Nasional
Share this on:

Nasib Situs Penyebar Berita Hoax Diputuskan Pekan Kedua Januari

  • Nasib Situs Penyebar Berita Hoax Diputuskan Pekan Kedua Januari
  • Nasib Situs Penyebar Berita Hoax Diputuskan Pekan Kedua Januari

JAKARTA - Upaya membersihkan jagat internet dan media sosial di Indonesia dari informasi bohong (hoax) dan fitnah belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Meski begitu, pemerintah masih yakin upaya pembersihan itu akan membuahkan hasil.

Salah satunya dimulai dari membersihkan situs non pers yang mengklaim sebagai media massa. ’’Kominfo sudah berkomunikasi dengan Dewan Pers soal itu,’’ terang Menkominfo Rudiantara saat dikonfirmasi.

Pihaknya sudah memiliki pandangan yang sama dengan Dewan Pers mengenai kriteria media online yang memang benar-benar lembaga pers. Sebab, tidak semua media online yang ada saat ini merupakan lembaga pers.

Dia menjelaskan, pers tunduk pada ketentuan dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Salah satu syarat sebuah media disebut lembaga pers adalah berbadan hukum.

Selain itu, juga mencantumkan alamat yang jelas beserta nama penanggung jawabnya. Dia memperkirakan, saat ini ada lebih dari 10 ribu situs yang mengklaim sebagai media online.

’’Tetapi, yang mengikuti kaidah Undang-undang Pers hanya sekitar 500. Nah, yang 10 ribu ini mau diapain,’’ lanjutnya.

Untuk saat ini, pembahasan mengenai media tersebut masih terus berlangsung. Diharapkan, pada pekan pertama atau kedua Januari sudah ada keputusan.

Umumnya, media non pers lebih sering bermain di sektor media sosial. Media tersebut membuat sebuah akun di media sosial, kemudian memposting tautan ke situsnya. Sebagian media tersebut dijadikan alat pro untuk memfitnah pihak tertentu.

Yang jelas, pemerintah akan menutup akses netizen Indonesia terhadap situs-situs yang menyebarkan berita hoax. Selama ini, yang paling banyak ditutup aksesnya oleh Kemenkominfo adalah situs porno. Jumlahnya sudah mencapai ratusan ribu.

Bahkan, Rudi mengklaim pihaknya sudah menutup akses terhadap sebuah platform media sosial yang banyak menampilkan video vulgar. ’’Founder-nya sudah ketemu saya, dia minta untuk dibuka lagi,’’ ucap Rudi. Sang pendiri media sosial itu berjanji membuka perusahaan di Indonesia, kemudian menghilangkan konten-konten lama yang vulgar.

Disinggung apakah media online penyebar berita hoax juga akan ditutup oleh pemerintah, Rudi menyatakan tidak tahu. ’’Saya bukan ahli Pers. Yang paling tahu apakah media online ini masuk kategori yang sesuai UU Pers atau tidak itu ya Dewan Pers,’’ ujar Mentreri kelahiran Bogor itu.

Rudi juga mengajak netizen untuk aktif melaporkan situs-situs dengan konten yang melanggar aturan. Di antaranya, menyebarkan kebencian, ajakan kekerasan, hingga terorisme. Ada dua alamat email yang disediakan. Masing-masing aduankonten@bnpt.go.id dan aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Netizen bisa mengusulkan nama dan alamat web radikal untuk diblokir oleh pemerintah. nanti, pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo akan menelusuri apakah benar konten tersebut melanggar UU. Bila terbukti benar, barulah bisa ditindak.

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan bahwa permasalahan informasi yang tidak benar atau hoax itu akan direspon serius kedepan. Untuk itu akan dilakukan penguatan di tiga lembaga Polri, yakni Divhumas, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) serta Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam).

”Peran ketiganya akan dikombinasikan,” ujarnya.

