Nasional
Share this on:

Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan, Sudah Hafalkan Jalan Kabur

  • Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan, Sudah Hafalkan Jalan Kabur
  • Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan, Sudah Hafalkan Jalan Kabur

JAKARTA - Jauh hari sebelum penyiraman air keras kemarin, Novel Baswedan sudah merasa janggal. Dia sempat berbagi cerita kepada tetangga dekat di lingkungan tempat tinggalnya.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu merasa dibuntuti oleh beberapa orang yang tidak dia kenal. Keterangan itu disampaikan oleh Ketua Yayasan Al?Ihsan Abdur Rahim Hasan. Menurut pria yang akrab dipanggil Hasan itu, Novel belum lama curhat kepadanya.

?Dia bilang, dua minggu ini saya merasa dibuntuti,? ujarnya.

Novel enggan menceritakan kegelisahan tersebut kepada banyak orang, karena tidak ingin disebut paranoid. Bagi Hasan insiden kemarin tidak ubahnya jawaban kegelisahan Novel.

?Saya jawab, Pak Novel banyak salawat. Tahu-tahu ada kejadian hari ini,? kata dia.

Pria yang mengantar Novel ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading itu menuturkan, curhat Novel memang bukan tanpa alasan. Beberapa hari belakangan, banyak orang tidak dikenal berkeliaran di sekitar Masjid Al?Ihsan.

Ketika ditanya soal teror terhadap Novel, Hasan sontak menjawab. ?Kami sudah kenyang. Banyak orang asing berkeliaran,? ungkapnya.

Novel memang bukan kali pertama diteror. Selama berperan sebagai penyidik KPK, dia sudah berulang-ulang berhadapan dengan situasi gawat. Namun, insiden kemarin boleh dibilang paling ekstrem.

Selesai salat subuh berjamaah sekitar pukul 05.10 WIB, Novel memilih undur diri. Dia pamit kepada beberapa jamaah yang turut salat berjamaah di Masjid Al?Ihsan.

?Pak Novel keluar dari pintu utama,? ucap Ketua Forum Musyawarah RW 10 Edy Juwono. Namun, tidak lama setelahnya, Novel teriak minta tolong. Semula, jamaah Masjid Al?Ihsan menduga persoalan biasa.

Karena itu, tidak semua jamaah keluar masjid untuk memberi bantuan. Menurut Edy hanya beberapa yang langsung membantu Novel. Salah satu di antaranya adalah Romli. ?Dia yang memapah Pak Novel,? ujarnya.

Sebelum dipapah, alumnus Akpol 1998 itu menabrak pohon nangka di depan rumah blok T nomor 11. Rumah tersebut tidak lain milik Ketua RT 3 RW 10 Wisnu Broto. Dia termasuk salah satu jamaah yang ikut salat subuh bersama Novel.

Berdasar keterangan Wisnu, seluruh jamaah bergegas keluar, setelah Romli berteriak di depan pintu masjid. ?Pak Novel, Pak Novel,? kata Wisnu berusaha menirukan ucapan Romli.

Kondisi Novel saat itu sudah basah oleh air dari bak di tempat wudhu Masjid Al?Ihsan. ?Pak Novel kesakitan. Teriak keras sekali. Sampai semua tetangga bangun,? jelas Wisnu. Meski begitu, Novel tetap sadar. Dia bahkan sempat ingin mengejar pelaku, namun ditahan oleh jamaah yang menolongnya.

?Saya dan Pak Hasan yang bawa ke rumah sakit,? kata dia.

Penyiraman air keras kepada Novel berlangsung sangat cepat. Tidak heran beberapa warga merasa insiden tersebut sudah direncanakan secara matang. Apalagi, beberapa hari belakangan tidak jarang warga melihat orang tidak dikenal.

Sutrisno (55), salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari rumah Novel menyebutkan, pelaku sudah tahu jalan. ?Kabur ke arah jalan yang tidak diportal,? jelasnya.

Meski tidak melihat secara langsung, Sutrisno mendapat informasi bahwa pelaku sudah bolak-balik di sekitar Masjid Al?Ihsan sejak sebelum salat subuh berjamaah mulai. ?Ada yang lihat sekitar jam setengah lima kurang seperempat,? ungka dia.

Namun, demikian identitas keduanya tidak diketahui. Sebab langit masih gelap. ?Yang kelihatan dua-duanya laki-laki,? imbuhnya.

Atas insiden yang menimpa Novel, Lurah Pegangsaan Dua Abdul Buang mengaku kecolongan. ?Kejadian setelah subuh. Beberapa portal sudah dibuka,? ujarnya. Dia berjanji bakal lebih ketat mengawasi wilayahnya. Termasuk di antaranya menggiatkan siskamling. Sehingga kejadian serupa tidak terulang. (syn/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Berkas Dilimpahkan, Sidang Praperadilan Setnov Jalan Terus

Berkas Dilimpahkan, Sidang Praperadilan Setnov Jalan Terus

Hakim tunggal praperadilan Setya Novanto, Kusno, tetap melanjutkan sidang yang diajukan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.


Akhirnya, Berkas Setnov Lengkap Juga

Akhirnya, Berkas Setnov Lengkap Juga

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan sudah merampungkan berkas penyidikan perkara Setya Novanto (Setnov), kemarin.


PNS Harus Netral saat Pilkada

PNS Harus Netral saat Pilkada

Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 tinggal sudah di depan mata.


Berkas Kasus Setnov Sudah 90 Persen

Berkas Kasus Setnov Sudah 90 Persen

Perkara Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) bakal segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.


Polisi Sebar Sketsa Pelaku Penyiram Novel

Polisi Sebar Sketsa Pelaku Penyiram Novel

Langkah polisi tidak hanya berhenti dalam menunjukkan dua sketsa terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.


Polisi Buka Dua Sketsa Terduga Pelaku Penyiraman ke Novel Baswedan

Polisi Buka Dua Sketsa Terduga Pelaku Penyiraman ke Novel Baswedan

Meski lambat, asa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan masih terbuka.


Fitur Cek NIK Sudah Bisa Diakses

Fitur Cek NIK Sudah Bisa Diakses

Fitur pengecekan nomor induk kependudukan (NIK) sudah bisa diakses.


Sudah Sejuta Orang, Guru Honorer Susah Jadi PNS

Sudah Sejuta Orang, Guru Honorer Susah Jadi PNS

Jumlah guru honorer di Indonesia sudah membengkak hingga satu juta lebih. Kabarnya masih banyak yang belum masuk pendataan Kemendikbud.


2019, Indonesia Sudah Terhubung Internet Kecepatan Tinggi

2019, Indonesia Sudah Terhubung Internet Kecepatan Tinggi

Instansi yang belum terhubung internet ternyata masih banyak. Hal tersebut berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.


Pimpinan KPK Dipolisikan, Febri: Statusnya Terlapor

Pimpinan KPK Dipolisikan, Febri: Statusnya Terlapor

Surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap dua pimpinan Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK) sudah diterbitkan kepolisian Selasa lalu (7/11).



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!