Nasional
Share this on:

Awasi Teroris, Enam Negara Gandeng Media Sosial

  • Awasi Teroris, Enam Negara Gandeng Media Sosial
  • Awasi Teroris, Enam Negara Gandeng Media Sosial

Menko Polhukam Wiranto. (dok. Jawa Pos)

JAKARTA - Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT) berlangsung sesuai rencana. Indonesia bersama lima negara lainnya sepakat memperkuat kerja sama penanggulangan terorisme.

Di antaranya melalui jalur media sosial. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memastikan, pemerintah bakal bekerja sama dengan perusahaan penyedia layanan media sosial.

”Jadi, perusahaan-perusahaan sosial media itu nantinya ikut membantu kami mencari keberadaan teroris atau menangkal secara langsung,” ungkap Wiranto usai hadir dalam SRM FTF-CBT di Manado Sabtu malam (29/7).

Perusahaan yang dia maksud tidak lain adalah perusahaan penyedia layanan media sosial serta video file sharing dan messaging. Misalnya Facebook yang menjadi salah satu media sosial populer di tanah air.

Tidak hanya itu, pertemuan tersebut juga membuahkan kesepakatan lain. Yakni berkaitan dengan pembentukan forum FTF. Tujuannya tidak lain untuk memperkuat kerja sama di antara lembaga penegak hukum serta badan intelijen.

Utamanya dalam bertukar informasi. Keenam negara juga akan melangsungkan studi komparatif hukum soal terorisme di negara masing-masing. ”Pertemuan itu juga menyepakati pertemuan sub regional selanjutnya pada 2018,” terangnya.

Wiranto pun menyampaikan bahwa bakal dilakukan penguatan yang tujuannya menanggulangi aktivitas pendanaan kegiatan terorisme. Juga peningkatan kerja sama di antara badan imigrasi dalam rangka pengawasan perbatasan terpadu.

Berkaitan dengan hal itu, pemerintah Indonesia mengandalkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno menjelaskan, komitmen pemerintah terhadap kesepakatan tersebut sangat kuat.

Mereka tidak ingin konflik di Marawi, Mindanao, Filipina meluas sampai Indonesia. Untuk itu, Ditjen Imigrasi diperintah meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia bagian utara dengan Filipina bagian selatan.

”Memperkuat itu menggunakan teknologi informasi,” kata dia, kemarin.

Menurut Agung, Indonesia dan Filipina sudah menjalani kerja sama sejak 1972 melalui border cross agreement. Kerja sama tersebut mengatur soal mekanisme perlintasan tradisional di perbatasan Sulawesi Utara dan Mindanao. Lantaran SRM FTF-CBT membahas secara spesifik kondisi di Marawi, Ditjen Imigrasi Kemenkumhan turut kebagian tugas.

”Agar pergerakan pemberontak dari Marawi lebih terkendali,” ujarnya.

Ditjen Imigrasi Kemenkumham memastikan bahwa pengawasan di Pulau Miangas dan Pulau Marore semakin ketat. Bukan hanya petugas imigrasi, turut serta militer dari Indonesia dan Filipina yang berjaga.

”Juga dilakukan patroli militer oleh angkatan laut di masing-masing negara,” ungkap Agung. Mau tidak mau itu harus dilakukan lantaran bukan tidak mungkin anggota kelompok teroris yang terdesak dari Marawi bergerak melalui jalur ilegal.

Lantaran hanya punya kewenangan mengawasi jalur legal, Ditjen Imigrasi Kemenkumhan menyerahkan tugas pengawasan jalur ilegal kepada TNI, Polri, dan pemerintah daerah (pemda). ”Jalur ilegal di sepanjang garis laut,” kata Agung.

Dalam pertemuan SRM FTF-CBT, sambung dia, ditegaskan bahwa enam negara yang terlibat dalam pertemuan itu wajib memastikan pergerakan anggota kelompok teroris dari Marawi. ”Harus diketahui siapa saja, kemana saja, ” tegasnya.

Pengamat terorisme Al Chaidar turut buka suara mengenai hasil SRM FTF-CBT. Menurut dia kesepakatan pengawasan aktivitas teroris melalui media sosial maupun imigrasi memang dibutuhkan. Namun, lebih dari itu pemerintah juga harus menekankan peran TNI.

Apalagi berkaitan dengan anggota kelompok teroris di Marawi. ”Yang paling penting sekuritas terorisme di mana militer terlibat,” kata dia. Sebab, hanya mereka yang bisa menangani. (syn/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Auditor BPK Terima Suap Lagi

Auditor BPK Terima Suap Lagi

Integritas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam memeriksa laporan keuangan kementerian/lembaga negara kembali harus dipertanyakan.


Beasiswa untuk 360 Anak Muda Belajar di Tiongkok

Beasiswa untuk 360 Anak Muda Belajar di Tiongkok

Perasaan Hani Puspitaningrum Nur Mamuri campur aduk ketika dirinya bisa duduk bersimpu dihadapan mantan ibu negara, Sinta Nuriyah.


Kapolri Ingatkan Terorisme di Dunia Maya

Kapolri Ingatkan Terorisme di Dunia Maya

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menganggap terorisme masih menjadi momok yang mengancam keamanan negara.


Kemendes Gandeng Polisi Tangani Penggelapan Dana Desa

Kemendes Gandeng Polisi Tangani Penggelapan Dana Desa

Polri dan Kemendes berupaya menjalin kerjasama dalam pengawasan dana desa. Sehingga, dana desa bisa tersalurkan dengan tepat sasaran.


Mendikbud: Sekolah Lima atau Enam Hari Tak Ada Paksaan

Mendikbud: Sekolah Lima atau Enam Hari Tak Ada Paksaan

Setelah sekitar sepekan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS), kegiatan efektif sekolah umumnya dimulai hari ini.


Pembacokan Hermansyah, Polisi Buktikan Tak Ada Keterlibatan Aparat

Pembacokan Hermansyah, Polisi Buktikan Tak Ada Keterlibatan Aparat

Polisi mematahkan asumsi dari beberapa kelompok yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan polisi dalam kasus Hermanysah.


Virus di Tablet Parasetamol Sebabkan Bercak Merah Hoax

Virus di Tablet Parasetamol Sebabkan Bercak Merah Hoax

Kabar palsu yang berkaitan dengan dunia kesehatan terus bermunculan di media sosial.


Celaka Akibat Like, Amin, dan Share di Medsos

Celaka Akibat Like, Amin, dan Share di Medsos

Cerita dramatis yang membuat miris dan kadang hingga menangis banyak bermunculan di dinding media sosial.


Diduga Nodai Agama dan Ujaran Kebencian, Kaesang Dilaporkan Polisi

Diduga Nodai Agama dan Ujaran Kebencian, Kaesang Dilaporkan Polisi

Diduga melakukan penodaan agama dan ujaran kebencian lewat video di media sosial (medsos), seseorang bernama Kaesang dilaporkan ke Polresta Bekasi.


Hati-hati, Enam Kecelakaan di Tol Brebes-Batang Akibat Pemudik Ngebut

Hati-hati, Enam Kecelakaan di Tol Brebes-Batang Akibat Pemudik Ngebut

Jalan tol fungsional yang dioperasionalkan untuk membantu melancarkan arus mudik mulai memakan korban.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!