Nasional
Share this on:

Awas! Jelang, Lebaran Banyak Uang Palsu Beredar

  • Awas! Jelang, Lebaran Banyak Uang Palsu Beredar
  • Awas! Jelang, Lebaran Banyak Uang Palsu Beredar

JAKARTA - Menjelang Idul Fitri, peredaran uang palsu (upal) menjadi perhatian. Rabu (14/6) Ditipideksus Bareskrim Polri menangkap pembuat sekaligus pengedar upal berinisial MA alias AF di Natar, Lampung Selatan, Bandar Lampung.

Dari tangan MA, mereka mengamankan seribu lembar upal siap edar. Rencananya MA menyebar seluruh upal tersebut di Jakarta.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya menjelaskan, MA bukan kali pertama berurusan dengan polisi. Dia merupakan residivis kasus kejahatan mata uang dengan masa hukuman satu tahun delapan bulan.

Belum lama dia selesai menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Salemba. ?Keluar dua bulan lalu,? ungkap Agung, kemarin.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat menghukum MA dengan kurungan satu tahun delapan bulan lantaran terbukti bersalah mengedarkan upal. Namun, hukuman itu tidak lantas membuat dia jera.

Menurut Agung, selama menjalani masa hukuman MA berguru kepada pembuat upal yang juga dihukum di Lapas Klas II A Salemba. ?Setelah keluar, dia mempraktikannya,? kata Agung.

MA tidak bekerja sendiri, dia turut dibantu oleh LK. Saat ini, LK masih dalam kejaran polisi. Agung menuturkan, LK berperan membuat desain mata uang. Dia juga yang mencetak upal. Selain itu, dia juga yang mendanai produksi upal tersebut.

?Kemudian dia menyiapkan rumah di Lampung Selatan,? ucap mantan kepala sub Direktorat Pencucian Uang Ditipideksus Bareskrim tersebut.

Sementaran itu, MA bertugas memproses upal yang sudah diprint oleh LK. Mulai penyemprotan, menyulam benang pengaman, menempel dua sisi mata upal, melaminting, sampai memotong setiap lembar upal.

?Kami lihat yang bersangkutan mencoba membuat benang pengaman dengan cara mejahit,? terang Agung. Namun, tetap saja tidak serupa uang asli.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa pecahan Rp50 ribu sengaja dipilih MA dan LK. Sebab, menjelang Idul Fitri uang pecahan Rp50 ribu paling banyak dicari. ?Ini jelang lebaran. Kebutuhan uang di masyarakat itu paling tinggi pecahan Rp50 ribu,? jelas dia.

Karena itu MA dan LK tidak segan memproduksi upal pecahan Rp50 ribu dalam jumlah banyak. Di samping mengamankan seribu lembar upal pecahan Rp 50 ribu, polisi turut mengamankan barang bukti lain. Di antaranya upal pecahan Rp 50 ribu setengah jadi.

?Yang belum jadi banyak sekali,? ujarnya.

Selain itu, barang bukti lain seperti mesin potong kertas, printer, kertas bahan upal, mesin laminating, hair dryer, monitor, dan mobil bak terbuka turut diamankan.

Dengan peralatan tersebut, MA dan LK mampu melayani permintaan transaksi satu sampai dua kali dalam seminggu. Setiap kali transaksi, minimal 500 lembar upal mereka sebar. Keuntungan dari transaksi tersebut mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

?Dan membayar angsuran mobil bak terbuka,? kata Agung. Keterangan itu dia dapat dari MA.

Lantaran nekat menjual dan mengedarkan upal, MA dijerat pasal 36 ayat (1) dan atau ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. ?Dengan ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun penjara,? ucap Agung.

Dia menegaskan pilihan menjadi pembuat dan pengedar upal tidak ubahnya pilihan menjadi penjahat. Karena itu hukuman untuk pelakunya berat. Agung berjanji bakal membeberkan seluruh bukti dalam persidangan. Sehingga MA dapat dihukum maksimal.

Terhadap LK, polisi tidak berhenti mengejar. ?Kami fokus untuk tangkap,? tegas dia. Bersama Bank Indonesia (BI), Polri juga terus menekan peredaran upal. Selain penegakan hukum, sosialisasi juga dilakukan agar kejahatan tersebut tidak terjadi.

Direktur Pengelolaan Uang BI Decymus pun membenarkan hal itu. BI tidak henti melaksanakan sosialisasi sebagai upaya preventif penyebaran upal. ?Agar masyarakat tidak dirugikan,? kata dia.

Tidak hanya itu, mereka juga memperkuat unsur pengaman dan bahan pada setiap mata uang. Sehingga tidak mudah dipalsukan. Sedikitnya, kata dia, ada 11 sampai 12 unsur pengaman pada setiap lembar mata uang. Namun demikian, mereka meminta masyarakat tetap waspada. (syn/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Siapkan Ramp Chek

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Siapkan Ramp Chek

Selain lebaran, arus lalu lintas yang cukup padat juga terjadi saat Natal dan tahun baru.


2019, Indonesia Sudah Terhubung Internet Kecepatan Tinggi

2019, Indonesia Sudah Terhubung Internet Kecepatan Tinggi

Instansi yang belum terhubung internet ternyata masih banyak. Hal tersebut berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.


Perbaikan Jaminan Kesehatan Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Perbaikan Jaminan Kesehatan Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Kalangan pekerja mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki sistem layanan Jaminan sosial kesehatan yang dianggap masih buruk dan banyak salah sasaran.


Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti

Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti

Keinginan Presiden Joko Widodo untuk melindungi KPK terbentur banyak hal.


Jelang Libur Akhir Tahun, Harga Gabah Petani Naik

Jelang Libur Akhir Tahun, Harga Gabah Petani Naik

Menuju akhir tahun 2017, harga beras dan gabah mengalami kenaikan tipis di tingkat hulu atau di tingkat petani.


Tenang, Top-up E-Toll Bisa di Tol

Tenang, Top-up E-Toll Bisa di Tol

Sepekan lagi, kebijakan pembayaran tol dengan uang elektronik akan diterapkan sepenuhnya. Sejauh ini, angkanya mencapai 88 persen.


Polri Masih Yakin Lanjutkan Densus Tipikor

Polri Masih Yakin Lanjutkan Densus Tipikor

Kendati banyak polemik yang terjadi terkait rencana pembentukan Densus Tindak Pidana Korupsi, Polri masih yakin untuk membentuknya.


Kapolri: Polisi Tidak Berpolitik Praktis

Kapolri: Polisi Tidak Berpolitik Praktis

Jenderal aktif di Polri kian banyak yang akan terjun bebas ke dunia politik.


Pertegas TNI Tidak Boleh Berpolitik Praktis

Pertegas TNI Tidak Boleh Berpolitik Praktis

Jelang peringatan ulang tahun ke-72 TNI hari ini (5/10), militer dinilai ingin kembali ke ranah politik.


Pansus Angket KPK Kunjungi Kapolri, DPR Harus Diperingatkan

Pansus Angket KPK Kunjungi Kapolri, DPR Harus Diperingatkan

Kontroversi dibalik putusan praperadilan dan penyakit misterius Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mengundang keprihatinan banyak pihak.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!