Nasional
Share this on:

KPK Telusuri Peran Adik Ipar Jokowi

  • KPK Telusuri Peran Adik Ipar Jokowi
  • KPK Telusuri Peran Adik Ipar Jokowi

JAKARTA - Bola panas dugaan keterlibatan Arif Budi Sulistyo dalam pusaran kasus suap pajak PT Eka Prima Ekspor (EKP) terus menggelinding liar. Pengusaha yang juga merupakan adik ipar Presiden Joko Widodo itu dikaitkan dengan perkara yang menyeret Country Director PT EKP Ramapanicker Rajamohan Nair (RRN) sebagai terdakwa tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mendapat tugas berat. Sebab, mereka mesti berupaya membuktikan adanya keterlibatan itu. Termasuk, dugaan bahwa Arif menjadi pihak perantara yang membantu permasalahan pajak RRN.

”Saksi-saksi akan diperiksa, sepanjang itu relevan dengan perkara ini (yang melibatkan Arif, Red),” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, kemarin.

Sebagai catatan, KPK dalam dakwaan terhadap RRN di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (13/2) sempat menyebut nama Arif Budi Sulistyo. Jaksa penuntut KPK mengungkapkan bila Arif yang juga merupakan Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera itu memiliki peran untuk membantu menyelesaikan persoalan pajak PT EKP, milik RRN.

Suami Titik Ritawati, adik Joko Widodo itu juga disebutkan pernah bertemu dengan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi untuk membahas permasalahan tersebut. Usai pertemuan itu, RRN mengirim dokumen-dokumen pajak ke Arif melalui WhatsApp. Arif lantas meneruskan pesan itu ke Handang Soekarno, pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang kini berstatus tersangka penerima uang suap dari RRN sebesar Rp 1,9 miliar.

Rangkaian peristiwa itu yang saat ini tengah ditelusuri KPK. Lembaga antirasuah itu berupaya membuktikan bahwa Arif adalah mitra bisnis terdakwa RRN yang merupakan pemberi suap kepada tersangka Handang. KPK juga berusaha membuktikan bahwa Arif menjadi penghubung antara pegawai Ditjen Pajak dan RRN.

Febri menjelaskan, Arif sebenarnya pernah diperiksa di penyidikan RRN pertengahan Januari lalu. Namun, pihaknya tidak mencantumkan nama itu dalam jadwal pemeriksaan dengan alasan strategi penyidik agar lebih konsentrasi pada substansi perkara. ”Kami menyebutkan nama itu (Arif Budi Sulistyo) sebagai bagian rangkaian peristiwa yang cukup panjang dengan terdakwa Rajamohan.”

KPK masih berhati-hati menindaklanjuti fakta persidangan itu. Febri mengatakan, jaksa penuntut KPK memfokuskan pembuktian pemberian hadiah atau janji dari RRN ke sejumlah pejabat Ditjen Pajak. ”Tentu saja yang akan dibuktikan dalam persidangan adalah rangkaian peristiwa itu yang kemudian berujung pada apakah terdakwa terbukti memberikan hadiah atau janji atau tidak,” tutur mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) ini.

Sementara itu, tersangka penerima suap pajak Handang Soekarno irit berkomentar saat ditanya keterlibatan Arif dalam kasus yang menjeratnya. Menurutnya, peran Arif merupakan materi penyidikan yang belum bisa dijawab. ”Kalau materi, saya nggak bisa jawab,” kata Handang usai diperiksa di KPK, kemarin.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo tampak santai menyikapi kemungkinan Arif menjadi tersangka di KPK. ’’Ya kalau ada yang nggak bener, ya diproses hukum saja,’’ ujarnya di Istana Merdeka kemarin (16/2). Penegasan itu untuk menjawab pertanyaan tentang munculnya nama saudara ipar Jokowi tersebut dalam surat dakwaan RRN.

Jokowi menegaskan selalu menghormati proses hukum yang ada di KPK. Menurut Jokowi tidak hanya dia saja, namun juga seluruh masyarakat juga harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Dia yakin KPK bekerja dengan profesional dalam memproses semua kasus tanpa ada pengecualian.

