Nasional
Share this on:

#OTTRecehan Sindir KPK

  • #OTTRecehan Sindir KPK
  • #OTTRecehan Sindir KPK

JAKARTA - Reaksi kontroversial ditunjukan sejumlah jaksa pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kepala Seksi (Kasi) III Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu Parlin Purba. Reaksi dengan tanda pagar (tagar) #OTTRECEHAN diujung tulisannya tersebut dinilai menyindir KPK.

Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Supriyadi Widodo Eddyono mengatakan, meski belum bisa dibuktikan apakah reaksi berupa foto yang beredar melalui media sosial (medsos) itu asli atau bukan, kalimat dengan hashtag #OTTRECEHAN tersebut sangat erat kaitannya dengan upaya KPK menangkap Parlin pada Kamis (8/6).

?Karena bunyinya OTT recehan, bukan korupsi recehan,? ujarnya kepada Jawa Pos (induk radartegal.com), kemarin.

Artinya, kata dia, kalimat tersebut menyindir langkah OTT KPK, bukan perilaku koruptif Parlin yang tertangkap tangan gara-gara menerima suap Rp 10 juta dari pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Amin Anwari dan Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjudo Suhardi.

Sebagai catatan, ada dua kalimat sindiran ber-hashtag #OTTRECEHAN yang beredar viral kemarin. Kedua kalimat itu disampaikan dengan cara dipegang oleh jaksa perempuan dan jaksa pria yang sama-sama berseragam korps adhyaksa dengan simbol pangkat 2 bordir kuning melati didalam kotak bordir kuning (jaksa madya/pembina).

Menurut Supriyadi, munculnya kalimat-kalimat sindiran tersebut bisa dibilang sebagai perlawanan para jaksa terhadap upaya OTT KPK. Bila benar demikian, hal tersebut menunjukan bahwa para jaksa tidak ingin diawasi oleh aparat penegak hukum (apgakum) lain.

?Di kejaksaan sendiri pengawasan internal kurang maksimal. Tidak akan mampu melakukan OTT seperti KPK,? terangnya.

Semestinya, para jaksa tidak perlu membuat tulisan berbau kampanye kontraproduktif seperti itu. Apalagi, kalimat-kalimat yang disampaikan tidak jelas ditujukan untuk siapa. Menurut Supriyadi, para jaksa harusnya mendukung OTT KPK.

?Sebagai jaksa yang baik, mereka harus mendukung OTT itu, bukan malah membuat gambar kampanye yang aneh-aneh,? sindirnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menjelaskan bahwa tanda pagar (tagar) OTT Recehan dalam foto pegawai kejaksaan di media sosial merupakan bentuk kekecewaan terhadap Parlin Purba. ?Bentuk kekecewaan jaksa-jaksa yang tentunya berintegritas, berdedikasi tinggi,? ungkap dia di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

Menurut pria yang akrab dipanggil Prasetyo itu, masih banyak jaksa yang terus bekerja dengan baik meski berada di tengah keterbatasan. Mereka kecewa lantaran ada oknum jaksa yang bertindak melawan aturan.

?Melakukan perbuatan atau penyimpangan,? imbuhnya. Dia pun menegaskwa bahwa kata ?kamu? dalam foto viral tersebut ditujukan kepada oknum jaksa tersebut.

Kejaksaan Agung, sambung Prasetyo, menyerahkan kasus yang menyeret Parlin ke KPK. Dia berjanji tidak akan menghalangi, menutupi, maupun membela jaksa yang mejabat sebagai kepala seksi intel II Kejaksaan Tinggi Bengkulu itu.

?Silakan saja KPK unuk mengembangkan,? ujarnya. ?Tidak ada persoalan bagi kami. Kami sudah melakukan upaya pencegahan dan sebagainya,? tambah dia.

Disisi lain, Ketua KPK Agus Rahardjo menjadikan foto jaksa memegang tulisan #OTTRecehan sebagai bahan introspeksi diri untuk KPK dan kejaksaan. Dia memastikan, hal itu tidak membuat hubungan antarlembaga menjadi renggang.

?Sebagai bahan introspeksi diri lagi bahwa itu (OTT) tidak baik,? ujarnya saat menghadiri undangan buka puasa bersama di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta Selatan. (tyo/syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemberi Gratifikasi Zumi Zola Ditelusuri KPK

Pemberi Gratifikasi Zumi Zola Ditelusuri KPK

Pasca menahan Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola Zulkifli, KPK terus mendalami kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait sejumlah proyek di Jambi.


Sudah Setahun, Kasus Novel Masih Gelap

Sudah Setahun, Kasus Novel Masih Gelap

Kabut misteri masih menyelimuti kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.


Zumi Zola Akhirnya Ditahan KPK

Zumi Zola Akhirnya Ditahan KPK

Setelah dua bulan lebih menyandang status tersangka gratifikasi, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli akhirnya ditahan oleh KPK.


Dirdik KPK Kembali Bikin Friksi

Dirdik KPK Kembali Bikin Friksi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali diterpa masalah internal.


Mantan Kapolres Brebes Jabat Deputi Bidang Penindakan KPK

Mantan Kapolres Brebes Jabat Deputi Bidang Penindakan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal melantik deputi bidang penindakan dan direktur penuntutan hari ini (6/4).


KPK Panggil Ulang Enam Tersangka

KPK Panggil Ulang Enam Tersangka

Pengusutan skandal suap DPRD Kota Malang terus bergulir.


Rumah Emirsyah Satar Disita

Rumah Emirsyah Satar Disita

Upaya KPK menelusuri aliran uang suap yang diterima mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar membuahkan hasil.


Setnov Terancam Dijerat TPPU

Setnov Terancam Dijerat TPPU

Penerapan Undang-Undang (UU) Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Setnov tengah dimatangkan oleh KPK.


”Nyanyian” Setnov Dibantah Oka

”Nyanyian” Setnov Dibantah Oka

Menabrak tiang listrik. Benjolan sebesar bakpao. Menjadi beberapa sandiwara yang menyertai perjalanan Setya Novanto dari buron sampai menjadi terdakwa KPK.


Netralitas KPK terhadap Zumi Zola Disoal

Netralitas KPK terhadap Zumi Zola Disoal

Netralitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!