Nasional
Share this on:

Presiden Jokowi Ingin Kultur Hukum Dibenahi

  • Presiden Jokowi Ingin Kultur Hukum Dibenahi
  • Presiden Jokowi Ingin Kultur Hukum Dibenahi

JAKARTA - Penetapan Dahlan Iskan sebagai tersangka yang berujung pada penahanan menjadi salah satu topik yang dibicarakan di Istana Merdeka. Hal itu terjadi pada momen pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan para pemimpin redaksi media massa nasional, Senin (31/11) sore.

Dalam pertemuan selama sekitar dua jam itu, beberapa pimpinan media secara tegas menyampaikan tidak jelasnya penegakan hukum di Indonesia. Contohnya, penetapan tersangka dan penahanan terhadap Dahlan Iskan. Kerugian negara belum dihitung, tetapi Dahlan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Sorotan utama ditujukan kepada jaksa agung. ?Jaksa agung itu nggak ada kerjanya. Cuma kalau mau reshuffle aja ramai-ramai soal hukuman mati. Tapi, setelah selesai reshuffle, tidak ada lagi,? ujar Lestyanta R. Bhaskoro dari Koran Tempo.

Presiden Jokowi menyimak dengan saksama apa yang diungkapkan Bhaskoro. Sambil menyimak, sesekali Jokowi mencatatnya di secarik kertas. Menurut Bhaskoro, Dahlan adalah mantan menteri BUMN, tapi diperlakukan seperti itu oleh kejaksaan yang terkesan mencari-cari kesalahan. Dia menegaskan, Kejaksaan Agung perlu direformasi.

?Lembaga lain sudah melakukan reformasi, tapi Kejaksaan Agung belum,? katanya.

Ungkapan Bhaskoro tersebut ditimpali Totok Suryanto dari TVOne yang menyampaikan kegelisahan yang hampir serupa. Apa tanggapan Jokowi? ?Saya setuju bahwa kita harus membenahi aparat hukum. Baik di kejaksaan maupun kepolisian,? ungkapnya.

Jokowi juga menyoroti buruknya kultur hukum di Indonesia. Menurut dia, jika kultur itu belum dibenahi, tidak akan ada perbaikan di lembaga penegak hukum. ?Apakah proses rekrutmennya sudah betul? Apakah proses mutasinya sudah benar ucapnya.

Di tempat lain, Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali menyampaikan simpati atas kasus yang membelit Dahlan Iskan. Dia menilai, kasus yang menimpa Dahlan membuktikan bahwa hukum belum bisa menjadi panglima karena bisa menjadi alat bagi penguasa untuk menjatuhkan siapa pun.

Kasus yang sudah lebih dari 10 tahun dicari-cari, yang di depan mata tidak diusut, ungkap Fadli saat berkunjung ke kantor Jawa Pos (induk radartegal.com) Jakarta, kemarin.

Menurut dia, penahanan Dahlan juga layak dikritik. Sebab, belum ada audit resmi terkait dengan kerugian negara yang dikeluarkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena itu, ketika Dahlan kemudian langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kejaksaan Tinggi Jatim, Fadli menilai kejaksaan sangat tergesa-gesa.

?Itu bentuk kesewenang-wenangan,? tegasnya.

Wakil ketua umum Partai Gerindra itu juga menyebut sosok Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung yang tidak bebas dari masalah. Hal tersebut terkait dengan dugaan keterlibatan Maruli dalam kasus korupsi dana bansos yang menjerat mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

?Saya pikir, itu juga harus diungkap dan dituntaskan secara hukum,? tandasnya. (bay/c5/nw/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Tabrak Gunung, Pesawat Kargo Hancur
Tabrak Gunung, Pesawat Kargo Hancur

Berita Sejenis

Mahfud MD: Mari Doakan Pak Boediono

Mahfud MD: Mari Doakan Pak Boediono

Mantan Ketua MK Mahfud MD tidak yakin Wakil Presiden RI 2009–2014 Boediono benar-benar terlibat dalam kasus korupsi bailout Bank Century pada 2008.


Keppres BPIH Terbit, Pelunasan Dibuka Pekan Depan

Keppres BPIH Terbit, Pelunasan Dibuka Pekan Depan

Setelah ditunggu beberapa hari, Keputusan Presiden (Kappres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler 2018 telah terbit.


Mantan Wapres Boediono Terancam Jadi Tersangka

Mantan Wapres Boediono Terancam Jadi Tersangka

Keterlibatan mantan Wakil Presiden (Wapres) Boediono dalam skandal korupsi Bank Century kembali menyeruak.


Eksodus Tenaga Kerja Asing Sulit Diawasi

Eksodus Tenaga Kerja Asing Sulit Diawasi

Penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) masih menuai penolakan.


Sudah Minta Maaf, Laporan Puisi Sukmawati ke Polisi Bertambah

Sudah Minta Maaf, Laporan Puisi Sukmawati ke Polisi Bertambah

Sambil terisak, putri keempat Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri menyampaikan permintaan maafnya di hadapan publik kemarin.


Polisi Dalami Pengaduan Kasus Sukmawati

Polisi Dalami Pengaduan Kasus Sukmawati

Puisi berjudul Ibu Indonesia yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri, Jumat (30/3) tampaknya bakal bergulir ke proses hukum.


KBRI Pastikan Proses Hukum Kasus Enen Terus Berjalan

KBRI Pastikan Proses Hukum Kasus Enen Terus Berjalan

Seorang WNI bernama Enen Cahyati (48), ditemukan tewas di sebuah kamar di Hometown Suite Hotel, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (28/3).


Hari Ini Presiden Resmikan Tol Ngawi-Wilangan

Hari Ini Presiden Resmikan Tol Ngawi-Wilangan

Presiden Joko Widodo akan meresmikan tol Ngawi-Wilangan siang ini. Tol sepanjang 51,95 km tersebut merupakan bagian dari ruas tol Ngawi-Kertosono.


Gaji Presiden Bakal Tembus Rp500 Juta

Gaji Presiden Bakal Tembus Rp500 Juta

Jika Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Gaji, Tunjangan, dan Fasilitas PNS benar-benar disahkan, maka gaji Presiden RI akan naik drastis.


Sebelum Lebaran, Cawapres Jokowi Sudah Ada

Sebelum Lebaran, Cawapres Jokowi Sudah Ada

Teka-teki terkait calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Joko Widodo nampaknya belum bisa diketahui publik dalam waktu dekat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!