Nasional
Share this on:

KPK Mulai Telusuri Dugaan Aliran Uang Korupsi Emir

  • KPK Mulai Telusuri Dugaan Aliran Uang Korupsi Emir
  • KPK Mulai Telusuri Dugaan Aliran Uang Korupsi Emir

JAKARTA - Praktik suap perusahaan otomotif Inggris, Rolls-Royce (RR), ke mantan Dirut PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar yang diduga sudah berlangsung lama mendorong KPK bekerja ekstra. Bukan hanya mengungkap keterlibatan pihak lain, penyidik juga bakal mendalami indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan tersangka.

Sebelumnya, Emir (sapaan Emirsyah Satar) yang berstatus tersangka penerima suap dalam pengadaan mesin pesawat RR membantah keterlibatannya dalam kasus itu.

Bantahan tersebut memantik penyidik untuk berupaya keras mempelajari bukti lain yang berkaitan dengan perkara itu. Di antaranya, dokumen kepemilikan aset tersangka Emir dan Soetikno Soedarjo (bos Grup MRA yang diduga menjadi perantara suap).

Dokumen itu bisa digunakan KPK untuk mencari celah menelisik lebih jauh indikasi TPPU para tersangka. Khususnya yang berkaitan dengan upaya mengubah bentuk atau menyamarkan kekayaan hasil tindak pidana korupsi yang pernah dilakukan Emir dan Soetikno saat praktik suap terjadi.

Indikasi TPPU mencuat karena dalam laporan lembaga antikorupsi Inggris Serious Fraud Office (SFO) menyebut bahwa praktik kotor RR di tanah air sudah berlangsung sejak 1989 atau ketika era Presiden Soeharto.

Diduga, sejumlah pejabat penting di PT Garuda dan Istana ikut terlibat dalam korupsi kakap tersebut. Baik berperan sebagai perantara atau penerima suap dari RR.

Praktik rasuah RR itu pun diduga berlangsung hingga 2014 atau saat Emir masih menjabat sebagai Dirut PT Garuda. Dokumen SFO menyebut pihak RR terus berupaya mengamankan bisnis di PT Garuda. Seperti diungkap SFO, RR melakukan suap yang disebut dengan istilah pembayaran lanjutan pada Juni 2012 dan Mei 2014.

Pembayaran itu disebut-sebut untuk kepentingan dua pejabat PT Garuda. Tidak hanya di 2012 dan 2014, suap RR selama kepemimpinan Emir juga diduga terjadi pada pertengahan 2007 sampai 2008.

Bersumber dokumen SFO, kerja sama RR dengan PT Garuda sempat terkendala. Pihak RR pun menunjuk perantara baru untuk mengamankan bisnis mereka di PT Garuda. Utamanya yang berkaitan dengan perjanjian perawatan atau total care agreement (TCA) mesin Trent 700 untuk pesawat Airbus 330.

Nah, pada pertengahan 2007, RR menunjuk perantara baru untuk memudahkan lobi ke PT Garuda. Pelibatan orang ketiga itu untuk mengidentifikasi pejabat PT Garuda yang dianggap menguntungkan RR. Mulai dari pegawai senior hingga pejabat-pejabat yang menduduki posisi penting dalam kesepakatan kerjasama TCA.

Terkait penggunaan UU TPPU untuk menelisik lebih jauh dugaan korupsi yang dilakukan Emirsyah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan hal itu sangat mungkin didalami. Penyidik dipastikan bakal menerapkan UU TPPU bila mendapat informasi tersangka melakukan upaya merubah bentuk atau menyamarkan kekayaan.

”Tapi kami belum bisa sampaikan saat ini,” ujarnya, kemarin.

Febri mengatakan, penyidik terus mendalami dokumen-dokumen yang berisi data penting tentang konstruksi perkara tersebut. Salah satunya, data kepemilikan aset Emir dan Soetikno, baik itu di tanah air atau di luar negeri.

”Penyidik akan mempelajari informasi-informasi yang didapatkan,” jelasnya.

Sebelumnya, KPK melakukan penggeledahan di lima lokasi di Jakarta untuk mendapatkan data-data relevan dengan kasus tersebut.

Terkait dengan bantahan Emir, KPK menghargainya. Febri mengatakan, pihaknya telah memiliki cukup bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Emir dan perantara Soetikno sebagai tersangka.

”Kami berharap pihak tersangka membawa bukti-bukti (bantahan) pada saat pemeriksaan nanti,” imbuh mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) ini. (tyo/agm/zul)


Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Dilelang KPK, Jeep Djoko Susilo Terjual Rp460 Juta

Dilelang KPK, Jeep Djoko Susilo Terjual Rp460 Juta

Senyum Ridha Giwangkara mengembang. Itu setelah dia dipastikan membawa pulang mobil Jeep Wrangler 4.OL AT keluaran 2007.


Ckckck... Toilet Tersumbat Uang Rp1,33 Miliar

Ckckck... Toilet Tersumbat Uang Rp1,33 Miliar

Biasanya, orang membuang duit, baik duit sendiri maupun suami, ke gerai tas atau sepatu di Avenue Montaigne.


Sejumlah Mobil Mewah Aset Djoko Susilo Akan Dilelang KPK

Sejumlah Mobil Mewah Aset Djoko Susilo Akan Dilelang KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali membuka lelang eksekusi barang rampasan kasus rasuah. Mayoritas aset yang dilelang berupa kendaraan.


Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Bebani Masyarakat

Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Bebani Masyarakat

Rencana pengenaan biaya isi ulang kartu uang elektronik dinilai kurang tepat. Pasalnya, biaya isi ulang itu bakal membebani masyarakat.


Setnov Kirim Surat ke KPK Agar Tidak Diperiksa

Setnov Kirim Surat ke KPK Agar Tidak Diperiksa

Surat Setya Novanto yang dikirim ke KPK menimbulkan polemik.


Kasus First Travel, Polisi Sita Sejumlah Tas Mewah Anniesa

Kasus First Travel, Polisi Sita Sejumlah Tas Mewah Anniesa

Bareskrim terus berupaya mengumpulkan aset Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang diduga dibeli dengan uang jamaah.


Kekeringan Meluas, 56.334 Hektare Lahan Terancam Gagal Panen

Kekeringan Meluas, 56.334 Hektare Lahan Terancam Gagal Panen

Bencana kekeringan mulai melanda Indonesia. Curah hujan yang rendah dan kualitas lingkungan yang buruk menjadi penyebab.


Mata Kanan Novel Sempurna, Fokus ke Mata Kiri

Mata Kanan Novel Sempurna, Fokus ke Mata Kiri

KPK mendapat kabar baik dari tim dokter yang merawat Novel Baswedan di Singapura.


Alhamdulillah, Fungsi Mata Kanan Novel Normal Lagi

Alhamdulillah, Fungsi Mata Kanan Novel Normal Lagi

Lima bulan pasca insiden penyiraman air keras yang terjadi pada Selasa (11/4), kondisi kesehatan penyidik KPK Novel Baswedan semakin baik.


Harga Beras Kemasan Harus Sesuai HET

Harga Beras Kemasan Harus Sesuai HET

Menyusul diberlakukannya HET mulai saat ini, seluruh beras premium baik curah maupun kemasan tidak boleh lagi dijual melebihi HET.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!