Sebelumnya, sumber Jawa Pos yang mengetahui kasus tersebut sudah memastikan bahwa Arif Budi Sulistyo yang dimaksud adalah adik ipar Jokowi. Dia merupakan suami dari adik bungsu Jokowi, Titik Relawati. Nama Arif tercantum sebagai perantara suap kepada salah satu penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen Pajak Handang Soekarno.

Disinggung mengenai edaran yang pernah dia keluarkan terkait pihak yang mencatut namanya, Jokowi mengiyakan. Dia menegaskan, tidak sekadar membuat surat edaran semata. ’’Sebelumnya mungkin lebih dari lima kali saya sampaikan, di sidang kabinet, waktu pertemuan dengan dirut-dirut BUMN juga saya sampaikan,’’ tambahnya.

Edaran yang dimaksud adalah perintah bagi jajarannya, termasuk BUMN, untuk mengabaikan siapapun yang mencatut nama Jokowi untuk meminta jabatan atau proyek. Baik yang mengaku sebagai keluarga, relawan, pejabat, atau apapun yang berkaitan dengan dirinya. Pernyataan itu juga pernah disampaikan Jokowi melalui cuitannya di Twitter pada 21 Januari 2016. (tyo/byu/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Ahok Temui Megawati, Ada Apa Ya?
Ahok Temui Megawati, Ada Apa Ya?

Berita Sejenis

Siapa Susul Setnov? KPK Mulai Penyidikan Baru

Siapa Susul Setnov? KPK Mulai Penyidikan Baru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.


Kasus Kaesang Mentok, Wakapolri: Laporan Ndeso Mengada-ada

Kasus Kaesang Mentok, Wakapolri: Laporan Ndeso Mengada-ada

Laporan dugaan ujaran kebencian dengan terlapor Kaesang, putra Presiden Jokowi mentok.


Diduga Bermuatan SARA, Video Kaesang Dipolisikan

Diduga Bermuatan SARA, Video Kaesang Dipolisikan

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep dilaporkan ke Polresta Bekasi Kota.


Jokowi Agendakan Bertemu Trump

Jokowi Agendakan Bertemu Trump

Setelah bertemu dengan mantan Presiden AS Barack Obama pada Jumat (30/6) lalu, Presiden Jokowi akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.


Yasonna Laoly Akhirnya Penuhi Panggilan KPK, Akom dan Istri Absen

Yasonna Laoly Akhirnya Penuhi Panggilan KPK, Akom dan Istri Absen

Setelah dua kali mangkir dari panggilan Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK), akhirnya Yasonna Hamonangan Laoly kemarin (3/7) datang.


Ruang Kerja Disegel, KPK Terbangkan Gubernur dan Istrinya ke Jakarta

Ruang Kerja Disegel, KPK Terbangkan Gubernur dan Istrinya ke Jakarta

Mendapati istri dan dua pengusaha terkena OTT, Gubernur Bengkulu yang sedang memimpin rapat langsung meninggalkan ruang rapat.


 Istri Gubernur Bengkulu Kena OTT, KPK Sita Duit Rp1 Miliar

Istri Gubernur Bengkulu Kena OTT, KPK Sita Duit Rp1 Miliar

Untuk kedua kalinya dalam tempo dua minggu terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bengkulu.


Polri Tawari KPK Ikut Usut Kasus Novel

Polri Tawari KPK Ikut Usut Kasus Novel

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan polisi telah mengamankan seorang saksi yang diduga mengetahui pelaku penyerangan Novel Baswedan.


Langkah Hukum Lawan Hak Angket DPR terhadap KPK

Langkah Hukum Lawan Hak Angket DPR terhadap KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan suntikan moril dari para pakar hukum tata negara.


#OTTRecehan Sindir KPK

#OTTRecehan Sindir KPK

Reaksi kontroversial ditunjukan sejumlah jaksa pasca OTT yang dilakukan KPK terhadap Kepala Kasi III Intelijen Kejati Bengkulu Parlin Purba.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!