Nasional
Share this on:

Anggap Hary Tanoe Korban Kriminalisasi, Datangi Komnas HAM

  • Anggap Hary Tanoe Korban Kriminalisasi, Datangi Komnas HAM
  • Anggap Hary Tanoe Korban Kriminalisasi, Datangi Komnas HAM

JAKARTA - Presidium Alumni 212 melaksanakan long march dari Masjid Agung Sunda Kelapa ke kantor Komnas HAM, kemarin. Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi dalam isu penegakan hukum.

Di antaranya, menolak penetapan tersangka oleh Bareskrim Polri kepada Hary Tanoesoedibjo (HT) dalam kasus pesan singkat (SMS) bernada ancaman kepada jaksa. Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo menyatakan, HT tidak seharusnya menjadi tersangka.

Pesan singkat CEO MNC Group kepada Kasubdit Penyidikan pada JAM Pidsus Kejagung Yulianto, menurut Sambo, sama sekali tidak bernada ancaman sehingga tidak ada unsur pidana. ”Itu jadi bagian balas dendam politik,” kata dia kemarin.

Dalam kasus tersebut, Sambo berpendapat, HT dizalimi. Karena itu, HT layak dibela Presidium Alumni 212. Dia menegaskan, sama sekali tidak ada motif lain dalam agenda pembelaan tersebut. ”Kalau kamu dikriminalisasi, ya kami bantu,” tegasnya.

Salah satu bentuk bantuan itu, sambung Sambo, bisa ditunjukkan dengan menyampaikan aspirasi kepada Komnas HAM. Dia pun menegaskan tidak pandang bulu membela siapa pun yang dizalimi. ”Kami tidak milih orang. Siapa pun yang dizalimi, kami bikin aduan,” terang dia.

Sambo menegaskan, Presidum Alumni 212 tidak akan berhenti melawan kezaliman dan ketidakadilan yang terjadi. Apalagi yang dilakukan penguasa kepada rakyat. ”Mulai ulama, aktivis, tokoh politik, hingga ormas,” imbuhnya.

”HT adalah korban kriminalisasi, juga korban ketidakadilan dan kezaliman penguasa,” tambah dia.

Kepastian bahwa tidak ada motif lain berkaitan aksi mereka membela HT dibuktikan dengan tuntutan mereka. ”Kami tidak bela perorangan. Tapi, kami bela pihak yang dizalimi,” tegas dia kembali.

Itu dilakukan demi menuntut keadilan. Dia mengutarakan, tak boleh ada yang diperlakukan tidak adil. Sebab, Indonesia merupakan negara hukum.

Selain menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan kasus HT, Presidium Alumni 212 menyampaikan beberapa poin lain dalam aksi kemarin.

Yakni, menolak Perppu Ormas, menolak pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan ormas Islam lain, serta meminta Komnas HAM membentuk tim investigasi khusus untuk mengungkap dalang di balik insiden yang menimpa Hermansyah, ahli teknologi informasi. (syn/c10/agm/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

WNI Korban Badai Irma Besok Dipulangkan ke Indonesia

WNI Korban Badai Irma Besok Dipulangkan ke Indonesia

Tujuh WNI yang menjadi korban Badai Irma akan dipulangkan ke tanah air besok (19/9).


Kelulusan Ujian Komputer CPNS Minim

Kelulusan Ujian Komputer CPNS Minim

Seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis komputer CPNS 2017 baru berlangsung di Kementerian Hukum dan HAM.


Kapal Perang Tabrakan, Indonesia Bantu Cari Sepuluh Pelaut AS

Kapal Perang Tabrakan, Indonesia Bantu Cari Sepuluh Pelaut AS

Lantamal IV Tanjungpinang mengerahkan dua kapal perang guna membantu pencarian korban kecelakaan laut di sebelah timur Selat Malaka kemarin (21/8).


Alokasi Dana Desa Mulai Makan Korban

Alokasi Dana Desa Mulai Makan Korban

Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggegerkan Pamekasan, kemarin. Komisi antirasuah itu mengamankan sejumlah pejabat penting.


Kemenag Siapkan 1.000 Kursi CPNS Dosen

Kemenag Siapkan 1.000 Kursi CPNS Dosen

Kemenag bakal menyusul Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung untuk merekrut CPNS baru.


Mahfud: SMS HT Tidak Mengancam Yulianto

Mahfud: SMS HT Tidak Mengancam Yulianto

Kasus hukum yang tengah menimpa bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengundang keprihatinan sejumlah pihak.


Hati-hati, Enam Kecelakaan di Tol Brebes-Batang Akibat Pemudik Ngebut

Hati-hati, Enam Kecelakaan di Tol Brebes-Batang Akibat Pemudik Ngebut

Jalan tol fungsional yang dioperasionalkan untuk membantu melancarkan arus mudik mulai memakan korban.


Soal Kriminalisasi Ulama, Komnas HAM Minta Presiden Turun Tangan

Soal Kriminalisasi Ulama, Komnas HAM Minta Presiden Turun Tangan

Komisi Nasional untuk HAM melayangkan permintaan resmi pada presiden untuk menyelesaikan kriminalisasi ulama terhadap Rizieq Syihab.


Soal Rizieq Shihab, Imigrasi Tunggu Permintaan Penyidik

Soal Rizieq Shihab, Imigrasi Tunggu Permintaan Penyidik

Direktorat Jenderal Kemenkum HAM memastikan belum menarik atau mencabut dokumen perjalanan Imam Besar FPI Habib M. Rizieq Shihab.


Korban Bom Kampung Melayu: Bekas Jahitan Masih Terasa Linu

Korban Bom Kampung Melayu: Bekas Jahitan Masih Terasa Linu

Tubuh Tasdik Saputra masih terbaring di ruang 709 Rumah Sakit Budhi Asih, Kramat Jati, Jakarta Timur.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!