Nasional
Share this on:

Antisipasi Erupsi Gunung Agung, Ibu Hamil Didata

  • Antisipasi Erupsi Gunung Agung, Ibu Hamil Didata
  • Antisipasi Erupsi Gunung Agung, Ibu Hamil Didata

KARANGASEM - Antisipasi terhadap kemungkinan erupsi Gunung Agung terus dilakukan. Tenda-tenda di titik-titik pengungsian telah didirikan. Dapur-dapur umum dan berbagai kendaraan untuk mengevakuasi warga juga sudah disiapkan.

Kemarin (20/9), misalnya, satuan TNI dari Bekang IX-44-03 Denpasar memasang tenda peleton di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Seperti ditulis Jawa Pos Radar Bali, tenda besar itu dipasang di dua tempat.

Yang pertama di Lapangan Umum Ulakan. Satunya lagi di Pasar Seni Manggis. ?Awalnya di Lapangan Ulakan dan Pasar Manggis, masing-masing dua tenda. Sekarang kami tambah masing-masing satu tenda,? ujar Komandan Bekang Letkol CBA M. Safei kepada Jawa Pos Radar Bali.

Status Gunung Agung sampai kemarin masih siaga alias level III. Menurut Safei, pemasangan tenda itu merupakan bentuk antisipasi kalau terjadi peningkatan status dan diikuti pengungsian masal.

Sebelumnya juga dipasang tiga tenda di Lapangan Puputan Klungkung. Tiga tenda yang sama dipasang pula di Lapangan Sami Renteng, Buleleng.

Selain itu, disiapkan dapur umum. Bekang juga menyiapkan lima truk kapasitas 5 ton yang bersiap mengevakuasi warga kalau diperlukan.

Kemarin sore sempat dilaporkan aktivitas vulkanis berupa gempa di Dusun Junggul, Besakih, sekitar pukul 18.00. Warga pun diminta siap siaga. Namun, tidak panik. Tetap tenang.

Di Klungkung, yang dilakukan tidak hanya menyiapkan tenda dan tempat, tapi juga digelar rapat koordinasi dengan para perbekel dan lurah se-Kecamatan Klungkung. Rapat di kantor kecamatan itu dihelat untuk menginformasikan berbagai hal yang harus dilakukan para perbekel dan lurah dalam mengarahkan warga. Itu dilakukan jika status Gunung Agung meningkat dari siaga menjadi awas alias level IV.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung I Putu Widiada dalam rapat tersebut menginstruksi camat dan lurah untuk menentukan titik berkumpul saat gunung mengalami erupsi. Selain itu, mulai saat ini pihaknya meminta para warga yang memiliki truk dan mobil didata.

?Jangan sampai nanti warga sampai kebingungan mencari lokasi yang aman. Jangan sampai pula nanti wantilan atau lapangan yang digunakan sebagai titik berkumpul malah di pelosok tempatnya,? ujarnya.

Jika erupsi terjadi saat malam, dia meminta agar kentongan dan alat penguras suara bisa dipergunakan. Dengan begitu, warga yang tertidur bisa bangun dan segera menyelamatkan diri.

?Kami juga meminta agar didata penduduk rentan seperti kaum manula, ibu hamil, maupun anak-anak sebagai warga yang prioritas mendapatkan bantuan pertolongan jika situasi memaksa,? paparnya.

Terkait ancaman putusnya jembatan yang menghubungkan Kecamatan Dawan dan Kecamatan Klungkung, pihaknya mengungkapkan, jika status Gunung Agung berubah dari siaga menjadi awas, sebagian peralatan pengungsian dan anggota tim akan digeser untuk menangani warga di Kecamatan Dawan.

Lebih lanjut, dia meminta warga Klungkung yang menampung warga pengungsi, baik dari Karangasem maupun Klungkung, agar melapor. Dengan begitu, kebutuhan logistik para pengungsi bisa diberikan oleh BPBD Klungkung.

?Kalau pengungsinya sampai sepuluh orang, kan berat juga warga yang menampung pengungsi ini. Jadi, kami minta untuk melapor sehingga bisa kami berikan bantuan logistik seperti makanan dan lainnya,? katanya.

Perbekel Desa Kamasan Ida Bagus Ketut Danendra yang turut hadir dalam rapat tersebut mengungkapkan, warga sama sekali tidak khawatir. Aktivitas sehari-hari pun masih normal.

?Tapi, kami tetap harus siaga. Dan mudah-mudahan karena banyaknya pembangunan, lahar-lahar itu tercegat dan tidak sampai ke desa kami,? tandasnya. (tra/eps/dra/ayu/pit/c10/ttg/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kelompok Penyekap Izinkan Ibu-Ibu Berbelanja, Negosiasi Masih Mampet

Kelompok Penyekap Izinkan Ibu-Ibu Berbelanja, Negosiasi Masih Mampet

Memasuki hari keempat penyekapan 1.300 orang warga desa Banti, Timika, Papua, TNI dan Polri belum bisa menjalin komunikasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata.


Antisipasi Registrasi dengan Data Curian, Operator Siapkan Fitur Unreg

Antisipasi Registrasi dengan Data Curian, Operator Siapkan Fitur Unreg

Operator seluler tengah menyiapkan solusi untuk mengantisipasi registrasi kartu prabayar menggunakan data curian.


Kemenhub Ingatkan Peraturan Taksi Online Masih Berlaku

Kemenhub Ingatkan Peraturan Taksi Online Masih Berlaku

Pasca keputusan Mahkamah Agung mengenai Peraturan Menteri Perhubungan nomor 26 tahun 2017, dibeberapa daerah mulai bergejolak.


2020, Jumlah Hakim Susut 2.000 Orang

2020, Jumlah Hakim Susut 2.000 Orang

Mahkamah Agung (MA) memprediksi jumlah hakim pada 2020 berkurang dua ribu orang.


Beasiswa untuk 360 Anak Muda Belajar di Tiongkok

Beasiswa untuk 360 Anak Muda Belajar di Tiongkok

Perasaan Hani Puspitaningrum Nur Mamuri campur aduk ketika dirinya bisa duduk bersimpu dihadapan mantan ibu negara, Sinta Nuriyah.


Hati-hati, Dana Desa Rawan Penyimpangan

Hati-hati, Dana Desa Rawan Penyimpangan

Kejaksaan Agung memberikan pemahaman kepada 70.000 kepala desa se-Indonesia, mengenai penggunaan dana desa yang dikucurkan Rp1 miliar per desa.


Anak Perusahaan Beras Maknyuss Juga Dibidik

Anak Perusahaan Beras Maknyuss Juga Dibidik

Kasus dugaan pelanggaran standar nasional Indonesia (SNI) yang dilakukan PT IBU terus dikembangkan.


Kasus Beras Oplosan Makin Rancu

Kasus Beras Oplosan Makin Rancu

Penggrebekan gudang PT Indo Beras Unggul (IBU) di Bekasi oleh Kepolisian beberapa waktu lalu mengundang banyak tanya.


Anggap Hary Tanoe Korban Kriminalisasi, Datangi Komnas HAM

Anggap Hary Tanoe Korban Kriminalisasi, Datangi Komnas HAM

Presidium Alumni 212 melaksanakan long march dari Masjid Agung Sunda Kelapa ke kantor Komnas HAM, kemarin.


Kemenag Siapkan 1.000 Kursi CPNS Dosen

Kemenag Siapkan 1.000 Kursi CPNS Dosen

Kemenag bakal menyusul Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung untuk merekrut CPNS baru.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!