Nasional
Share this on:

Begini Lima Penyebab Kekalahan Ahok-Djarot

  • Begini Lima Penyebab Kekalahan Ahok-Djarot
  • Begini Lima Penyebab Kekalahan Ahok-Djarot

JAKARTA - Hampir semua penghitungan cepat (real count) lembaga survey, memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/4) kemarin. Pasangan nomor 3 itu, bahkan leading dengan margin rata-rata di atas 14 persen.

Margin sebesar itu sangat di luar dugaan berbagai pihak. Apalagi, survey kepuasan kepemimpinan duet Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat selalu berada di atas 70 persen.

Peneliti LSI Denny JA dan Adjie Alfaraby mencatat ada setidaknya lima penyebab kekalahan pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI putaran kedua. Kekalahan ini masih berdasar hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei.

”Pertama kesamaan profil pemilih,” ucap Adjie.

Banyak pendukung dan partai pengusung Agus–Sylvi yang menurutnya mengalihkan pilihan ke Anies–Sandi. Kedua, kebijakan yang tidak pro rakyat.

Dia mencontohkan penggusuran dan proyek reklamasi Teluk Jakarta yang sarat masalah. Ketiga, ada sentimen anti-Ahok.

”Karena isu agama dan primordial. Ahok dianggap tak pas karena bukan pemeluk agama mayoritas warga DKI,” katanya.

Penyebab keempat adalah sikap kasar dan arogan yang melekat di diri Ahok. Karena terkenal kasar dan arogan, Ahok dianggap bukan tipe pemimpin yang dibutuhkan Ibu Kota.

Kelima, alternatif pilihan yang mendapat tempat di hati mayoritas warga, karena berbagai sebab. Bukan hanya Anies–Sandi, Agus–Sylvi juga dianggap alternatif yang menarik perhatian banyak warga DKI.

Suara pemilih calon alternatif ini, yang akhirnya menyatu di putaran kedua. (lin/gin/rya/ydh/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mendikbud: Sekolah Lima atau Enam Hari Tak Ada Paksaan

Mendikbud: Sekolah Lima atau Enam Hari Tak Ada Paksaan

Setelah sekitar sepekan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS), kegiatan efektif sekolah umumnya dimulai hari ini.


ABG 16 Tahun Nikahi Nenek 71 Tahun, Ehm... Begini Malam Pertamanya

ABG 16 Tahun Nikahi Nenek 71 Tahun, Ehm... Begini Malam Pertamanya

Remaja berusia 16 tahun, Slamet Riyadi mengaku lega setelah bisa menikahi nenek berusia 71 tahun, Rohaya.


Pemerintah Harus Tegas Tunda Sekolah Lima Hari

Pemerintah Harus Tegas Tunda Sekolah Lima Hari

Rencana pemerintah untuk menunda pelaksanaan sekolah lima hari hingga sore dianggap masih setengah-setengah.


Lima Hari Sekolah Batal Diterapkan

Lima Hari Sekolah Batal Diterapkan

Sekolah lima hari dalam sepekan sedianya tinggal dijalankan. Namun Presiden Joko Widodo mengambil langkah tegas.


Kemendikbud Pilih Fokus Sosialisasi Sekolah Lima Hari

Kemendikbud Pilih Fokus Sosialisasi Sekolah Lima Hari

Polemik implementasi sekolah lima hari terus menggelinding. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya tidak ikut arus di dalamnya.


Lima Hari Sekolah Bukan Program yang Dipaksakan

Lima Hari Sekolah Bukan Program yang Dipaksakan

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin menuturkan sebaiknya kebijakan full day school itu ditata terlebih dahulu sebelum diterapkan.


Sekolah Lima Hari Diprotes Wapres, DPR Minta Dibatalkan

Sekolah Lima Hari Diprotes Wapres, DPR Minta Dibatalkan

Kemendikbud resmi merilis Peraturan Menteri (Permendikbud) Nomor 23 tahun 2017, kemarin.


Sekolah 5 Hari Dijalankan, Pesantren dan Madrasah Bisa Gulung Tikar

Sekolah 5 Hari Dijalankan, Pesantren dan Madrasah Bisa Gulung Tikar

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mengkritik program sekolah lima hari yang direncakanan oleh Kemendikbud.


Regulasi Lima Hari Sekolah Jangan Bebani Wali Murid

Regulasi Lima Hari Sekolah Jangan Bebani Wali Murid

Jika berjalan sesuai rencana, regulasi sekolah lima hari dalam sepekan akan dirilis Kemendikbud pekan depan.


Sekolah Lima Hari Mulai Bertahap

Sekolah Lima Hari Mulai Bertahap

Kebijakan hari belajar lima hari dalam sepekan sudah mendapatkan lampu hijau dari Mendikbud Muhadjir Effendy.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!