Nasional
Share this on:

Dih... Dana Pendidikan Islam Dipotong Rp1,3 Triliun

  • Dih... Dana Pendidikan Islam Dipotong Rp1,3 Triliun
  • Dih... Dana Pendidikan Islam Dipotong Rp1,3 Triliun

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (dok. Jawa Pos)

JAKARTA - Inpres 4/2017 tentang Efisiensi Belanja Barang Kementerian/Lembaga dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 membuat Kementerian Agama melakukan efisiensi sebesar Rp1,3 triliun. Seluruhnya dibebankan pada dana pendidikan Islam.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan dari sekian program yang dimiliki Kemenang, hanya program pendidikan islam saja yang bisa dipotong. ”Itu pun anggaran belanja barang saja yang akan dipangkas,” tuturnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI, kemarin.

Lebih lanjut Lukman mengatakan bahwa ada tiga satuan kerja yang akan dilakukan pemangkasan anggaran. Pertama adalah Ditjen pendidikan islam pusat yang anggarannya akan dihemat sebesar Rp235.424.000.

Selanjutnya adalah dana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang akan dipangkas sejumlah Rp283.612.000. Kanwil kemenag propinsi, kabupaten/kota, serta madrasah negeri pun juga terkena imbasnya. Anggaran mereka akan dipangkas sebesar Rp869.969.000.

Lukman menjamin pemangkasan ini tidak akan berdampak langsung terhadap rakyat. Sebab yang akan dikurangi adalah dana kegiatan belanja barang seperti keperluan untuk workshop atau perjalanan dinas.

”Kualitas pelayanan terhadap masyarakat tidak akan berkurang,” bebernya.

Dalam rapat tersebut, Lukman juga memaparkan bahwa kementeriannya juga telah mengirimkan surat kepada meneteri keuangan untuk usulan tambahan anggaran 2017.

Ada tiga hal yang diusulkan mendapatkan tambahan anggaran, yakni honorarium petugas haji, pembayaran tunjangan profesi guru, dan persiapan pembangunan universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Totalnya mencapai Rp4,7 triliun.

Langkah yang dilakukan Lukman tersebut mendapatkan tanggapan pedas dari anggota Komisi VIII DPR RI. Utamanya soal pembangunan UIII. Salah satu keberatan tersebut diutarakan oleh Samsu Niang.

Politisi dari PDIP itu mengingatkan bahwa Kemenag masih memiliki hutang tunjangan guru. ”Universitas Islam Internasional ini bagus tapi hutangnya dibayar dulu,” tutur anggota dewan dapil Sulawesi Selatan II itu.

Menanggapi hal tersebut, Lukman mengatakan, bahwa pihaknya juga telah berkomitmen untuk melunasi hutang tersebut. Namun di sisi lain banyak pihak yang menginginkan UIII segera dibangun.

”Tim untuk pembangunan tersebut juga sudah terbentuk. Kami sudah membicarakan banyak hal,” beber Lukman.

Pemotongan anggaran pendidikan Islam pun mendapatkan sorotan dari anggota dewan. Namun Lukman sekali lagi berdalih bahwa hanya anggaran pendidikan islam saja yang bisa diotak-atik.

”Anggaran pendidikan Islam itu terbesar. Sekitar 85 persen,” ucapnya. (lyn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kemendikbud Pilih Fokus Sosialisasi Sekolah Lima Hari

Kemendikbud Pilih Fokus Sosialisasi Sekolah Lima Hari

Polemik implementasi sekolah lima hari terus menggelinding. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya tidak ikut arus di dalamnya.


Penyerapan Dandes Belum Optimal

Penyerapan Dandes Belum Optimal

Penyerapan dana desa belum bisa meningkatkan perekonomian dan pembangunan desa.


Fuad Bawazier: Energi Bangsa Bukan untuk Urus Seseorang

Fuad Bawazier: Energi Bangsa Bukan untuk Urus Seseorang

Aksi Bela Islam 55, Jumat (5/5) kemarin, terbukti berjalan aman, damai, dan tertib sebagaimana aksi-aksi sebelumnya, yakni 411 dan 212.


Soal Aliran Dana, Tommy Tak Penuhi Panggilan Polisi

Soal Aliran Dana, Tommy Tak Penuhi Panggilan Polisi

Putra dari mantan Presiden kedua RI, Tommy Soeharto tak memenuhi panggilan penyidik.


Semester Depan, Sehari Full Belajar Pendidikan Karakter

Semester Depan, Sehari Full Belajar Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter akan masuk bahan ajar sekolah di Indonesia mulai semester depan.


Pungutan Sekolah Rentan Picu Masalah

Pungutan Sekolah Rentan Picu Masalah

Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melegalkan pungutan di sekolah menuai respon beragam.


Mendikbud Izinkan Pungutan Sekolah

Mendikbud Izinkan Pungutan Sekolah

Menteri Pendidikan dan Budaya Muhadjir Effendy memberikan lampu hijau kepada sekolah untuk melakukan pungutan.


Sweeping Atribut Natal, Presiden Panggil Kapolri

Sweeping Atribut Natal, Presiden Panggil Kapolri

Aksi sweeping atribut natal oleh ormas Islam mendapatkan perhatian Presiden joko Widodo.


Bangun Pelabuhan Patimban, Pemerintah Ngutang Rp22,1 Triliun

Bangun Pelabuhan Patimban, Pemerintah Ngutang Rp22,1 Triliun

Pembangunan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat akan dimulai tahun depan.


Korupsi E-KTP, KPK Bakal Periksa Ketua DPR

Korupsi E-KTP, KPK Bakal Periksa Ketua DPR

KPK) masih terus mendalami perkara pengadaan e-KTP yang merugikan negara Rp2,3 triliun.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!