Nasional
Share this on:

Ini Daftar Mi yang Ditarik BPOM, karena Mengandung Babi

  • Ini Daftar Mi yang Ditarik BPOM, karena Mengandung Babi
  • Ini Daftar Mi yang Ditarik BPOM, karena Mengandung Babi

JAKARTA - Lagi-lagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kecolongan. Makanan tak sesuai ketentuan beredar di pasaran. Bahkan parahnya, makanan jenis mi instan itu sudah memperoleh nomor izin edar.

Kemarin (18/6) BPOM pusat mengeluarkan surat peringatan soal penarikan empat produk mi instan asal Korea Selatan. Mi instan yang diimpor PT Koin Bumi itu dinyatakan mengandung babi.

Adapun keempat produk tersebut, yakni Shin Ramyun Black (BPOM RI ML 231509052014), Mi Instan U-Dong (BPOM RI ML 231509497014), Mi Instan Rasa Kimchi (BPOM RI ML 231509448014), dan Mi Instan Yeul Ramen (BPOM RI ML 231509284014).

Kepala BPOM Penny Lukito membenarkan penarikan tersebut. Dia mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel dan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi.

Hasilnya, ada beberapa produk yang menunjukkan positif mengandung DNA babi. Merespons hasil tersebut, Penny telah meminta importer untuk menarik produk tersebut.

Dia juga menginstruksikan pada seluruh Balai Besar POM Indonesia untuk ikut memonitor. Bila masih menemukan barang tersebut, maka wajib ditarik. ?Badan POM melakukan pengawasan postmarket setelah produk di pasar ternyata menunjukkan kandungan babi. Jadi kita cabut izin edar,? ujarnya kemarin (18/6).

Pangan tersebut sejatinya tak masalah diedarkan. Namun, harus dengan mencantumkan tanda khusus berupa tulisan ?mengandung babi? dan gambar babi berwana merah dalam kotak berwarna merah dengan dasar putih. Sehingga, konsumen paham terhadap kandungan pangan yang akan dikonsumsinya. Seperti yang diatur dalam peraturan Kepala BPOM No 12/2016.

?Pada saat pangan mendaftarkan untuk mendapat izin edar, mereka harus mengajukan data secara jelas apakah mengandung babi atau tidak,? katanya. Jika mengandung babi, harus disertai gambar babi. ?Sehingga, nomor izin edar kami keluarkan sebagai produk mengandung babi dengan label informasi dan gambar babi,? sambungnya.

Dalam kasus ini, importer mendaftarkan beberapa jenis. Ada yang mengandung babi dan tidak. Sehingga, BPOM pun memberi izin edar seusai dokumen tersebut. Tapi nyatanya, ada produk dengan fragmen babi yang beredar tanpa label ?mengandung babi?. Penny menegaskan, pihaknya tidak akan main-main atas hal ini. Pihak importer pun bakal disanksi lebih berat bila memang ada unsur kesengajaan.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) Lukmanul Hakim menyesalkan produk mi yang mengandung babi tanpa disertai penanda khusus. Apalagi diketahui produk tersebut sudah mendapatkan label makanan luar negeri (ML) dari BOPM.

"Ini merugikan konsumen. Kami anggap ada kelalaian dari BPOM," ujar dia, kemarin.

Lukman menuturkan, produk makanan atau minuman dari luar negeri harus mendapatkan label ML sebelum beredar. Sebelum memperoleh label tersebut, akan diperiksa terlebih dahulu mengandung babi atau tidak. Bila mengandung babi, harus diberi penanda. Biasanya berupa kepala babi. Setelah itu mendapatkan label ML.

"Meskipun label ML itu memang bukan untuk menandakan halal atau haram. Tapi untuk food safety," imbuh dia.

Menurut dia, kasus mi asal Korea itu baru kali pertama terjadi. Biasanya ada produk tak halal yang memang tidak mendapatkan label ML. Produk tersebut akhirnya ditarik dari pasar. "Kami imbau masyarakat lebih berhati-hati lagi. Kejadian ini memang baru terjadi kali ini," imbuh Lukman.

Khusus untuk produk Samyang, LP POM MUI sebenarnya juga menerima pengajuan usul sertifikasi halal pada November 2016 lalu. Tapi, belum semua dokumen yang menjadi persyaratan dipenuhi. Lukman memastikan produk yang ditarik BPOM itu bukan yang mengajukan ke MUI.

"Jadi informasi yang kami dapat, importer Samyang itu ada banyak. Yang mengajukan ke kami itu rasa chicken ramen," ungkap dia.

Selama ini pengajuan sertifikat halal itu masih bersifat sukarela. Tidak ada kewajiban sebuah produk itu mengajukan serifikat halal. Tapi, masyarakat bisa menjadikan serifikat halal MUI itu sebagai acuan suatu produk terjamin halal. (mia/jun/lyn/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Lima Hari Sekolah Batal Diterapkan
Lima Hari Sekolah Batal Diterapkan

Berita Sejenis

Ulama Diserang, BIN Duga Ada Skenario

Ulama Diserang, BIN Duga Ada Skenario

Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Hari Purwanto mengungkapkan ada dugaan kuat penyerangan terhadap para kyai yang terjadi belakangan ini telah diatur


Kemendikbud Data Guru Honorer yang Akan Dijadikan CPNS

Kemendikbud Data Guru Honorer yang Akan Dijadikan CPNS

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mendata jumlah guru honorer di seluruh Indonesia.


Dua Sukhoi SU-35 Mendarat Oktober

Dua Sukhoi SU-35 Mendarat Oktober

Pesawat tempur Sukhoi SU-35 dipastikan bakal tiba di tanah air tahun ini.


Elit Diminta Stop Politisasi SARA

Elit Diminta Stop Politisasi SARA

Masuknya tahun politik menimbulkan kekhawatiran sejumlah kalangan menyusul maraknya politik identitas yang rentan memecah persatuan.


Puncak Musim Hujan, Risiko Delay Pesawat Tinggi

Puncak Musim Hujan, Risiko Delay Pesawat Tinggi

Februari tahun ini diprediksi menjadi puncak musim hujan. Curah hujan pun tinggi. Salah satu risikonya adalah delay pesawat terbang.


Gus Ipul Boyongan, Khofifah Buka Posko

Gus Ipul Boyongan, Khofifah Buka Posko

Para kandidat peserta pilgub Jatim sudah siap menghadapi masa kampanye yang dimulai hari ini. Sejumlah aktivitas mereka langsungkan, kemarin.


Lebih dari 202 Juta Nomor Sudah Registrasi

Lebih dari 202 Juta Nomor Sudah Registrasi

Hingga 10 Februari, sudah lebih dari 202 juta SIM card prabayar yang beredar di Indonesia telah teregistrasi.


Bus yang Celaka di tanjakan Emen Laik Jalan

Bus yang Celaka di tanjakan Emen Laik Jalan

Informasi yang beredar kecelakaan fatal di tanjakan Emen, Subang, yang menewaskan 27 orang, Sabtu lalu (10/2), dipicu rem blong.


Zumi Zola Ngaku Dipaksa Dewan

Zumi Zola Ngaku Dipaksa Dewan

Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli pasang badan menghadapi proses hukum yang bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Beban Negara Kian Besar Karena Terpidana Mati

Beban Negara Kian Besar Karena Terpidana Mati

Togiman alias Toge terpidana mati yang terancam divonis mati kali ketiga hanya satu dari ratusan terpidana mati kasus narkotika.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!