Untuk Divhumas, lanjutnya, akan dibentuk Biro Multimedia yang akan dipimpin seorang jenderal berbintang satu. Tugas dari biro tersebut adalah menetralisir dan mengklarifikasi berita-berita yang muncul. ”Biro ini juga memberikan edukasi pada masyarakat untuk penggunaan medsos,” jelasnya.

Penguatan di Bareskrim dilakukan dengan meningkatkan status Subdit Cyber yang saat ini berada di bawah Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) menjadi direktorat tersendiri. ”Direktorat ini dipimpin seorang jenderal berbintang satu,” ungkapnya.

Tugas direktorat ini untuk melakukan penegakan hukum pada kejahatan cyber. Semua berita hoax yang merugikan itu akan diselidiki direktorat tersebut. ”Semua sedang proses sekarang,” papar mantan Kapolda Papua tersebut.

Untuk Baintelkam, lanjutnya, juga dibentuk Direktur Kontra Intelijen yang menangani medsos. “Tugasnya menangkal propaganda dan melakukan penegakan hukum menjadi partner dari Direktorat Cyber Crime,” jelasnya. (byu/idr/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Broadcast Otak Mengecil karena Radiasi Ponsel, ternyata Hoax

Broadcast Otak Mengecil karena Radiasi Ponsel, ternyata Hoax

Belakangan banyak orang tua sedang risau. Itu karena tersebarnya pesan bahwa radiasi sinyal HP menyebabkan pengecilan otak dan memicu kanker.


Virus di Tablet Parasetamol Sebabkan Bercak Merah Hoax

Virus di Tablet Parasetamol Sebabkan Bercak Merah Hoax

Kabar palsu yang berkaitan dengan dunia kesehatan terus bermunculan di media sosial.


Hati-Hati kalau Ditelepon ISIS, Benar atau Hoax?

Hati-Hati kalau Ditelepon ISIS, Benar atau Hoax?

Baru-baru ini beredar imbauan keamanan yang tertulis bersumber dari Kasiintelkam Polrestabes Semarang.


 Istri Gubernur Bengkulu Kena OTT, KPK Sita Duit Rp1 Miliar

Istri Gubernur Bengkulu Kena OTT, KPK Sita Duit Rp1 Miliar

Untuk kedua kalinya dalam tempo dua minggu terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bengkulu.


Regulasi Lima Hari Sekolah Jangan Bebani Wali Murid

Regulasi Lima Hari Sekolah Jangan Bebani Wali Murid

Jika berjalan sesuai rencana, regulasi sekolah lima hari dalam sepekan akan dirilis Kemendikbud pekan depan.


Puncak Arus Mudik Diprediksi 23 Juni

Puncak Arus Mudik Diprediksi 23 Juni

Puncak arus mudik lebaran 2017 diprediksi pada H-2 pada 23 Juni dan gelombang kedua H-1 atau 24 Juni 2017.


Polusi Tangkap Buzzer Penyebar Ujaran Kebencian

Polusi Tangkap Buzzer Penyebar Ujaran Kebencian

Polri mulai bergerak untuk menangkap buzzer yang memperkeruh suasana dengan ujaran kebencian.


Polisi Yakin Sanggup Tangani, Novel Naik Meja Operasi

Polisi Yakin Sanggup Tangani, Novel Naik Meja Operasi

Akhir pekan ini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan menjalani operasi membran sel.


Tak Cuma Sembako, Sapi Juga Diduga Dibagikan Jelang Coblosan

Tak Cuma Sembako, Sapi Juga Diduga Dibagikan Jelang Coblosan

Satu hari menjelang pencoblosan Pilgub DKI 2017 putaran kedua kemarin, ada aksi bagi-bagi sembako dan sapi di Kepulauan Seribu.


Soal Aliran Dana, Tommy Tak Penuhi Panggilan Polisi

Soal Aliran Dana, Tommy Tak Penuhi Panggilan Polisi

Putra dari mantan Presiden kedua RI, Tommy Soeharto tak memenuhi panggilan penyidik.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!