Nasional
Share this on:

Kabar Gembira bagi Guru, Anggaran TPG Capai Rp70 Triliun

  • Kabar Gembira bagi Guru, Anggaran TPG Capai Rp70 Triliun
  • Kabar Gembira bagi Guru, Anggaran TPG Capai Rp70 Triliun

JAKARTA - Guru sasaran penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) tidak perlu risau. Meskipun pemerintah gencar melakukan penghematan anggara, alokasi untuk TPG tahun depan sudah mendapat jaminan. Jumlahnya mencapai Rp70 triliun.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan anggaran TPG sudah dialokasikan dalam APBN 2017. Alokasi TPG untuk guru-guru PNS daerah, masuk dalam dana yang ditransfer ke daerah.

Sementara uang TPG untuk guru non PNS daerah ada di Kemendikbud, jelasnya di Jakarta, kemarin.

Pejabat yang akrab disapa Pranata itu menuturkan alokasi untuk TPG kelompok guru PNS daerah mencapai Rp65 triliun. Uang super jumbo itu bakal dibagikan kepada 1.310.696 orang guru PNS daerah di seluruh Indonesia. Sementara alokasi TPG untuk guru non PNS daerah berjumlah Rp4,9 triliun untuk 222.204 orang.

Pranata menjelaskan alokasi anggaran untuk membayar TPG 2017 itu belum menghitung daya serap TPG tahun ini. Dia mengatakan serapan TPG tahun ini baru diketahui Desember nanti. Jika pada Desember nanti diketahui banyak uang TPG yang ngendon di pemda, maka dioptimalkan untuk pembayaran TPG periode 2017.

Menurut pejabat yang hobi kuliner Sunda itu, tidak ada perubahan dalam proses pencairan TPG tahun depan. Pencairannya tetap diberlakukan sistem rapel tiga bulanan. TPG untuk periode Januari-Maret dibayar April. Kemudian untuk April-Juni dibayar pada Juli dan seterusnya.

Plt Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi berharap ada reformasi dalam sitem pencairan TPG. Diantara yang dia inginkan adalah, pencairan TPG itu rutin setiap tahun. Bisa mencontoh pencairan tunjangan profesi dosen yang cairnnya setiap bulan, tandasnya. (wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Saya Sedang Diincar, Saya Tidak Kaget
Saya Sedang Diincar, Saya Tidak Kaget

Berita Sejenis

Buruan... Naik Kereta Api dari Jakarta Didiskon 15 Persen

Buruan... Naik Kereta Api dari Jakarta Didiskon 15 Persen

PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menghadirkan program diskon 15 persen bagi penumpang rombongan.


Alhamdulillah, Akhirnya Guru Honorer Bisa Jadi PNS atau PPPK

Alhamdulillah, Akhirnya Guru Honorer Bisa Jadi PNS atau PPPK

Kabar gembira untuk guru honorer yang selama ini mengajar di sekolah.


Enam Pimpinan DPRD Kota Malang Tersangka Suap

Enam Pimpinan DPRD Kota Malang Tersangka Suap

KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus suap pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) Pemkot Malang tahun anggaran 2015.


Calon Jamaah Haji Meninggal Bisa Diganti Ahli Waris

Calon Jamaah Haji Meninggal Bisa Diganti Ahli Waris

Kementerian Agama (Kemenag) siap menerapkan regulasi baru pengisian kursi bagi calon jamaah haji (CJH) reguler yang meninggal.


Belum Registrasi, Mulai Hari Ini Tak Bisa Menelepon dan SMS

Belum Registrasi, Mulai Hari Ini Tak Bisa Menelepon dan SMS

Kemenkominfo mulai hari ini akan memblokir sebagian akses komunikasi bagi pemilik kartu prabayar yang belum melakukan registrasi.


Kemendikbud Data Guru Honorer yang Akan Dijadikan CPNS

Kemendikbud Data Guru Honorer yang Akan Dijadikan CPNS

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mendata jumlah guru honorer di seluruh Indonesia.


75 Guru Besar Desak Ketua MK Mundur

75 Guru Besar Desak Ketua MK Mundur

Desakan agar Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengundurkan diri semakin menggema.


Cabuli Puluhan Siswi, Guru SMP di Jombang Terancam Dipecat

Cabuli Puluhan Siswi, Guru SMP di Jombang Terancam Dipecat

Sejumlah wali murid SMP Negeri 6 Jombang kemarin ramai-ramai mendatangi sekolah.


Ditanya soal Bagi-bagi Duit, Saksi Kompak Jawab Tidak Tahu

Ditanya soal Bagi-bagi Duit, Saksi Kompak Jawab Tidak Tahu

Lanjutan sidang kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto berlangsung sebagaimana mestinya.


Jokowi Prihatinkan Kekerasan terhadap Guru

Jokowi Prihatinkan Kekerasan terhadap Guru

Kasus penganiayaan berujung kematian yang dilakukan siswa terhadap gurunya Ahmad Budi Cahyono di Sampang, Madura memantik Presiden Joko Widodo ikut mengomentari



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!