Nasional
Share this on:

Ditutut 6 Tahun, Tuntutan Dahlan Tak Sesuai Fakta Sidang

  • Ditutut 6 Tahun, Tuntutan Dahlan Tak Sesuai Fakta Sidang
  • Ditutut 6 Tahun, Tuntutan Dahlan Tak Sesuai Fakta Sidang

Pengabdian dan segala pembelaan Dahlan Iskan benar-benar tidak mampu meluluhkan nurani jaksa penuntut umum Kejati Jatim.

SIDOARJO - Pengabdian dan segala pembelaan Dahlan Iskan benar-benar tidak mampu meluluhkan nurani jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim). Dengan dalil yang sangat tidak berdasar, mereka menuntut Dahlan hukuman enam tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, kemarin.

Dahlan menanggapinya dengan santai. Dia menyadari sudah diincar kejaksaan untuk harus masuk penjara. Perjuangan dan pengorbanannya membawa PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim (dari perusahaan yang terancam mati menjadi korporasi yang menguntungkan) kini berbalas tuntutan penjara.

Padahal, selama pengabdiannya itu, tidak sepeser pun Dahlan menerima uang PT PWU. Jangankan uang sogokan, gaji pun dia tidak menerima. ”Saya diincar. Semua juga tahu lah. Dan saya harus masuk penjara. Makanya oleh kejaksaan dituntut setinggi-tingginya,” kata Dahlan sesudah mendengarkan tuntutan JPU.

Dahlan menilai tuntutan jaksa tidak masuk akal. Sebab, dalam penjualan aset PWU di Kediri dan Tulungagung yang dipersoalkan, dia tidak menerima uang sepeser pun. Semua hasil penjualan masuk ke perusahaan.

”Tadi kan jelas bahwa saya tidak terima uang apa pun begitu,” ulangnya.

Yusril Ihza Mahendra, pengacara Dahlan, menegaskan bahwa dakwaan JPU tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Seluruh keterangan saksi yang terungkap dalam sidang dan alat bukti surat, termasuk keterangan ahli, sama sekali tidak menunjukkan bahwa Dahlan melakukan korupsi.

”Kami menolak seluruh tuntutan jaksa,” tegasnya.

Menurut Yusril, sebagian besar dalil yang diungkapkan JPU berasal dari keterangan Sam Santoso yang tidak pernah dihadirkan dalam sidang. Sam hanya diperiksa dalam bentuk berita acara dan keterangannya dibacakan.

”Kami menolak keterangan Sam. Sepertinya sengaja tidak dihadirkan, cuma jadi keterangan tertulis itu saja,” imbuhnya.

Dari surat tuntutan JPU, Yusril menilai ada kerancuan dalam dalil jaksa. Di satu sisi mengakui perseroan terbatas (PT) dan tunduk pada hukum PT, di sisi lain ada anggapan bahwa aset PWU termasuk aset daerah. ”Mana yang mau dipakai?” tanya dia.

JPU juga mengabaikan pasal 3 ayat 2 Permendagri Nomor 3 Tahun 1998 tentang Bentuk Hukum Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam aturan itu jelas disebutkan, BUMD yang bentuk hukumnya berupa PT tunduk pada Undang-Undang (UU) PT.

Menurut Yusril, kalau tunduk pada rezim perseroan, tidak bisa seperti apa yang disampaikan jaksa. Misalnya pengumuman dan tender yang harus terbuka. Di persidangan ada tender, tertutup, dan itu tidak dilarang dalam aturan, apalagi perseroan.

Dalam tuntutannya, JPU menganggap Dahlan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi sebagaimana dakwaan primer. Dalam dakwaan itu, JPU menerapkan pasal 2 UU Tipikor. Artinya, Dahlan dianggap terbukti melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang menyebabkan terjadinya kerugian negara.

Atas dasar itu, selain menuntut hukuman enam tahun, jaksa mengajukan denda Rp 750 juta dan uang pengganti Rp 4,197 miliar. Tuntutan tersebut jelas ngawur. Sebab, faktanya Dahlan tak pernah menerima apa pun selama menjadi direktur utama PWU Jatim, termasuk yang sudah menjadi haknya. (atm/tel/rul/c9/ang/fat)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kasus Ahok, Jaksa Dianggap Keliru Buat Dakwaan dan Tuntutan

Kasus Ahok, Jaksa Dianggap Keliru Buat Dakwaan dan Tuntutan

Keganjilan penuntutan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok membuat masyarakat mempertanyakan kinerja Kejagung.


Kuasa Hukum Ahok: Tuntunan JPU Dinilai Ragu-ragu

Kuasa Hukum Ahok: Tuntunan JPU Dinilai Ragu-ragu

Sidang ke-19 terdakwa kasus penistaan agama, Ahok kembali digelar di Gedung Kementrian Pertanian (Kementan) Jakarta Selatan, kemarin (20/4).


Tak Cuma Sembako, Sapi Juga Diduga Dibagikan Jelang Coblosan

Tak Cuma Sembako, Sapi Juga Diduga Dibagikan Jelang Coblosan

Satu hari menjelang pencoblosan Pilgub DKI 2017 putaran kedua kemarin, ada aksi bagi-bagi sembako dan sapi di Kepulauan Seribu.


Penyidik KPK Diteror, Wajah Novel Baswedan Disiram Air Keras

Penyidik KPK Diteror, Wajah Novel Baswedan Disiram Air Keras

Novel Baswedan, penyidik senior Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) disiram air keras orang tak dikenal, Selasa (11/4) Subuh.


Ibunya Ditodong di Angkot, Anaknya Tertusuk Punggungnya

Ibunya Ditodong di Angkot, Anaknya Tertusuk Punggungnya

Risma Oktaviani patut bersyukur bisa selamat dari maut. Dia tak akan pernah melupakan penyanderaan yang dialaminya putranya, malam itu.


Astaghfirullohaladziim... Selingkuh, Organ Genital Laki-laki Tak Bisa Dilepas

Astaghfirullohaladziim... Selingkuh, Organ Genital Laki-laki Tak Bisa Dilepas

Katanya, tindakan istri yang cemburu itu bisa lebih mengerikan daripada suami yang sakit hati. Itu mungkin benar.


Soal Aliran Dana, Tommy Tak Penuhi Panggilan Polisi

Soal Aliran Dana, Tommy Tak Penuhi Panggilan Polisi

Putra dari mantan Presiden kedua RI, Tommy Soeharto tak memenuhi panggilan penyidik.


Petani Hilang Dua Hari, Ternyata Dimakan Ular Piton

Petani Hilang Dua Hari, Ternyata Dimakan Ular Piton

Lantaran tak pulang-pulang selama dua hari, seorang warga Mamuju Tengah, Sulawesi Barat ditemukan tewas dalam perut ular piton.


Sodomi 16 Anak, Fajarudin Bisa Dikebiri

Sodomi 16 Anak, Fajarudin Bisa Dikebiri

Hukuman berat menanti Fajarudin alias Udin (29). Sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2016.


Catat, Tiket KA Lebaran Dibuka Minggu Depan

Catat, Tiket KA Lebaran Dibuka Minggu Depan

Tak terasa, lebaran sudah di depan mata. Saatnya merencanakan mudik ke kampung halaman.



Berita Hari Ini

Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!