Nasional
Share this on:

Jokowi Restui Nurhadi Mundur

  • Jokowi Restui Nurhadi Mundur
  • Jokowi Restui Nurhadi Mundur

JAKARTA - Pengunduran diri Nurhadi dari jabatan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) telah disetujui Presiden Joko Widodo. Kini, MA diminta segera menyiapkan nama calon pengganti Nurhadi untuk diajukan ke Presiden.

Persetujuan tersebut tertuang dalam Keppres nomor 80/TPA/2016 tertanggal 28 Juli 2016. Berlaku efektif terhitung 1 Agustus sesuai permintaan saudara Nurhadi yang mengajukan pengunduran diri, terang Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat dikonfirmasi kemarin (29/7). Pada 22 Juli lalu, Ketua MA bersurat kepada Presiden menyampaikan pengunduran diri Nurhadi.

Pemerintah berharap MA bisa segera mengajukan nama calon pengganti. Mekanismenya sudah diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam UU tersebut disebutkan, pengisian jabatan tinggi seperti Sekretaris MA diawali dengan pembentukan panitia seleksi.

Pansel itulah yang akan menyeleksi calon pengganti Nurhadi. Dari calon-calon itu dipilih tiga orang yang terbaik untuk diserahkan kepada presiden. Nanti presiden yang akan memutuskan siapa di antara ketiga orang itu yang bakal menjadi suksesor Nurhadi.

Presiden juga mempersilakan kepada ketua MA, sebelum ada sekretaris definitif bisa menunjuk Plt-nya terlebih dahulu, lanjut mantan Sekjen PDIP itu.

Pelaksana harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menyebutkan, pensiun dini yang diajukan Nurhadi akan memudahkan penyelidikan sejumlah perkara. ''Saat ini kan kami masuk melakukan pengumpulkan barang bukti dan keterangan untuk penyelidikan perkara yang bersangkutan,'' kata Yuyuk.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Independen Peradilan (Leip) Astriyani mengatakan mundurnya Nurhadi diharapkan membawa dampak besar terhadap penanganan sejumlah perkara korupsi yang mengindikasikan keterlibatan pejabat asal Kudus tersebut. Dia berharap MA dan Polri proaktif membantu penyelidikan yang tengah dilakukan KPK.

?Setidaknya untuk membantu menghadirkan supir dan para polisi yang dulu menjaga Nurhadi,? ujar Astriyani. Sebagaimana diketahui, selama ini KPK kesulitan menghadirkan Royani, sopir Nurhadi. Sopir yang juga pernah berstatus pegawai MA itu hilang begitu saja. Dia diduga menyimpan sejumlah rahasia Nurhadi. (byu/gun/sof/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti

Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti

Keinginan Presiden Joko Widodo untuk melindungi KPK terbentur banyak hal.


Jokowi: Tol Non Tunai Masih Transisi

Jokowi: Tol Non Tunai Masih Transisi

Sejumlah problem di gate tol tidak menyurutkan optimisme pemerintah dalam penerapan pembayaran non tunai.


Anies-Sandi Diskusikan Wajah Jakarta dengan Jokowi

Anies-Sandi Diskusikan Wajah Jakarta dengan Jokowi

Pembangunan DKI Jakarta menjadi bahasan utama saat Presiden Joko Widodo memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno kemarin (25/10).


Duh... Yang Diimpor 94 Ribu Ton Bukan Beras, tapi Menir

Duh... Yang Diimpor 94 Ribu Ton Bukan Beras, tapi Menir

Menanggapi gencarnya kritikan akan besarnya impor beras dalam tiga tahun terakhir kepemimpinan Jokowi-JK.


Di Depan Gatot, Jokowi Tegaskan Dirinya Panglima Tertinggi

Di Depan Gatot, Jokowi Tegaskan Dirinya Panglima Tertinggi

Polemik pengadaan senjata yang mencuat beberapa waktu belakangan menjadi objek kegaduhan.


Jokowi: Kekejaman PKI Jangan Terulang Lagi

Jokowi: Kekejaman PKI Jangan Terulang Lagi

Presiden Joko Widodo memimpin langsung upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, kemarin (1/10).


Gedung Penuh, Putri Presiden Jokowi Menikah Rabu

Gedung Penuh, Putri Presiden Jokowi Menikah Rabu

Misteri pernikahan anak kedua Presiden Joko Widodo Kahiyang Ayu akhirnya terpecahkan juga.


Presiden Jokowi Marah Dirjen Hubla Tertangkap Korupsi

Presiden Jokowi Marah Dirjen Hubla Tertangkap Korupsi

Kasus dugaan korupsi yang kembali terbongkar di Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub membuat marah Presiden Joko Widodo.


Pak Presiden, Teknis Pendidikan Tidak Bisa Diseragamkan

Pak Presiden, Teknis Pendidikan Tidak Bisa Diseragamkan

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Presiden Jokowi untuk segera bertindak menanggapi kontroversi Lima Hari Sekolah yang tengah menghangat.


Najwa Shihab Mundur, Mata Najwa Tayang Terakhir 30 Agustus

Najwa Shihab Mundur, Mata Najwa Tayang Terakhir 30 Agustus

Program Mata Najwa dikabarkan akan berakhir, Rabu (30/8) mendatang. Ini seiring pengunduran diri presenternya, Najwa Shihab dari Metro TV.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!