Nasional
Share this on:

Ciuman Massal Bertentangan dengan Kode Perilaku ASN

  • Ciuman Massal Bertentangan dengan Kode Perilaku ASN
  • Ciuman Massal Bertentangan dengan Kode Perilaku ASN

JAKARTA - Publik dihebohkan dengan aksi ciuman massal sejumlah PNS Kantor Lingkungan Hidup, Nias Selatan. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menyayangkan kejadian ini.

Aksi ciuman masal itu dipertontonkan di muka umum untuk merayakan hari kasih sayang, 14 Februari lalu. Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Herman Suryatman mengatakan, PNS atau aparatur sipil negara (ASN) harus menjaga nilai dasar, kode etik, dan kode perilaku.

Di antaranya adalah menjaga, memelihara, dan menjunjung standar etika yang luhur. Berciuman di muka umum, itu jelas bertentangan dengan nilai dasar, kode etik, dan kode perilaku ASN, katanya di Jakarta, kemarin.

Apapun kondisinya, rinci Herman, apakah pasangan itu muhrim atau bukan, berciuman di muka umum tidak dibenarkan. Herman mengatakan sebagai abdi masyarakat, PNS harus menunjukkan teladan kepada masyarakat.

Terkait dengan penjatuhan sanksi, Herman mengatakan bukan kewenangan dari Kementerian PAN-RB. Dia menjelaskan sanksi disiplin akibat ciuman massal di tempat umum adalah kewenagan pejabat pembina kepegawaian (PPK) setempat.

Pada kasus ini menjadi kewenangan Bupati Nias Selatan yang sekarang dijabat oleh Hilarius Duha. Aksi ciuman massal ini membuat heboh dunia maya beberapa hari terakhir.

Sejumlah masyarakat merespon negatif perilaku itu. Meskipun muncul penjelasan bahwa yang berciuman adalah pasangan suami dan istri resmi. Namun ciuman massal di muka umum, menurut sejumlah pihak, tidak sesuai dengan budaya Nias pada umumnya. (wan/jpg)


Berita Sebelumnya

Ahok Temui Megawati, Ada Apa Ya?
Ahok Temui Megawati, Ada Apa Ya?

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Soal KTP Penghayat Kepercayaan, MUI Hormati Putusan MK

Soal KTP Penghayat Kepercayaan, MUI Hormati Putusan MK

Dewan Pimpinan MUI masih menyesalkan putusan MK Nomor Perkara 97/PPU-XIV/2016 berkaitan dengan pencantuman kolom penghayat kepercayaan dalam e-KTP.


Korupsi E-KTP, KPK Sasar Politikus PKB

Korupsi E-KTP, KPK Sasar Politikus PKB

Berbeda dengan Mabes Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan proses hukum yang menyeret calon kepala daerah.


Luhut dan Susi Diminta ‘Berdamai’

Luhut dan Susi Diminta ‘Berdamai’

Anggota Komisi IV DPR Zainut Tauhid Sa'adi meminta agar polemik antara Luhut Binsar Panjaitan dengan Susi Pudjiastuti disudahi.


Awas... Difteri Mudah Menular dan Berbahaya

Awas... Difteri Mudah Menular dan Berbahaya

Penularan difteri relatif mudah. Melalui percakapan langsung dengan penderita difteri dapat menyebabkan penularan.


Hadi Ajak Kapolri Ngopi

Hadi Ajak Kapolri Ngopi

Hari pertama mejabat sebagai Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto langsung disibukkan dengan berbagai agenda.


UU ASN Akan Direvisi, Honorer K2 Bisa Jadi Segera Diangkat PNS

UU ASN Akan Direvisi, Honorer K2 Bisa Jadi Segera Diangkat PNS

Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) akan direvisi Januari 2018 mendatang.


Dittipikor Fokus Selesaikan 40 Kasus Korupsi

Dittipikor Fokus Selesaikan 40 Kasus Korupsi

Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan kasus korupsi yang ditangani.


Wow, Transaksi Jual Beli Jabatan Tembus Rp160 Triliun

Wow, Transaksi Jual Beli Jabatan Tembus Rp160 Triliun

Praktik jual beli pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) bakal lebih mudah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Dua Terduga Teroris Muncul, Polres Dharmasraya Terbakar

Dua Terduga Teroris Muncul, Polres Dharmasraya Terbakar

Aksi teror dengan modus baru terjadi di Polres Dharmasraya kemarin dinihari (12/11).


Kelompok Penyekap Izinkan Ibu-Ibu Berbelanja, Negosiasi Masih Mampet

Kelompok Penyekap Izinkan Ibu-Ibu Berbelanja, Negosiasi Masih Mampet

Memasuki hari keempat penyekapan 1.300 orang warga desa Banti, Timika, Papua, TNI dan Polri belum bisa menjalin komunikasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!