Nasional
Share this on:

Kuota Haji Normal Lagi, di Jateng Daftar Sekarang Berangkat 2040

  • Kuota Haji Normal Lagi, di Jateng Daftar Sekarang Berangkat 2040
  • Kuota Haji Normal Lagi, di Jateng Daftar Sekarang Berangkat 2040

Masa tunggu calon jamaah haji Indonesia dipastikan bakal berkurang.

JAKARTA - Masa tunggu calon jamaah haji Indonesia dipastikan bakal berkurang. Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi penghentian pemangkasan kuota haji Indonesia oleh Pemerintah Arab Saudi, kemarin. Dengan demikian, kuota haji Indonesia per tahun ini kembali normal. Tidak hanya itu saja, Indonesia juga mendapatkan tambahan kuota lagi.

Kepastian itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sesi konferensi pers di Istana Merdeka kemarin. ’’Kementerian Haji Arab Saudi telah memutuskan mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211 ribu untuk tahun 2017,’’ ujarnya. Pemangkasan kuota itu sendiri telah berlangsung sejak 2013 sebagai dampak proyek perluasan dan renovasi Masjidil Haram.

Akibat renovasi tersebut, kuota haji seluruh negara terpangkas hingga seperlima. Pemangkasan itu tentu saja sangat terasa di Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbanyak.

’’Pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia dan memutuskan pemberian tambahan 10 ribu (jamaah),’’ lanjutnya. Dengan demikian, maka kuota haji Indonesia untuk 2017 bakal bertambah menjadi 221 ribu jamaah atau bertambah 52.200.

Menurut Jokowi, dengan kepastian tersebut maka persiapan haji Indonesia untuk 2017 sudah bisa dimulai sejak sekarang. Kementerian Agama sudah bisa mempersiapkan teknis pemberangkatan haji menyesuaikan dengan jumlah jamaah untuk Indonesia.

Penambahan kuota 10 ribu itu merupakan buah dari lobi pemerintah Indonesia selama dua tahun. Lobi pertama dilakukan saat kunjungan kenegaraan Jokowi ke Arab Saudi pada September 2015. Juga, pertemuan dengan wakil putra mahkota kerajaan Arab Saudi di sela perhelatan KTT G-20 di Hangzhou, Tiongkok, setahun kemudian.

Usai pertemuan tersebut, Jokowi menugaskan Menlu Retno Marsudi dan Menag Lukman Hakim Saifuddin untuk menindaklanjuti secara teknis. Salah satu upaya menambah kuota Indonesia adalah dengan meminta kuota sisa yang tidak terpakai dari sejumlah negara. Yakni, Singapura, Filipina, dan Jepang.

Kala itu, negara-negara tersebut sempat menyambut baik tawaran dari Indonesia. Apalagi, seringkali kuota di ketiga negara itu tidak terpakai 100 persen.

Namun, keputusan akhir tetap ada di tangan pemerintah Arab Saudi. Tidak bisa begitu saja sebuah negara memberikan kuotanya kepada negara lain, karena MoU dilakukan dengan pemerintah Saudi, bukan negara penerima hibah kuota.

Jokowi mengapresiasi keputusan pemerintah Arab Saudi itu. Dia juga mengumumkan rencana kunjungan kenegaraan Raja Salman ke Indonesia pada Maret mendatang. Indonesia menyambut baik rencana kunjungan tersebut. Apalagi, Saudi berkomitmen untuk terus memperbaiki layanan haji.

Salah satu perbaikan yang akan berdampak langsung bagi jamaah asal Indonesia ada pada fasilitas di bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis di Madinah. Bandara tersebutakan dilengkapi tempat transit khusus untuk jamaah haji asal Indonesia. Fasilitas itu direncanakan bakal dipakai ungtuk tempat mengurus dokumen keimigrasian.

Selama ini, jamaah asaln Indonesia yang secara kuntitas sangat besar sering kerepotan saat mengurus dokumen. Sebab, waktu kedatangan di Madinah dibatasi hanya 14 hari. Alhasil, kegiatan di bandara menjadi supersibuk. Tidak jarang, muncul kasus dokumen atau bagasi yang tertukar antar sesama jamaah.

Hingga 2016 lalu, jumlah antrean haji Indonesia di Kemenag mencapai sekitar 3 juta jamaah. Itu membuat masa tunggu menjadi semakin panjang.

