Nasional
Share this on:

Mantan Menkes Kembalikan Uang Korupsi Rp1,35 Miliar

  • Mantan Menkes Kembalikan Uang Korupsi Rp1,35 Miliar
  • Mantan Menkes Kembalikan Uang Korupsi Rp1,35 Miliar

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (dok JPNN)

JAKARTA - Kendati belum ada vonis dalam kasus dugaan korupsi alat kesehatan yang menjerat mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, namun dia membuat keputusan yang cukup mengejutkan. Siti Fadilah mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi senilai Rp1,35 miliar. Uang tersebut berstatus dititipkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan bahwa terdakwa memang mengembalikan uang senilai Rp1,35 miliar. Namun, statusnya masih penitipan ke KPK. ?Status penitipan karena belum ada putusan pengadilan,? jelasnya.

Setelah terdapat putusan pengadilan, maka uang itu baru diproses untuk dikembalikan ke negara. Semua pengembalian ini dicatat dan didokumentasikan dengan baik. ?Semua tentu diproses,? paparnya ditemui di gedung KPK kemarin.

Proses menunggu putusan ini juga mempengaruhi proses pengembangan kasus dugaan korupsi alat kesehatan tersebut. Pemeriksaan saksi-saksi juga harus menunggu putusan tersebut. ?Jadi, kami ya berharap putusannya,? ujarnya.

Yang pasti, setelah putusan itu akan ada pihak-pihak lain yang dikembangkan. termasuk semua aliran dana senilai Rp 6,3 miliar tersebut. ?dananyadilihat seperti aliran ke Sutrisno Bachir Foundation,? paparnya.

Dalam persidangan sebelumnya, Siti Fadilah membantah semua tuntutan jaksa KPK, terkait hal tersebut, Febri mengaku tidak masalah. Menurutnya, terdakwa memiliki hak untuk melakukan pembelaan.

?Namun, tentunya semua itu diserahkan pada pengadilan. Kalau bersalah berapa vonisnya dan bagaimana konstruksinya. Pertimbangan hakim dalam menentukan pasal seperti apa,? paparnya.

Sementara itu, kuasa hukum Siti Fadilah Supari, Achmad Cholidin menuturkan bahwa pengembalian uang Rp1,35 miliar itu sudah disebutkan secara detail dalam pleidoi yang dibacakan sendiri oleh klien dia.

Pengembalian uang tersebut semata-mata karena putusan hukum perkara Rustam Syarifudin Pakaya yang telah berkekuatan tetap pada 2012. Meskipun, dia menyebutkan dalam persidangan Siti Fadilah tidak terbukti punya hubungan dengan Rustam dan PT Graha Ismaya.

?Yang dikembalikan Rp1,350 miliar, pada hari Senin tanggal 5 Juni 2017,? ujar Cholidin saat dikonfirmasi kemarin (8/6). Tapi, berita acara serah terima di KPK baru dibuat pada Selasa (6/6).

Sesuai surat tuntutan Jaksa KPK, Siti diduga menerima gratifikasi sebesar Rp1,9 miliar. Perinciannya Rp500 juta dari Direktur PT Graha Ismaya Sri Wahyuningsih. Sedangkan sisanya, Rp1,4 miliar dari Rustam Syarifudin Pakaya yang mendapatkan uang tersebut dari Direktur Utama PT Graha Ismaya Masrizal Achmad Syarif.

Cholidin mengungkapkan bahwa sisa uang Rp500 juta tersebut tidak akan dikembalikan. Dia menyebutkan pengembalian uang tersebut bukan berarti Siti menerima uang yang diduga suap itu. ?Semata-mata ini karena putusan Rustam Pakaya,? tandas dia. (idr/jun/jpg)



Berita Sejenis

KPK Garansi Usut Legislator Penerima Uang

KPK Garansi Usut Legislator Penerima Uang

KPK meminta publik untuk bersabar terkait hilangnya sebagian nama anggota DPR periode 2009-2014 dalam surat dakwaan Setya Novanto.


Regulasi Ruwet Celah Korupsi

Regulasi Ruwet Celah Korupsi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi.


Sopir yang Bikin Setnov Tabrak Tiang Listrik Diperiksa KPK

Sopir yang Bikin Setnov Tabrak Tiang Listrik Diperiksa KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memulai penyelidikan kasus dugaan menghalangi pengusutan kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).


Jenderal Asal Tegal Itu Pamitan Sebelum Sertijab

Jenderal Asal Tegal Itu Pamitan Sebelum Sertijab

Senyum lepas tampak dari wajah mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat mengunjungi Komando Armada kawasan Timur (Koarmatim).


Nasib Setnov Ditentukan Pekan Depan

Nasib Setnov Ditentukan Pekan Depan

Praperadilan tersangka korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-ktp) Setya Novanto baru akan diketahui hasilnya pekan depan.


Berkas Dilimpahkan, Sidang Praperadilan Setnov Jalan Terus

Berkas Dilimpahkan, Sidang Praperadilan Setnov Jalan Terus

Hakim tunggal praperadilan Setya Novanto, Kusno, tetap melanjutkan sidang yang diajukan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.


Akhirnya, Berkas Setnov Lengkap Juga

Akhirnya, Berkas Setnov Lengkap Juga

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan sudah merampungkan berkas penyidikan perkara Setya Novanto (Setnov), kemarin.


Dittipikor Fokus Selesaikan 40 Kasus Korupsi

Dittipikor Fokus Selesaikan 40 Kasus Korupsi

Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan kasus korupsi yang ditangani.


KPK Fokus Hadapi Praperadilan Kedua Setnov

KPK Fokus Hadapi Praperadilan Kedua Setnov

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menegaskan bahwa perkara dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Setnov terus berjalan.


Andi Narogong Buka “Kotak Pandora” E-KTP

Andi Narogong Buka “Kotak Pandora” E-KTP

KPK memberikan peluang bagi Andi Agustinus alias Andi Narogong untuk menjadi justice collaborator (JC) kasus mega korupsi e-KTP.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!