Nasional
Share this on:

Isu Kasus Mafia Peradilan, Sekjen MA Mundur

  • Isu Kasus Mafia Peradilan, Sekjen MA Mundur
  • Isu Kasus Mafia Peradilan, Sekjen MA Mundur

JAKARTA - Langkah mengejutkan diambil Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrahman. Dia memutuskan mundur dari jabatannya dengan mengajukan pensiun dini.

Juru Bicara (Jubir) MA Suhadi membenarkan informasi tersebut. ?Ya, benar Pak Nurhadi mengajukan pensiun dini,? terang dia saat dikonfirmasi kemarin (28/7). Pensiun dini sudah diajukan Nurhadi pada pekan lalu dan sudah diproses oleh MA.

Surat pengunduran diri diajukan ke Ketua MA Hatta Ali. Namun, surat tersebut diteruskan ke Presiden Joko Widodo. Menurut dia, presiden yang berwenang memutuskan pengajuan pensiun dini untuk pejabat tersebut.

Suhadi mengatakan, Nurhadi berhak mengajukan pensiun dini. Sebab, dia sudah memenuhi syarat. Dalam aturan aparatur sipil negara (ASN), seorang pegawai bisa mengajukan pensiun dini jika usianya lebih dari 50 tahun dan masa kerja lebih dari 20 tahun.

Nurhadi, kata dia, usianya sudah 59 tahun. Jadi, dia sudah memenuhi syarat. Sedangkan masa kerjanya sudah lebih dari 20 tahun. Sebenarnya, Nurhadi baru memasuki masa pensiun tahun depan.

Direktur Eksekutif Lembaga Independen Peradilan Astriyani menyatakan, permohonan pensiun dini yang diajukan Nurhadi mestinya segera disetujui presiden. Hal itu ini akan memudahkan KPK melakukan penyelidikan atas perkara-perkara dugaan korupsi yang melibatkan Nurhadi.

Pengajuan pensiun dini Nurhadi juga akan membuat situasi di MA bakal lebih kondusif. Dan hal ini juga harusnya diikuti dengan langkah pembenahan internal secara menyeluruh. MA harusnya juga proaktif membantu mencari Royani (sopir Nurhadi yang menghilang, Red) yang sebelumnya juga berstatus pegawai MA, terangnya.

Nasib Nurhadi kini memang tengah di ujung tanduk. Sebab KPK telah menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprin lidik) untuk sejumlah perkara yang melibatkan Nurhadi. Ketua KPK Agus Raharjo menyebut sprin lidik itu bisa untuk perkara penyuapan yang terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat maupun kasus-kasus lainnya di MA. (lum/gun/sof/jpg)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

75 Guru Besar Desak Ketua MK Mundur

75 Guru Besar Desak Ketua MK Mundur

Desakan agar Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengundurkan diri semakin menggema.


Ditanya soal Bagi-bagi Duit, Saksi Kompak Jawab Tidak Tahu

Ditanya soal Bagi-bagi Duit, Saksi Kompak Jawab Tidak Tahu

Lanjutan sidang kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto berlangsung sebagaimana mestinya.


Beban Negara Kian Besar Karena Terpidana Mati

Beban Negara Kian Besar Karena Terpidana Mati

Togiman alias Toge terpidana mati yang terancam divonis mati kali ketiga hanya satu dari ratusan terpidana mati kasus narkotika.


Jokowi Prihatinkan Kekerasan terhadap Guru

Jokowi Prihatinkan Kekerasan terhadap Guru

Kasus penganiayaan berujung kematian yang dilakukan siswa terhadap gurunya Ahmad Budi Cahyono di Sampang, Madura memantik Presiden Joko Widodo ikut mengomentari


SBY Membantah, lalu Laporkan Pengacara Setnov

SBY Membantah, lalu Laporkan Pengacara Setnov

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya mengambil sikap terhadap penyebutan namanya dalam kasus korupsi e-KTP.


Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

Tiga orang narapidana kasus terorisme bakal bebas dari Nusakambangan dalam waktu dekat. Sayangnya, ketiganya diduga masih memiliki paham radikal.


Korupsi, 83 PNS Belum Dipecat

Korupsi, 83 PNS Belum Dipecat

Badan Kepegawaian Negara (BKN) gerah melihat masih banyak aparatur sipil negara (ASN) atau PNS yang terlibat kasus korupsi tetapi belum dipecat.


Sikat 150 Ribu Tabung, Elpiji Subsidi Dioplos Mafia

Sikat 150 Ribu Tabung, Elpiji Subsidi Dioplos Mafia

Salah satu biang kerok kelangkaan elpiji 3 kg bersubsidi Desember lalu terungkap.


Gus Ipul Siap Jika diganti Risma

Gus Ipul Siap Jika diganti Risma

Calon Gubernur Jatim PDIP-PKB, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengakui, jika isu terkait Azwar Anas cukup berimbas pada koalisinya.


Azwar Anas Kembalikan Mandat ke PDI Perjuangan

Azwar Anas Kembalikan Mandat ke PDI Perjuangan

Setelah diterpa isu tak sedap, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memilih untuk mengembalikan mandat ke PDI Perjuangan.



Berita Hari Ini

hari pers

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!