Nasional
Share this on:

Mudik Tahun Depan, Bisa Lewat Tol Jakarta-Semarang

  • Mudik Tahun Depan, Bisa Lewat Tol Jakarta-Semarang
  • Mudik Tahun Depan, Bisa Lewat Tol Jakarta-Semarang

JAKARTA - Musim mudik 2017 baru saja berakhir. Namun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah bergegas memersiapkan infrastruktur untuk musim mudik 2018.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan infrastruktur mudik 2018 akan mulai dilakukan Agustus mendatang. Basuki menjelaskan, fokus untuk pekerjaan infrastruktur mudik 2018 adalah meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung yang sudah ada, utamanya untuk jalan tol TransJawa.

?Tahun ini kan tolnya darurat. Tahun depan sudah tidak ada lagi tol darurat,? kata Basuki kepada wartawan saat ditemui di komplek Gedung DPR RI, kemarin.

Menurut Basuki, dia memang belum bisa menjanjikan jalan tol tersebut nyambung dari Jakarta hingga ke Surabaya. Namun, dia bisa menjamin bahwa nantinya, Jakarta-Semarang sudah bisa tersambung dengan kondisi tol yang sudah jauh lebih baik.

?Yang sekarang tol darurat, musim mudik nanti badan tolnya sudah ada. Sudah seperti Bawen-Salatiga sekarang. Fisiknya 70-80 persen,? terang menteri 62 tahun itu.

?Untuk Solo-Surabaya pun, kondisinya akan jauh lebih baik. Akhir 2018 nanti sudah tembus (dari Jakarta) sampai Surabaya,? tambahnya.

Ruas tol Bawen-Salatiga, kata Basuki, dalam waktu dekat akan segera resmi beroperasi. Saat musim mudik lalu, kondisi fisik ruas tol tersebut memang sudah mencapai 90 persen. rencananya, ruas tol tersebut akan resmi beroperasi Agustus mendatang. Sementara itu, ruas tol Salatiga-Solo, Basuki belum berani berbicara banyak.

?Baru mulai. Saya belum lihat progress-nya. Saat mudik kemarin kan baru 5 persen. Sekarang ini akan dikejar fisiknya. Tanahnya sudah 90-an persen,? ungkap dia.

Kementerian PUPR tidak hanya fokus pada pembangunan jalan tol. Basuki mengatakan, pihaknya juga akan meningkatkan pelayanan jalan di jalur Lintas Selatan. Terutama di beberapa titik yang kemarin sering terjadi kemacetan. Seperti di underpass Nagreg. Menurutnya, kemacetan itu perlu dicarikan solusi yang tepat. Yakni dengan dibuat jalan alternatif baru.

Basuki menjelaskan, jalan alternatif yang akan dibangun yakni dari Ciawi-Cikijing lalu masuk Jalan Lingkar Jatigede-Sumedang-Bandung sepanjang 30-40 kilometer. Desain jalannya sudah disiapkan. Lelang pun sudah dilakukan.

Menurut Basuki, pekerjaan jalan akan dimulai Agustus mendatang. Targetnya, jalan alternatif tersebut sudah bisa dilewati para pemudik yang melintasi jalur selatan pada musim mudik 2018. ?Ini jangka pendeknya. Jadi jalan tambahan supaya bottle neck di Nagreg bisa kita atasi. Untuk tol ke Tasik itu nanti jangka panjangnya,? ucapnya.

Selain mengatasi kemacetan di jalur Nagreg, Kementerian PUPR juga akan menyiapkan jalur alternatif lain seperti jalur Limbangan-Gentong yang berada di lintas tengah Jawa Barat. Untuk jalur alternatif lain di jalur Krukut, Purwokerto, Patakan, hingga Temanggung juga akan disiapkan.

Sementara itu, pembangunan tol di Jawa Timur juga akan dituntaskan. Dia meyakini tol di Jatim akan memangkas waktu tempuh dan mengurai kemacetan secara signifikan. Sebab, pemudik akan memiliki jalur alternatif di luar jalan provinsi dan nasional.

Sebagai gambaran, tuturnya, tahun ini jalur tol fungsional antara Kertosono hingga Ngawi sudah mampu memecah arus kendaraan yang tadinya hanya melewati pertigaan Mengkreng, Kediri. Biasanya enam jam (macet), tahun ini tinggal setengah jam, terang Basuki.

Kondisi itu diharapkan bisa lebih baik lagi ketika seluruh rusas sudah tersambung menjadi tol. Rencananya, ruas tol dari Ngawi hingga Nganjuk bakal beroperasi paling cepat September mendatang. di saat bersamaan, Kementerian PUPR juga mengebut pengerjaan ruas tol Nganjuk-Kertosono sepanjang 37,39 km yang saat ini progresnya masih 9,7 persen. (and/byu/jun/jpg)


Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Nomor Ponsel Tak Sesuai NIK, Bisa Minta Diblokir

Nomor Ponsel Tak Sesuai NIK, Bisa Minta Diblokir

Kemenkominfo menyerahkan fitur pengecekan nomor induk kependudukan (NIK) kepada masing-masing operator kartu SIM.


Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Siapkan Ramp Chek

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Siapkan Ramp Chek

Selain lebaran, arus lalu lintas yang cukup padat juga terjadi saat Natal dan tahun baru.


Bos Reklamasi Serahkan Berkas-berkas ke KPK

Bos Reklamasi Serahkan Berkas-berkas ke KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti-bukti dalam penyelidikan indikasi rasuah reklamasi Teluk Jakarta.


Divonis Lima Tahun, Miryam pun Dicopot dari DPR

Divonis Lima Tahun, Miryam pun Dicopot dari DPR

Berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam S. Haryani yang sempat dicabut pada persidangan Irman dan Sugiharto 23 Maret lalu.


Perbaikan Jaminan Kesehatan Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Perbaikan Jaminan Kesehatan Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Kalangan pekerja mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki sistem layanan Jaminan sosial kesehatan yang dianggap masih buruk dan banyak salah sasaran.


Tarif Batas Atas-Bawah Taksi Online Segera Diterapkan

Tarif Batas Atas-Bawah Taksi Online Segera Diterapkan

Penerapan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 diakui Kementerian perhubungan tidak akan mudah.


Kelompok Penyekap Izinkan Ibu-Ibu Berbelanja, Negosiasi Masih Mampet

Kelompok Penyekap Izinkan Ibu-Ibu Berbelanja, Negosiasi Masih Mampet

Memasuki hari keempat penyekapan 1.300 orang warga desa Banti, Timika, Papua, TNI dan Polri belum bisa menjalin komunikasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata.


Registrasi Sim Card Bisa Deteksi Data Ganda

Registrasi Sim Card Bisa Deteksi Data Ganda

Program registrasi kartu prabayar dinilai pemerintah berhasil, meski program itu belum tuntas dilaksanakan.


MK Kabulkan Penganut Kepercayaan Tertulis di KTP

MK Kabulkan Penganut Kepercayaan Tertulis di KTP

Perjuangan para penghayat kepercayaan untuk bisa diperlakukan sama dalam data kependudukan menuai hasil.


Jelang Libur Akhir Tahun, Harga Gabah Petani Naik

Jelang Libur Akhir Tahun, Harga Gabah Petani Naik

Menuju akhir tahun 2017, harga beras dan gabah mengalami kenaikan tipis di tingkat hulu atau di tingkat petani.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!