggul Jebol di Empat Titik, Penyebab Utama Banjir di Brebes

Tanggul Jebol di Empat Titik, Penyebab Utama Banjir di Brebes

Banjir yang menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Brebes, belum menunjukkan tanda-tanda surut, dengan ketinggian bervariasi.


Hampir Saja Diinjak-injak Ibunya, Seorang Balita Langsung Diamankan Polisi

Hampir Saja Diinjak-injak Ibunya, Seorang Balita Langsung Diamankan Polisi

Warga Desa Sokawangi Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang digegerkan dengan aksi penganiayaan ibu kandung terhadap anaknya sendiri.


Bupati Nyatakan Brebes Siaga 1 Banjir

Bupati Nyatakan Brebes Siaga 1 Banjir

Sejumlah kecamatan di Kabupaten Brebes hingga kini masih tergenang banjir.


Banjir Masih Merendam Brebes, Jumlah Pengungsi Bertambah

Banjir Masih Merendam Brebes, Jumlah Pengungsi Bertambah

Hingga kini banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Brebes belum juga surut.


Terendam Lumpur, Ribuan Hektare Padi dan Bawang Terancam Puso

Terendam Lumpur, Ribuan Hektare Padi dan Bawang Terancam Puso

Ribuan hektare tanaman milik petani di sebagian wilayah Kabupaten Brebes terancam gagal panen.


GOR Penuh, DPRD Brebes pun Dijadikan Tempat Pengungsian

GOR Penuh, DPRD Brebes pun Dijadikan Tempat Pengungsian

Gedung DPRD Kabupaten Brebes dijadikan lokasi pengungsian banjir yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Brebes.


Diterjang Banjir Bandang, Pray For Brebes

Diterjang Banjir Bandang, Pray For Brebes

Banjir bandang nasih menggenangi beberapa titik di Kabupaten Brebes, Jumat (16/2).


Banjir Tak Kunjung Surut, Posko Pengungsian Dipindah Ke GOR

Banjir Tak Kunjung Surut, Posko Pengungsian Dipindah Ke GOR

Lantaran banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Brebes tak kunjung surut, ratusan warga dari empat desa Dipindah Ke GOR Sasana Kridha Adhikarsa.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!