Nasional
Share this on:

Daftar Politisi yang Diduga Terlibat Kasus E-KTP Mulai Beredar

  • Daftar Politisi yang Diduga Terlibat Kasus E-KTP Mulai Beredar
  • Daftar Politisi yang Diduga Terlibat Kasus E-KTP Mulai Beredar

Kegaduhan politik mulai terasa menjelang sidang perdana kasus dugaan korupsi KTP elektronik (E-KTP) Kamis (9/3) lusa.

JAKARTA - Kegaduhan politik mulai terasa menjelang sidang perdana kasus dugaan korupsi KTP elektronik (E-KTP) Kamis (9/3) lusa. Sejumlah partai politik (parpol) mendadak panas dingin.

Itu menyusul beredarnya nama-nama politisi yang diduga terseret dalam dakwaan perkara dengan kerugian negara Rp 2,3 triliun tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai saat ini belum mengungkap siapa saja nama-nama elit politik yang masuk dalam berkas dakwaan sebanyak 24 ribu lembar itu. Komisi antirasuah tetap keukeuh meminta publik menunggu sidang dakwaan untuk mengetahui tokoh besar yang terlibat yang diungkapkan ketua KPK Agus Rahardjo beberapa waktu lalu.

”Sampai saat ini KPK belum pernah menyebut nama siapapun yang muncul di dakwaan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, kemarin.

KPK sebenarnya sudah mengantongi nama-nama politisi yang terlibat. Namun, komisi antirasuah enggan membeberkan hal itu. ”Terkait nama-nama yang disebutkan nanti akan dibuka di proses dakwaan,” kilah Febri.

Dugaan grand korupsi proyek pengadaan e-KTP senilai Rp 6 triliun sudah dimulai sejak 2014. Namun, sampai saat ini baru dua tersangka yang ditetapkan.

Keduanya yakni, mantan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan mantan Direntur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto.

Selama penyidikan, KPK memeriksa ratusan saksi. Antara lain, anggota Komisi II DPR periode 2009-2014. Mereka disinyalir turut mengorganisir korupsi wahid tersebut.

Keterlibatan anggota legislatif semakin terkuak seiring adanya aliran uang senilai Rp 250 miliar yang dikembalikan ke rekening KPK. Sebanyak Rp 30 miliar diantaranya berasal dari anggota dewan. Selebihnya dari konsorsium perusahaan.

Belum diungkapnya nama-nama politisi yang mengembalikan uang itu sempat menimbulkan pertanyaan. KPK dinilai melindungi para politikus yang jelas-jelas menikmati duit bancakan e-KTP.

”Ada 14 orang yang mengembalikan uang. Mayoritas anggota DPR. Kenapa kami belum proses 14 orang tersebut, kami tunggu dulu fakta persidangan,” dalihnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, nama-nama politisi yang diduga bakal terungkap di dakwaan e-KTP berasal dari mayoritas parpol di DPR. Mulai dari Partai Golkar, Partai Demokrat, PDIP, PKB, PPP, Partai Gerindra, Partai Hanura, PAN dan PKS.

Beberapa nama saat ini masih aktif di senayan. Ada pula politikus yang sekarang menjabat posisi kepala daerah dan menteri.(tyo/bay/lum)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Duh... KPK Ingin Sembunyikan 37 Anggota DPR

Duh... KPK Ingin Sembunyikan 37 Anggota DPR

KPK benar-benar ingin menyimpan rapat-rapat 37 nama anggota DPR (2009-2014) yang diduga menerima aliran korupsi e-KTP.


Lihat Ini, Berkas Perkara Dua Terdakwa E-KTP Setinggi 2,5 Meter

Lihat Ini, Berkas Perkara Dua Terdakwa E-KTP Setinggi 2,5 Meter

Kasus korupsi e-KTP yang saat ini ditangani KPK memasuki babak baru. Sejumlah nama top mulai disebut-sebut ikut terlibat.


Pegawai Restoran Dipecat gara-gara Kentut

Pegawai Restoran Dipecat gara-gara Kentut

Jangan buang angin sembarangan. Kentut bisa menjadi perkara besar jika dilakukan di waktu dan tempat yang tidak pas.


Akhirnya, Presiden Jokowi-SBY Bertemu di Istana

Akhirnya, Presiden Jokowi-SBY Bertemu di Istana

Pertemuan yang dinanti-nantikan itu akhirnya terjadi. Kemarin Presiden Joko Widodo menerima Presiden ke-6 RI SBY di Istana Merdeka.


Rano ‘Si Doel’ Karno Ikut Terseret Korupsi Atut

Rano ‘Si Doel’ Karno Ikut Terseret Korupsi Atut

Petualangan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di pusaran kasus korupsi berlanjut.


Malnutrisi Sebabkan Usia Rawat Inap Lebih Panjang

Malnutrisi Sebabkan Usia Rawat Inap Lebih Panjang

Malnutrisi pasien rawat inap di rumah sakit merupakan masalah yang banyak terjadi, tidak hanya di negara berkembang bahkan di negara maju.


Sebelum ke Bali, Raja Salman Mampir ke Brunei

Sebelum ke Bali, Raja Salman Mampir ke Brunei

Setelah agenda kunjungan kenegaraan yang padat di Jakarta, hari ini Raja Salman dan rombongannya akan berlibur.


Catat, Raja Salman Tiba Besok Siang

Catat, Raja Salman Tiba Besok Siang

Sejumlah agenda padat menanti Raja Salman bin Abdulazis Al Saud sejak mulai tiba di Indonesia besok.


Racun yang Tewaskan Kim Jong-nam, Seribu Kali Lebih Mematikan Ketimbang Sianida

Racun yang Tewaskan Kim Jong-nam, Seribu Kali Lebih Mematikan Ketimbang Sianida

Racun VX yang menewaskan Kim Jong-nam disebut-sebut seribu kali lebih mematikan ketimbang sianida.


 Fantastis, Raja Salman Booking Hotel Bintang Lima dengan Tarif Sewa Kamar Rp 133 juta per Malam

Fantastis, Raja Salman Booking Hotel Bintang Lima dengan Tarif Sewa Kamar Rp 133 juta per Malam

Kunjungan Kenegaraan Raja Saudi, Salman bin Abdulazis Al Saud, bakal membawa rombongan yang gemuk.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!