Nasional
Share this on:

Bupati Nganjuk Dijerat KPK, setelah Aman di Kejaksaan

  • Bupati Nganjuk Dijerat KPK, setelah Aman di Kejaksaan
  • Bupati Nganjuk Dijerat KPK, setelah Aman di Kejaksaan

JAKARTA - Kejaksaan kembali mendapat tamparan dalam penanganan perkara korupsi. Itu terjadi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Bupati Nganjuk Taufiqurrahman sebagai tersangka. Selama ini Taufiq juga diduga terlibat perkara korupsi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk. Namun, statusnya tak mampu dinaikkan sebagai tersangka.

Penetapan Taufiq sebagai tersangka korupsi disampaikan langsung oleh Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK kemarin (5/12). Penetapan status tersebut berselang beberapa jam setelah tim KPK menggeledah rumah dinas dan rumah pribadi Taufiq di Nganjuk. Iya, sudah (?jadi tersangka, Red), kata Agus.

Pejabat asal Magetan itu mengungkapkan, surat perintah penyidikan (sprindik) untuk Taufiqurrahman sudah ditandatangani lima pimpinan KPK. Tapi, saya lupa tanggalnya, ujar Agus. KPK pernah meminta keterangan dari Taufiq saat penyelidikan pada 25 Agustus 2016.

Sayang, Agus belum bersedia mengungkapkan detail perkara yang membelit bupati yang sudah dua kali menjabat itu. Dia hanya menyebutkan, Taufiq dijerat pasal 12b dan 12i Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak menambahkan, selain melakukan penggeledahan di Nganjuk, tim KPK bergerak ke Jombang. Di sana, mereka menggeledah ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang Ita Triwibawati. Ita tidak lain merupakan istri Taufiqurrahman.

Saya belum bisa menyampaikan hasil penggeledahan, karena tim masih di lapangan, katanya.

Dari penggeledahan di Pemkab Jombang, enam penyidik KPK membawa koper, kardus, dan kantong plastik yang diduga berisi dokumen. Penggeledahan berlangsung pukul 13.30?16.00.

Menurut informasi, selama ini nama Taufiqurrahman masuk dalam daftar kepala daerah pemilik rekening jumbo yang pernah terdeteksi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Rekening itu terdeteksi karena adanya transaksi keuangan yang mencurigakan.

Temuan rekening gendut tersebut pernah dilaporkan PPATK kepada penegak hukum, yakni Kejagung dan KPK. Namun, dalam beberapa perkara, data dari PPATK itu justru diabaikan kejaksaan. Bahkan, ada penyidikan yang sudah dihentikan.

Salah satu yang sempat menyita perhatian publik adalah kasus korupsi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam. Saat ditangani Kejagung, perkara Nur Alam justru dihentikan. Aman di Kejagung, Nur Alam justru ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Bukan hanya Nur Alam, perkara korupsi proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) nyaris sama. Kasus itu mulanya ditangani Kejari Madiun, lalu sempat diambil alih Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Di tangan kejati, perkara itu malah dihentikan. Menariknya, KPK justru mampu menemukan alat bukti untuk menjerat Wali Kota Madiun Bambang Irianto sebagai tersangka.

Sumber Jawa Pos di internal KPK menyebutkan, perkara yang membelit Taufiqurrahman terkait dengan ijon sejumlah proyek di Kabupaten Nganjuk. Banyak kasus ijon proyek. Salah satunya pembangunan pasar, kata sumber tersebut.

Selain pembangunan pasar, proyek ijon lainnya adalah pengadaan seragam batik. Pengadaan itu bermasalah dan kini ditangani Kejari Nganjuk. Empat orang telah dijadikan terdakwa, termasuk Sekda Pemkab Nganjuk Masduqi.

Nah, dalam dakwaan Masduki itulah muncul keterlibatan Taufiqurrahman. Dia diduga memaksakan pengadaan tersebut dengan memerintahkan agar dilakukan penambahan anggaran 2015 untuk belanja pakaian tradisional batik PNS.

Penambahan anggaran Rp6,050 miliar untuk pengadaan tersebut bertentangan dengan rekomendasi gubernur Jatim atas evaluasi RAPBD 2015 tanggal 23 Desember 2014. Dalam sidang Masduqi, terungkap pula adanya aliran uang Rp2,7 miliar ke sejumlah pihak, termasuk Taufiq.

Nama Taufiq muncul dalam dakwaan lewat keterangan sejumlah saksi dalam penyidikan. Meski peran Taufiq disebut sejumlah saksi, selama ini jaksa tidak mampu menghadirkannya. Dia tak pernah memenuhi panggilan pemeriksaan ketika perkara tersebut masih dalam tahap penyidikan.

Amannya Taufiq di kejaksaan sempat menimbulkan pertanyaan. Apalagi, belakangan terungkap adanya praktik culas yang dilakukan jaksa Ahmad Fauzi. Sebagaimana diketahui, jaksa yang dikenal dekat dengan Kajati Jatim Maruli Hutagalung itu memeras seseorang bernama Abdul Manaf agar tidak dijadikan tersangka. (dod/atm/rul/ler/c5/ang/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Prihatin Kasusnya Belum Tuntas, Kiai NU Dukung Novel

Prihatin Kasusnya Belum Tuntas, Kiai NU Dukung Novel

Rasa simpati atas insiden penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terus mengalir.


Enam Bulan Kasus Novel Masih Gelap

Enam Bulan Kasus Novel Masih Gelap

Rasa simpati atas insiden penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih terus disuarakan.


Pemenang Praperadilan Bisa Jadi Tersangka Lagi

Pemenang Praperadilan Bisa Jadi Tersangka Lagi

Angin segar datang untuk KPK jika hendak mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru terhadap Ketua DPR Setya Novanto.


KPK Telusuri Alur Penyiapan Suap

KPK Telusuri Alur Penyiapan Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan Kasus dugaan suap perizinan Transmart Cilegon belum berkembang secara signifikan.


Laporan Terhadap Ketua KPK Bisa Jadi Tak Layak

Laporan Terhadap Ketua KPK Bisa Jadi Tak Layak

Laporan terhadap Ketua KK Agus Rahardjo ternyata dilakukan seseorang bernama Madun Haryadi.


Pansus Angket KPK Kunjungi Kapolri, DPR Harus Diperingatkan

Pansus Angket KPK Kunjungi Kapolri, DPR Harus Diperingatkan

Kontroversi dibalik putusan praperadilan dan penyakit misterius Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mengundang keprihatinan banyak pihak.


Setnov Sudah Sehat?

Setnov Sudah Sehat?

Indikasi Ketua DPR Setya Novanto pura-pura sakit alias malingering untuk menghindari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menguat.


Tak Tersangka Lagi, Setnov Sembuh

Tak Tersangka Lagi, Setnov Sembuh

Pulangnya Setya Novanto dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, setelah menang gugatan praperadilan menuai kontroversi.


Statusnya Bukan Tersangka Lagi, KPK Tetap Larang Setnov ke Luar Negeri

Statusnya Bukan Tersangka Lagi, KPK Tetap Larang Setnov ke Luar Negeri

Posisi Ketua DPR Setya Novanto dalam pusaran kasus korupsi pengadaan e-KTP dipastikan belum aman meski menang dalam praperadilan.


Kembalikan Kepercayaan Publik, KPK Harus Sidik Lagi Setnov

Kembalikan Kepercayaan Publik, KPK Harus Sidik Lagi Setnov

Langkah KPK untuk kembali menjerat Ketua DPR Setya Novanto dalam dugaan korupsi e-KTP tengah dinanti publik saat ini.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!