Nasional
Share this on:

Fuad Bawazier: Energi Bangsa Bukan untuk Urus Seseorang

  • Fuad Bawazier: Energi Bangsa Bukan untuk Urus Seseorang
  • Fuad Bawazier: Energi Bangsa Bukan untuk Urus Seseorang

Aksi Bela Islam 55, Jumat (5/5) kemarin, terbukti berjalan aman, damai, dan tertib sebagaimana aksi-aksi sebelumnya, yakni 411 dan 212.

JAKARTA - Aksi Bela Islam 55, Jumat (5/5) kemarin, terbukti berjalan aman, damai, dan tertib sebagaimana aksi-aksi sebelumnya, yakni 411 dan 212. Karenanya aksi itupun mendapat apresiasi berbagai pihak.

Menurut salah seorang tokoh nasional, Fuad Bawazier, damai dan tertibnya aksi umat Islam itu, karena tuntutannya sederhana tapi konsisten. Yaitu agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang didakwa sebagai penista agama dihukum sebagaimana penista-penista agama sebelumnya, tidak dilindungi atau diistimewakan.

“Jadi secara umum tidak perlu dikhawatirkan. Apalagi dituduh macam-macam, seperti gerakan makar, intoleran, anti bhineka tunggal ika, anti NKRI, SARA, dan lain-lainnya,” tegas Mantan Menteri Keuangan itu, Sabtu (6/5).

Menurut Fuad, tuduhan-tuduhan yang tak berdasar dan asbun, justru kontra produktif. Sebab, papar dia, itu malah bisa menakutkan publik, mengganggu perekonomian, menanamkan bibit-bibit permusuhan dan kecurigaan sesama anak bangsa, memancing konflik, dan melahirkan bibit-bibit radikalisme, karena merasa dimusuhi penguasa atau diperlakukan tidak adil.

“Lebih seram lagi, ada bisik bisik dan hembusan ancaman bahwa aksi bela Islam akan menjadikan Indonesia perang saudara seperti di Syria atau Irak,” ungkapnya.

Padahal, para pendemo, urai Fuad, tuntutannya sederhana, yaitu Ahok dihukum dan tidak dilindungi penguasa. Pendemo, ungkap Fuad lagi, tudak berpikir muluk-muluk atau jauh-jauh seperti yang dikuatirkan dan dituduhkan sejumlah pihak.

Ditambahkan Fuad, unjuk rasa atau demo memang dijamin undang-undang. Sehingga mudah-mudahan dengan pengalaman dan bukti-bukti kedamaian aksi bela Islam selama ini, penguasa tidak perlu lagi over reaktif.

“Maksudnya, aparat baik dan berjaga-jaga. Tapi dibaca masyarakat, “Wah ada apa ya?” Lalu ibu-ibu buru-buru beli beras ekstra, lantaran takut kalau akan ada keributan atau ada apa-apa. Anak sekolah diliburkan. Penguasa menuduh makar, yangg dituduh menuduh balik bahwa aparat dibayar cukong dan seterusnya,” beber Fuad.

Nah, bagi Fuad, persoalan saat ini menjadi kompleks semata-mata karena kebetulan Ahok merupakan calon gubernur DKI Jakarta yang sedang bersaing dan didukung the rulling powers. Karenanya, diyakini banyak pemainnya termasuk free riders, baik di eksekutif, yudikatif maupun legislatif.

Kalau saja Ahok itu bukan siapa-siapa, tambah Fuad, mungkin tidak ada demo. Kalaupun ada, kecil saja. Pengadilannya pun relatif cepat dan sederhana, serta mungkin tidak ada tuntutan hukuman percobaan seperti yang terjadi saat ini.

Apalagi, anggaran negara untuk pengamanan mungkin tidak akan sebesar akhir-akhir ini. Karenanya, kini saatnya semua pihak, baik yang sederhana, lugu, dan tulus maupun para pemain, mengakhiri lingkaran setan, hiruk pikuk, saling tuding, saling lapor, tuduhan, dan ancaman.

“Gunakanlah energi bangsa untuk mengurus negara, bukan untuk mengurus seseorang,” tutupnya. (zul)

Berita Sebelumnya

Jokowi: Lihat Saja
Jokowi: Lihat Saja

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hmmm... Rp2,5 Miliar untuk Buat SPj Fiktif Kasus E-KTP

Hmmm... Rp2,5 Miliar untuk Buat SPj Fiktif Kasus E-KTP

Delapan saksi hadir dalam sidang lanjutan kasus mega korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).


Rumah Tidak Dihuni, Pemerintah Akan Cabut KPR Subsidi

Rumah Tidak Dihuni, Pemerintah Akan Cabut KPR Subsidi

Pemerintah akan menindak tegas debitur program rumah subsidi untuk MBR yang kedapatan melakukan pelanggaran.


Setelah Novel, Giliran Jaksa KPK Juga Diteror

Setelah Novel, Giliran Jaksa KPK Juga Diteror

Penyidik senior KPK Novel Baswedan kemarin (12/4) diboyong ke Singapura untuk menjalani perawatan yang lebih intensif.


Dipaksakan, Pidanakan Proyek Mobil Listrik

Dipaksakan, Pidanakan Proyek Mobil Listrik

Berbagai pandangan para ahli makin menunjukan penanganan perkara pembuatan prototipe mobil listrik untuk APEC 2013 penuh kejanggalan.


Dih... 1.324 Orang Jadi TKA Ilegal

Dih... 1.324 Orang Jadi TKA Ilegal

Pemerintah terus berupaya untuk mengawasi tenaga kerja asing (TKA) ilegal di Indonesia.


Kapolri: Polisi Wajib Laporkan Hartanya

Kapolri: Polisi Wajib Laporkan Hartanya

Kapolri Jenderal Tito Karnavian membuat terobosan untuk mendukung pemberantasan korupsi di internal Korps Bhayangkara.


Akhirnya Syarat Rp25 Juta untuk Buat Paspor Dicabut

Akhirnya Syarat Rp25 Juta untuk Buat Paspor Dicabut

Pemerintah akhirnya mencabut persyaratan Rp 25 juta untuk pembuatan paspor setelah mendapatkan tekanan dari masyarakat.


Pedang Pemberian Raja Salman Untuk Kapolri Dicek KPK

Pedang Pemberian Raja Salman Untuk Kapolri Dicek KPK

Pedang pemberian Raja Salman Abdulaziz al-Saud untuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian diserahkan ke KPK, kemarin.


Hari Ini Raja Salman Sambangi Masjid Istiqlal

Hari Ini Raja Salman Sambangi Masjid Istiqlal

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia akan dimanfaatkan pula untuk membahas isu-isu toleransi dan keberagaman.


Ongkos Naik Haji 2017 Diusulkan Rp35,7 Juta

Ongkos Naik Haji 2017 Diusulkan Rp35,7 Juta

Pemerintah mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) senilai Rp35,7 juta untuk ibadah haji 1438 Hijriyah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!