Sebagai gambaran, sejumlah calon jamaah asal Jatim yang baru mendaftar akhir tahun lalu, baru mendapat kesempatan berangkat pada 2041 atau 25 tahun mendatang. Bahkan, untuk Kalsel, pendaftar teranyar akhir tahun lalu baru bisa berangkat pada 2046 atau 30 tahun mendatang.

Bila dipukul rata, secara nasional penambahan kuota haji itu membuat masa tunggu berkurang menjadi 14-15 tahun. Itu dengan kondisi daftar tunggu saat ini yang mencapai sekitar 3 juta calon jamaah. Dengan asumsi, penambahan jumlah jamaah itu konsisten, tidak bertambah maupun berkurang.

Namun, efek pengurangan masa tunggu itu bisa berbeda-beda di masing-masing daerah. Sebab, ada yang masa tunggunya 12 tahun, 20 tahun, 25 tahun, bahkan 30 tahun. Apalagi, kuota masing-masing daerah juga menyesuaikan dengan jumlah penduduk muslim.

Sebagai gambaran, Provinsi Jatim saat ini memiliki pendaftar haji berjumlah 537.642 orang. Padahal, kuota pertahunnya 27.143 jamaah atau 16,7 persen kuota nasional. Saat ini, jamaah yang mendaftar terakhir harus menunggu hingga 2041. Bila tambahan 52.200 jamaah itu dialokasikan dengan persentase yang sama, maka Jatim akan ketambahan 8.717 jamaah.

Dengan demikian, total kuota haji asal Jatim pada 2017 dan seterusnya akan menjadi 35.860. Itu berarti, masa tunggunya tinggal 14-15 tahun atau paling akhir 2031 untuk pendaftar yang ada saat ini. Meskipun demikian, masa tunggu itu masih bisa berubah. Mengingat selalu ada jamaah prioritas, yakni lansia, yang akan diperpendek masa tunggunya. (byu/bil/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kiota Tambahan Haji Prioritaskan 53 Ribu Jamaah Haji Lansia

Kiota Tambahan Haji Prioritaskan 53 Ribu Jamaah Haji Lansia

Kementerian Agama (Kemenag) masih menyusun skema pembagian tambahan 10 ribu kuota haji tahun ini.


Kuota Haji Indonesia Kembali 210 Ribu Jamaah

Kuota Haji Indonesia Kembali 210 Ribu Jamaah

Kuota haji Indonesia akhirnya kembali normal. Pemerintah Arab Saudi mengumumkan penghentian pemangkasan kuota lima tahun terakhir.


Kuota Haji 2017 Keluar Januari

Kuota Haji 2017 Keluar Januari

Kementerian Agama (Kemenag) menyayangkan masih beredar informasi hoax atau palsu terkait kuota haji 2017.


Belum Tertangkap, Penyuap DPRD Kebumen Dicekal

Belum Tertangkap, Penyuap DPRD Kebumen Dicekal

Kasus suap anggaran pendidikan Rp4,8 miliar di Kabupaten Kebumen sampai sekarang belum terang.


Jembatan Putus, Akses Jalur Selatan Jabar–Jateng Terganggu

Jembatan Putus, Akses Jalur Selatan Jabar–Jateng Terganggu

Diduga akibat terkikis air, jembatan penghubung Jabar dan Jateng amblas sepanjang 14 meter dengan dalam 10 meter Minggu tengah malam (9/10).


Jamaah Haji yang Meninggal Tahun Ini 333 Orang

Jamaah Haji yang Meninggal Tahun Ini 333 Orang

Penyelenggaraan haji 1437 H mendekati akhir. Sesuai jadwal yang dilansir Kemenag proses pemulangan jamaah haji tinggal sepekan lagi.


Kuota Haji Ditentukan Tahun Depan

Kuota Haji Ditentukan Tahun Depan

Indonesia tengah was-was menanti keputusan soal kuota haji tahun depan.


Alhamdulillah, Jumlah Haji yang Meninggal Turun Drastis

Alhamdulillah, Jumlah Haji yang Meninggal Turun Drastis

Musim Haji 2016 sudah berakhir dengan berbagai evaluasi yang pelaksanaan.


Jumlah Haji Indonesia di Filipina Tidak Banyak

Jumlah Haji Indonesia di Filipina Tidak Banyak

Angka indikasi super besar terkait haji Indonesia berpaspor Filipina rupanya belum terbukti sampai saat ini.


Berangkatkan Haji via Filipina, Izin KBIH Bisa Dicabut

Berangkatkan Haji via Filipina, Izin KBIH Bisa Dicabut

Kasus berhaji lewat Filipina akhirnya menyeret sejumlah kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH).



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!