Nasional
Share this on:

Pembacokan Hermansyah, Polisi Buktikan Tak Ada Keterlibatan Aparat

  • Pembacokan Hermansyah, Polisi Buktikan Tak Ada Keterlibatan Aparat
  • Pembacokan Hermansyah, Polisi Buktikan Tak Ada Keterlibatan Aparat

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (Dok JPNN)

KEBAYORAN BARU - Polisi mematahkan asumsi dari beberapa kelompok yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan polisi dalam kasus Hermanysah. Aparat menciduk dua pelaku yang diduga terlibat dalam kasus penusukan pakar IT dari ITB tersebut, kemarin dini hari.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono menyebutkan bahwa hal tersebut menunjukkan jika bukan aparat yang melakukan. Pelaku berasal dari luar institusi Polri. "Tidak benar jika polisi yang melakukan. Sekarang, kami buktikan dengan menangkap sesungguhnya," paparnya.

Kedua pelaku tersebut beridentitas Edwin Hitipeuw (EH) (38) dan Lauren Paliyama (LP) (31). Keduanya bekerja sebagai debt collector di salah satu leasing. Polisi menciduk keduanya ketika baru pulang dari pelariannya di Bandung. Penangkapan dilakukan di Jalan Dewi Sartika, Depok, Jawa Barat. Saat itu, keduanya semobil.

"Waktu penangkapan, LP bakal menghantarkan EH ke Depok. Rumah EH ada di Depok. Kalau rumah LP ada di Cibubur, Jakarta Timur," ungkap Argo.

Argo melanjutkan, tidak ada perlawanan dari keduanya ketika diamankan. Keduanya mengaku bahwa telah menusuk Hermansyah.

Mantan Kabidhumas Polda Jawa Timur tersebut menyatakan, polisi mengetahui pergerakan keduanya setelah tim penyidik gabungan membuntuti hingga ke Bandung. Setelah melakukan aksi penusukan pada Minggu (11/7), para pelaku kabur ke Bandung. Namun, tidak satu lokasi.

Total ada lima pelaku. Ada tiga pelaku yang masih menjadi buronan polisi. Ketiganya beridentitas Erick, Domamce, dan seorang perempuan yang berinisial KT. Erick dan Domamce adalah rekan dari EH dan LP. EH dan LP berbeda mobil dengan Erick, Domamce, dan KT ketika kejadian berlangsung.

"Seorang perempuan itu pemandu lagu. Dia nggak terlibat hanya di dalam mobil gak keluar. Kalau Erick dan Domamce terlibat. Ketiganya masih kami kejar," tutur Argo.

Mantan Kapolres Nunukan Kaltim tersebut menyinggung mengenai kabar yang menyebutkan jika polisi terlibat dalam penusukan Hermansyah. Dia mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu memberikan informasi yang tidak benar.

“Jika ada muatan unsur fitnah bakal berbahaya,” kata Argo. “Dan, bisa ditempuh lewat jalur hukum juga,” sambungnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy Kurniawan menyatakan, berkas perkara EH dan LP diserahkan dari Polresta Metro Depok kepada Polda Metro. Subdit Jatanras bakal meneruskan pemberkasan kasus tersebut hingga peradilan.

Kedua pelaku dimigrasikan dari Polresta Metro Depok ke Polda, kemarin siang. Berdasar pantauan Jawa Pos, ada lima anggota Jaguar Depok yang mengawal pengiriman pelaku. Dengan standar alat pengamanan diri lengkap, seperti senjata api hingga rompi anti peluruh, tim menggiring kedua pelaku masuk ke Ruang Subdit Jatanras.

Tidak banyak kalimat yang keluar dari bibir kedua pelaku tersebut. Wartawan sempat berbicara dengan LP secara singkat. Dia mengaku menyesal menusuk Hermansyah. Kedua mata LP tampak merah. Bibirnya bergetar saat berbicara. Suaranya lirih.

"Kami tidak mengenal korban. Kami tidak mengenal dia. Kami...," tambah LP sebelum akhirnya masuk ke ruang pemeriksaan.

LP masih bersedia mengeluarkan beberapa kalimat. Berbeda dengan EH. Setelah turun dari mobil Tim Jaguar hingga masuk ke ruang pemeriksaan, EH menunduk. EH tidak mengeluarkan kalimat apa pun.

