Nasional
Share this on:

“Dagang Jabatan” di Klaten, Staf Kecamatan dan Kepala SD Diperiksa

  • “Dagang Jabatan” di Klaten, Staf Kecamatan dan Kepala SD Diperiksa
  • “Dagang Jabatan” di Klaten, Staf Kecamatan dan Kepala SD Diperiksa

Kecenderungan perilaku koruptif dalam proses pengisian jabatan di daerah semakin menguat.

JAKARTA - Kecenderungan perilaku koruptif dalam proses pengisian jabatan di daerah semakin menguat. Tidak hanya pejabat eselon II b atau sekelas kepala dinas, jalan pintas ilegal untuk mendapatkan jabatan yang diinginkan itu juga diduga mengakar sampai di kalangan PNS level staf kecamatan hingga kepala sekolah dasar (eselon III dan IV).

Indikasi itu tengah diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Pemkab Klaten. Lembaga antirasuah tersebut memeriksa 36 saksi terkait kasus “dagang jabatan” yang menjerat Bupati Klaten Sri Hartini dan seorang PNS, Suramlan, kemarin. Puluhan saksi yang diperiksa di Polres Klaten itu terdiri dari unsur PNS berbagai level dan swasta. ”Ada kepala SD dan staf kecamatan yang diperiksa,” tegas Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Pasca menetapkan dua tersangka kasus suap pengisian jabatan di Klaten, KPK memang intensif memeriksa sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam perkara itu. Terutama yang berkaitan dengan aliran uang sebesar Rp3,2 miliar yang ditemukan di rumah dinas bupati saat penggeledahan pada Minggu (1/1). Temuan itu penting bagi penyidik untuk menjerat pihak-pihak lain yang berperan sebagai pemberi. Tidak terkecuali kepala SD dan staf kecamatan.

Terkait peran para saksi yang diperiksa kemarin, Febri mengakui adanya rangkaian yang berkaitan dengan uang Rp 2 miliar hasil operasi tangkap tangan (OTT) dan juga uang Rp 3,2 miliar hasil penggeledahan. Namun, pihaknya belum mau memastikan apakah para PNS dan swasta itu berperan sebagai pemberi, penerima atau pihak yang dimintai suap oleh bupati.

”Ini yang didalami lebih lanjut,” ujarnya.

Para saksi juga dimintai klarifikasi soal informasi banyaknya PNS di Klaten yang kerap dimintai sejumlah uang bila ingin menduduki jabatan strategis yang diinginkan. Informasi itu nantinya akan dikaitkan dengan aliran uang suap yang disita KPK.

”Peran saksi (yang diperiksa kemarin) ini semua diklarifikasi, apakah mereka pemberi, penerima, atau dimintai (uang),” tuturnya.

KPK juga mendalami peran sejumlah pihak yang diduga turut menerima aliran uang suap “dagang jabatan”. Bukan hanya Andi Purnomo, anak bupati Klaten Sri Hartini, peran para pejabat yang memiliki kewenangan dalam rotasi jabatan di lingkungan pemkab setempat juga didalami.

”Memang benar, ada sejumlah pihak yang diduga penerima (suap), namun masih didalami lebih lanjut,” terangnya.

Sampai saat ini, KPK baru menetapkan dua tersangka (Sri Hartini dan Suramlan) dan menyita uang Rp5,2 miliar serta USD 100 yang berkaitan dengan kasus itu. Uang miliaran itu masing-masing ditemukan saat OTT 30 Desember sebesar Rp2 miliar dan penggeledahan di rumah dinas bupati Rp3 miliar serta Rp200 juta.

Selebihnya, para penyidik terus mendalami peran para saksi yang mayoritas merupakan PNS di pemkab itu. KPK juga berupaya mengungkap indikasi adanya tarif yang dipatok tersangka penerima suap untuk setiap jabatan.

”Indikasinya tidak hanya satu dinas saja (yang terjadi praktik suap pengisian jabatan),” imbuh mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) ini. (tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Penyerapan Dandes Belum Optimal

Penyerapan Dandes Belum Optimal

Penyerapan dana desa belum bisa meningkatkan perekonomian dan pembangunan desa.


Himbauan Kementerian Kominfo Cegah Virus Wannacry

Himbauan Kementerian Kominfo Cegah Virus Wannacry

Sistem komputer di dua instansi pemerintah, RS Harapan Kita dan RS Dharmais, telah terinveksi virus Wannacry (Wannacrypt).


Kemenkeu Pastikan Gaji ke-13 dan 14 Cair

Kemenkeu Pastikan Gaji ke-13 dan 14 Cair

Pemerintah memastikan pencairan gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke-14, dipastikan cair tahun ini.


Fuad Bawazier: Energi Bangsa Bukan untuk Urus Seseorang

Fuad Bawazier: Energi Bangsa Bukan untuk Urus Seseorang

Aksi Bela Islam 55, Jumat (5/5) kemarin, terbukti berjalan aman, damai, dan tertib sebagaimana aksi-aksi sebelumnya, yakni 411 dan 212.


Stok Aman, Tidak Ada Alasan Harga Sembako Naik

Stok Aman, Tidak Ada Alasan Harga Sembako Naik

Kementerian Pertanian menjamin bahwa tidak akan ada kenaikan harga pada berbagai komoditas bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.


Kasus SKL BLBI, Rizal Ramli Diperiksa

Kasus SKL BLBI, Rizal Ramli Diperiksa

KPK tampaknya ingin mengusut tuntas skandal mega korupsi Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dari akarnya.


Optimis Sampai Weleri, Diupayakan Sampai Ngaliyan

Optimis Sampai Weleri, Diupayakan Sampai Ngaliyan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat optimis musim mudik 2017 nanti, tol Brebes Timur (Brexit) sampai Weleri.


Kasus Ahok, Jaksa Dianggap Keliru Buat Dakwaan dan Tuntutan

Kasus Ahok, Jaksa Dianggap Keliru Buat Dakwaan dan Tuntutan

Keganjilan penuntutan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok membuat masyarakat mempertanyakan kinerja Kejagung.


Dua Terduga Pengintai Novel Diperiksa, KPK Ingatkan Janji Jokowi

Dua Terduga Pengintai Novel Diperiksa, KPK Ingatkan Janji Jokowi

Kasus penyiraman cairan asam sulfat pada Novel Baswedan mengalami kemajuan berarti.


Terobos Razia Polisi, Rombongan Keluarga Ditembaki, Seorang Tewas Lima Terluka

Terobos Razia Polisi, Rombongan Keluarga Ditembaki, Seorang Tewas Lima Terluka

Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuklinggau Timur I kemarin (18/4) siang mendadak mencekam.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!