Nasional
Share this on:

Duh... Ternyata Banyak Jaksa yang Lakukan Korupsi

  • Duh... Ternyata Banyak Jaksa yang Lakukan Korupsi
  • Duh... Ternyata Banyak Jaksa yang Lakukan Korupsi

Penangkapan terhadap Eko Susilo Hadi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat perhatian dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

JAKARTA - Penangkapan terhadap Eko Susilo Hadi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat perhatian dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Korps Adhyaksa itu ikut angkat bicara menanggapi kasus yang mencoreng nama baik Badan Keamanan Laut (Bakamla). Sebab, Eko merupakan jaksa yang ditugaskan di instansi yang dipimpin Laksamana Madya TNI Arie Soedewo itu.

Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Widyo Pramono mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) dalam memperbaiki Kejagung. Masih banyak terjadi korupsi yang dilakukan oknum Kejagung. Baik yang bertugas di lingkungan Kejagung maupun jaksa yang ditugaskan di lembaga lain.

”Di dalam ada, di luar juga ada,” tuturnya.

Apakah korupsi yang terjadi ini sistemik? Widyo menjawab bahwa pimpinan selalu mengarahkan ke perilaku yang baik. Namun, bila ternyata oknum masih ada yang berperilaku jelek tentu harus bertanggungjawab. Jaksa itu jumlahnya mencapai 10 ribu orang, tentu sulit dihindari ada yang melanggar aturan.

”Saya sudah berulang kali berikan wejangan, jangan bermain api. Ternyata, masih saja bermain api,” keluhnya.

Kejadian OTT pada oknum jaksa ini tentu akan menjadi pelajaran bagi semua jaksa. Hukuman tegas akan dilakukan, namun tetap harus berkoordinasi dengan lembaga yang menangkap, KPK. ”Saya sudah minta Asisten Jamwas untuk koordinasi dengan komisi antirasuah,” paparnya kemarin.

Dia menjanjikan, sanksi yang diberikan akan menjadi shockterapi bagi semua jaksa se-Indonesia. Sehingga, jangan pernah main-main lagi. ”Saya sudah berulang kali mengingatkan jangan main-main,” tuturnya.

Apa penyebab korupsi yang dilakukan jaksa? Widyo mengaku perlu untuk menelusurinya lebih dalam. Namun, biasanya karena ingin cepat kaya, melihat yang lain enak. Oknum juga ingin secepatnya merasakan itu. ”Tapi, seharusnya tidak boleh melanggar aturan apapun,” paparnya.

Dia mengakui, mengenal oknum jaksa yang menjadi tersangka kasus korupsi tersebut. Namun, tidak terlalu dalam mengenal pribadinya. ”Ya, kenal, tapi gak kenal-kenal amat,” papar mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus tersebut.

Sementara itu, keberhasilan KPK yang melakukan OTT terhadap Eko Susilo Hadi, pejabat Bakamla yang merupakan lembaga di bawah Kemenkopolhukam tersebut, mendapat apresiasi oleh Menko Polhukam Wiranto. Dia mengatakan bahwa penangkapan tersebut telah menambah panjang daftar kasus korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum (apgakum), dan kemudian terungkap oleh KPK.

Menurutnya, meski miris namun hal tersebut dapat menjadi indikasi yang positif bagi pemerintah yang tengah melakukan bersih-bersih di lembaga penegak hukum, salah satunya di Bakamla. "Karena itu saya justru bersyukur bahwa di tubuh Bakamla atau Kepolisian, ternyata melakukan OTT di sana itu bukan sesuatu yang mustahil," kata Wiranto di Kemenkopolhukam, Jakpus, kemarin.

Wiranto juga mengatakan bahwa penangkapan yang dilakukan oleh KPK tersebut sejalan dengan semangat Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dalam memberantas praktek pungli di lingkungan pemerintah, termasuk terhadap aparat penegak hukum. "Kita tidak pandang bulu. Saya juga ingin katakan bahwa yang pertama itu aparat yang harus dibersihkan dulu," ujarnya.

Menurutnya, tidak mungkin melakukan bersih-bersih di berbagai instansi jika aparat penegak hukumnya masih dirong-rong oleh oknum yang melakukan pungli atau korupsi. "Tidak mungkin kita melakukan bersih-bersih dengan sapu yang kotor," imbuhnya. (idr/dod/lum/jpg)

Berita Sebelumnya

Dorongan Moratorium Unas Makin Kencang
Dorongan Moratorium Unas Makin Kencang

Berita Berikutnya

Wapres Pastikan Unas Tetap Ada
Wapres Pastikan Unas Tetap Ada

Berita Sejenis

Duh... KPK Ingin Sembunyikan 37 Anggota DPR

Duh... KPK Ingin Sembunyikan 37 Anggota DPR

KPK benar-benar ingin menyimpan rapat-rapat 37 nama anggota DPR (2009-2014) yang diduga menerima aliran korupsi e-KTP.


Lihat Ini, Berkas Perkara Dua Terdakwa E-KTP Setinggi 2,5 Meter

Lihat Ini, Berkas Perkara Dua Terdakwa E-KTP Setinggi 2,5 Meter

Kasus korupsi e-KTP yang saat ini ditangani KPK memasuki babak baru. Sejumlah nama top mulai disebut-sebut ikut terlibat.


Pegawai Restoran Dipecat gara-gara Kentut

Pegawai Restoran Dipecat gara-gara Kentut

Jangan buang angin sembarangan. Kentut bisa menjadi perkara besar jika dilakukan di waktu dan tempat yang tidak pas.


Penembak Mahasiswa Ternyata Oknum Anggota Brimob

Penembak Mahasiswa Ternyata Oknum Anggota Brimob

Penembak mahasiswa Unmuh Jember, Dedy (25), akhirnya tertangkap.


Korupsi E-KTP Seret Sejumlah Nama, KPK Gerak Cepat

Korupsi E-KTP Seret Sejumlah Nama, KPK Gerak Cepat

Gerak cepat KPK mengusut tuntas skandal korupsi kartu tanda penduduk (KTP) elektronik (e-KTP) tengah dinanti.


Akhirnya, Presiden Jokowi-SBY Bertemu di Istana

Akhirnya, Presiden Jokowi-SBY Bertemu di Istana

Pertemuan yang dinanti-nantikan itu akhirnya terjadi. Kemarin Presiden Joko Widodo menerima Presiden ke-6 RI SBY di Istana Merdeka.


Rano ‘Si Doel’ Karno Ikut Terseret Korupsi Atut

Rano ‘Si Doel’ Karno Ikut Terseret Korupsi Atut

Petualangan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di pusaran kasus korupsi berlanjut.


Daftar Politisi yang Diduga Terlibat Kasus E-KTP Mulai Beredar

Daftar Politisi yang Diduga Terlibat Kasus E-KTP Mulai Beredar

Kegaduhan politik mulai terasa menjelang sidang perdana kasus dugaan korupsi KTP elektronik (E-KTP) Kamis (9/3) lusa.


Malnutrisi Sebabkan Usia Rawat Inap Lebih Panjang

Malnutrisi Sebabkan Usia Rawat Inap Lebih Panjang

Malnutrisi pasien rawat inap di rumah sakit merupakan masalah yang banyak terjadi, tidak hanya di negara berkembang bahkan di negara maju.


Sebelum ke Bali, Raja Salman Mampir ke Brunei

Sebelum ke Bali, Raja Salman Mampir ke Brunei

Setelah agenda kunjungan kenegaraan yang padat di Jakarta, hari ini Raja Salman dan rombongannya akan berlibur.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!