Nasional
Share this on:

Kasus Pajak, Ipar Jokowi Diduga Penghubung Terdakwa Suap

  • Kasus Pajak, Ipar Jokowi Diduga Penghubung Terdakwa Suap
  • Kasus Pajak, Ipar Jokowi Diduga Penghubung Terdakwa Suap

KPK mendalami hubungan pertemanan antara Presdir PT EK Prima Ekspor Ramapanicker Rajamohanan Nair dengan Arif Budi Sulistyo.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami hubungan pertemanan antara Presdir PT EK Prima Ekspor (EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair dengan ipar Presiden Jokowi, Arif Budi Sulistyo, untuk mengusut kasus suap perpajakan. KPK bisa lebih jauh menelisik keterlibatan Arif dalam kasus suap senilai Rp1,9 miliar tersebut.

Jaksa KPK Asri Santoso menyatakan, pertemanan Rajamohanan-Arif itu sebenarnya sempat terungkap saat kasus tersebut di tahap penyidikan. Hanya, saat itu Arif mengaku tidak tahu-menahu seputar aliran uang suap yang diberikan Rajamohanan untuk Handang Soekarno, pejabat penyidik PNS (PPNS) Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

”Tapi (kalau tidak tahu ada aliran uang), ternyata ada pemberian ke Handang sampai ada OTT (operasi tangkap tangan) itu,” ungkap Asri kepada Jawa Pos (induk radartegal.com), kemarin.

Secara umum, peran Arif terkait dalam kasus itu masih terbuka untuk didalami. Sebab, sesuai pandangan jaksa, alasan tidak tahu itu masih abu-abu bila dikaitkan dengan rangkaian suap yang terungkap pada 21 November itu.

Masih di penyidikan, Arif dan Rajamohanan pernah bertemu di kantor pelayanan pajak penanaman modal asing (KPP PMA) VI Kalibata. Keduanya sama-sama mengurus pengampunan pajak (tax amnesty). Hanya, kala itu ada rekan Arif yang juga mengurus tax amnesty. Di penyidikan belum terungkap lebih jauh adanya pertemuan lain yang dilakukan mereka selain mengurus pengampunan pajak.

”Sebenarnya di sini (suap pajak) yang perlu didalami adalan peran Haniv (kepala kanwil DJP Jakarta Khusus),” ujarnya.

Yakni, adanya janji atau hadiah yang diterima saat mengeluarkan dokumen surat tagihan pajak pajak pertambahan nilai (STP PPN) PT EK Prima Ekspor. Sesuai dakwaan, Rajamohanan menginginkan persoalan pajak perusahaannya itu segera diselesaikan.

”Kalau prosedurnya kita tahu, di persidangan bilangnya normal-normal saja, tapi kami anggap nggak normal karena ada udang dibalik batu. Buktinya ada WA (WhatsApp) itu, jadi kami melihat nanti di persidangan apakah ada janji untuk menerima uang sesuai apa yang ada di WA,” bebernya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, KPK masih mendalami peran penghubung dalam kasus tersebut. Dalam dakwaan, penghubung itu sejatinya melekat dengan Arif. Sebab, dari suami Titik Relawati tersebut, terdakwa Rajamohanan bisa bertemu dengan Handang, pejabat DJP yang menerima suap.

”Peran penghubung akan kami klarifikasi lebih lanjut,” ucapnya.

Febri mengatakan, peran Arif sebagai penghubung memang terungkap dalam persidangan. Hanya, apakah Arif juga mendapat bagian dari suap Rp1,9 miliar, Febri menyebut hal itu belum bisa diklarifikasi. ”Bisa saja penghubung ini hanya menghubungkan saja, tapi tidak tahu kalau yang dihubungkan membuat kesepakatan sendiri,” terangnya.

Sayangnya, sampai saat ini Arif belum bisa dikonfirmasi. Informasinya, Arif tengah melakukan ibadah umrah di Mekkah. Sebagaimana diberitakan, Arif terseret kasus suap pajak PT EK Prima Ekspor (EKP). Namanya disebutkan dalam dakwaan Rajamohanan, terdakwa yang menyuap Handang. (tyo/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Duh... KPK Ingin Sembunyikan 37 Anggota DPR

Duh... KPK Ingin Sembunyikan 37 Anggota DPR

KPK benar-benar ingin menyimpan rapat-rapat 37 nama anggota DPR (2009-2014) yang diduga menerima aliran korupsi e-KTP.


Lihat Ini, Berkas Perkara Dua Terdakwa E-KTP Setinggi 2,5 Meter

Lihat Ini, Berkas Perkara Dua Terdakwa E-KTP Setinggi 2,5 Meter

Kasus korupsi e-KTP yang saat ini ditangani KPK memasuki babak baru. Sejumlah nama top mulai disebut-sebut ikut terlibat.


Akhirnya, Presiden Jokowi-SBY Bertemu di Istana

Akhirnya, Presiden Jokowi-SBY Bertemu di Istana

Pertemuan yang dinanti-nantikan itu akhirnya terjadi. Kemarin Presiden Joko Widodo menerima Presiden ke-6 RI SBY di Istana Merdeka.


Rano ‘Si Doel’ Karno Ikut Terseret Korupsi Atut

Rano ‘Si Doel’ Karno Ikut Terseret Korupsi Atut

Petualangan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di pusaran kasus korupsi berlanjut.


Daftar Politisi yang Diduga Terlibat Kasus E-KTP Mulai Beredar

Daftar Politisi yang Diduga Terlibat Kasus E-KTP Mulai Beredar

Kegaduhan politik mulai terasa menjelang sidang perdana kasus dugaan korupsi KTP elektronik (E-KTP) Kamis (9/3) lusa.


Duh, Pembunuhan Kim Jong-nam Gunakan Bahan Senjata Pemusnah Massal

Duh, Pembunuhan Kim Jong-nam Gunakan Bahan Senjata Pemusnah Massal

Kasus pembunuhan WN Korea Utara (Korut) menemukan titik terang.


Wow, Ternyata Aisyah Usapkan Racun ke Wajah Jong-nam

Wow, Ternyata Aisyah Usapkan Racun ke Wajah Jong-nam

Fakta-fakta baru tentang pembunuhan pria Korea Utara (Korut) yang diduga Kim Jong-nam kian terkuak.


Kurangi Bising Politik, Nonaktifkan Segera Ahok

Kurangi Bising Politik, Nonaktifkan Segera Ahok

Kasus yang membelit Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi bahasan dalam pertemuan PP Pemuda Muhammadiyah dengan Presiden Joko Widodo


KPK Telusuri Peran Adik Ipar Jokowi

KPK Telusuri Peran Adik Ipar Jokowi

Bola panas dugaan keterlibatan Arif Budi Sulistyo dalam pusaran kasus suap pajak PT Eka Prima Ekspor (EKP) terus menggelinding liar.


Adik Ipar Jokowi Terseret Kasus Suap

Adik Ipar Jokowi Terseret Kasus Suap

Arif Budi Sulistyo ikut terseret dalam kasus suap dengan terdakwa Ramapanicker Rajamohan.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!