Hendy menyebutkan, polisi telah mengantongi lokasi untuk tiga pelaku yang belum tertangkap. Ada sekitar 30 personel dikerahkan. Pelaku tidak berada di Jabodetabek. Namun di luar Jabodetabek. "Sekitaran Bandung. Masih kami cek," terang Hendy.

Dia enggan membeberkan secara detail lokasi ketiganya. Dia optimistis bahwa pekan ini petugas bisa menciduk ketiganya. "Tinggal eksekusi saja. Sketsa wajah juga sudah kami dapatkan, lalu disebarkan juga. Sebentar lagi paling," paparnya.

Sebelum pelaku melakukan penusukan, pelaku minum minuman beralkohol di salah satu diskotik di Jakarta Pusat, sambung Hendy. Menurut dia, pelaku dalam pengaruh akohol. Polisi telah mengetes urin pelaku. Dan, ternyata benar.

"Hanya positif alkohol. Narkoba tidak. Si perempuan yang juga masih kami kejar ini diajak dari diskotik tersebut," ungkap Hendy.

Akibat kejadian penusukan tersebut, Hermansyah menderita tiga titik luka tusuk. Diantaranya, yakni, di pelipis, dagu, dan lengan kiri. Hingga kemarin, polisi menjaga ketat ruang perawatan Hermansyah di RSPAD, Jakarta Pusat.

Namun, Hendy menyatakan, kondisi Hermansyah berangsur membaik. Kendati demikian, dokter masih belum memindahkan pakar IT itu ke ruang perawatan sal. "Masih di ICU. Dirawat secara intensif kok," jelasnya.

Selain mencari pelaku lain yang masih buron, polisi juga mencari pisau dan mobil bertipe sedan yang digunakan saat kejadian. Hendy menuturkan, berdasar pengakuan pelaku jika pisau dibuang di dekat TKP. Jaraknya sekitar 20 meter. Kemudian, untuk mobil dilarikan ke Bandung. (sam/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kasus First Travel, Polisi Sita Sejumlah Tas Mewah Anniesa

Kasus First Travel, Polisi Sita Sejumlah Tas Mewah Anniesa

Bareskrim terus berupaya mengumpulkan aset Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang diduga dibeli dengan uang jamaah.


BPJS Tanggung Pelayanan NICU dan PICU

BPJS Tanggung Pelayanan NICU dan PICU

Bagi rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tidak ada alasan untuk menolak pasien.


Penembakan Bima, Polisi Amankan 4 Orang yang Diduga Teroris

Penembakan Bima, Polisi Amankan 4 Orang yang Diduga Teroris

Aksi penembakan diduga dilakukan kelompok teror menyasar dua anggota polisi di Bima, kemarin.


Polisi Yakin Aset First Travel Masih Banyak

Polisi Yakin Aset First Travel Masih Banyak

Polisi yakin masih ada aset lain milik First Travel. Karena itu, penyidik masih berupaya untuk mengendus semua aset.


Tak Ada Kuota Khusus bagi 4.300 Dosen

Tak Ada Kuota Khusus bagi 4.300 Dosen

Penegerian puluhan kampus swasta oleh Kemenristekdikti menyisakan masalah.


Kajian Ilmiah di Pantura Jateng, Cantrang Tak Rusak Terumbu Karang

Kajian Ilmiah di Pantura Jateng, Cantrang Tak Rusak Terumbu Karang

Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) mengirimkan hasil kajian mereka tentang alat tangkap cantrang ke Kantor Staf Presiden (KSP), kemarin (8/9).


Tertangkap tangan KPK, Hakim Nakal Langsung Dipecat

Tertangkap tangan KPK, Hakim Nakal Langsung Dipecat

Ini merupakan peringatan bagi seluruh aparat peradilan di tanah air.


Kasusnya Masih Bergulir, Novel Dilaporkan Lagi ke Polisi

Kasusnya Masih Bergulir, Novel Dilaporkan Lagi ke Polisi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali mendapat ''serangan''.


Nilai Unas Tak Dipakai Lagi untuk PPDB

Nilai Unas Tak Dipakai Lagi untuk PPDB

Kegunaan nilai ujian nasional (unas) terus dipereteli. Di era Mendikbud Anies Baswedan dulu, fungsi nilai unas sebagai bagian penentu kelulusan dihapus.


Selain Wali Kota Tegal, Ada Empat Orang Lain yang Ditangkap KPK

Selain Wali Kota Tegal, Ada Empat Orang Lain yang Ditangkap KPK

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan ada kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) kasus korupsi di Jawa Tengah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!