Nasional
Share this on:

Rumdin Bupati Klaten Dikosek KPK, Uang Miliaran Ditaruh di Lemari

  • Rumdin Bupati Klaten Dikosek KPK, Uang Miliaran Ditaruh di Lemari
  • Rumdin Bupati Klaten Dikosek KPK, Uang Miliaran Ditaruh di Lemari

Uang hasil suap pengisian jabatan yang mengalir ke Bupati Klaten Sri Hartini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

JAKARTA - Uang hasil suap pengisian jabatan yang mengalir ke Bupati Klaten Sri Hartini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Hal itu terungkap dari hasil penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (1/1) dan Senin (2/1) di Klaten. KPK menyita uang sebesar Rp3 miliar dari Rp 200 juta dari penggeledahan itu.

Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah menjelaskan, uang Rp3 miliar tersebut merupakan hasil penggeledahan hari pertama di rumah dinas (rumdin) Sri Hartini. Uang itu ditemukan di sebuah lemari di ruangan yang ditempati anak Sri, Andi Purnomo. Sementara itu, uang Rp200 juta disita penyidik KPK saat melakukan penggeledahan di kamar rumdin bupati di hari yang sama.

Penggeledahan itu merupakan tindaklanjut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat (30/12). Sri Hartini tertangkap basah menerima suap Rp2 miliar yang dimasukkan dalam dua kardus. Uang suap itu diterima dari Suramlan, salah seorang PNS di lingkungan pemkab setempat. Ditemukan pula uang USD 100 dari OTT itu. Selain Sri, KPK juga mengamankan tujuh tersangka lain.

Dengan demikian, total uang yang diamankan KPK sampai penggeledahan terakhir terkait kasus dugaan suap pengisian jabatan tersebut mencapai Rp 5,2 miliar dan USD 100. ”Jumlahnya (hasil penggeledahan) lebih besar daripada yang kami temukan saat OTT (operasi tangkap tangkap tangan),” ujarnya.

Febri mengatakan, selain uang miliaran rupiah, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen di rumdin bupati. Dokumen itu digunakan untuk melengkapi bukti-bukti yang saat ini tengah dikumpulkan penyidik.

”Temuan uang juga akan kami dalami bersama dengan dokumen yang kami sita, apakah terkait dengan perkara ini (suap pengisian jabatan, Red),” jelas mantan aktivis ICW ini.

Selama dua hari, KPK juga menggeledah 5 lokasi lain yang berkaitan dengan perkara suap jabatan di lingkungan Pemkab Klaten. Diantaranya, kantor bupati, rumah pribadi Sri Hartini, rumah salah seorang saksi, kantor inspektorat dan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Selain itu, KPK juga meminta keterangan 40 saksi yang memiliki keterkaitan dalam kasus tersebut.

Menurut Febri, semua temuan dan keterangan para saksi di lapangan masih akan didalami. Dengan demikian, KPK belum bisa menentukan apakah ada tersangka lain yang terlibat dalam perkara “dagang” jabatan itu. ”Terutama terkait uang yang kami temukan di kamar anak bupati (Andi Purnomo). Kami akan dalami,” bebernya.

Anak kandung bupati itu juga diketahui sebagai politisi PDIP. ”(Andi Purnomo) diduga terlibat, tapi pemeriksaan masih akan terus berjalan,” ujarnya.

Febri menerangkan, semua pihak dan saksi yang telah diperiksa akan didalami keterlibatannya dalam kasus tersebut. Sayang, Febri tidak memerinci siapa saja saksi yang diperiksa itu. Dia juga tidak menerangkan adanya indikasi pemberi suap lain yang berkaitan dengan kasus pengisian jabatan.

”Masih akan didalami lebih lanjut apakah termasuk memberi atau dimintai uang,” imbuhnya.

Namun, Febri menyebutkan tidak tertutup kemungkinan adanya indikasi itu. Sebab, jumlah uang yang ditemukan cukup besar. ”Indikasi kuat sumber dana tidak berasal dari satu dua orang saja,” tandasnya. (tyo/jpg)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Wow, Uang Korupsi E-KTP Rp6,5 Miliar Dibawa dengan Naik Ojek

Wow, Uang Korupsi E-KTP Rp6,5 Miliar Dibawa dengan Naik Ojek

Bantahan kelompok legislatif atas dugaan keterlibatannya di skandal mega korupsi e-KTP dilawan jaksa KPK di persidangan, kemarin.



Bupati Nganjuk Kebal Hukum, Sekda Ngadu ke KPK

Bupati Nganjuk Kebal Hukum, Sekda Ngadu ke KPK

Sidang kasus korupsi pengadaan kain batik di Pemkab Nganjuk berakhir kemarin (19/1).


“Dagang Jabatan” di Klaten, Staf Kecamatan dan Kepala SD Diperiksa

“Dagang Jabatan” di Klaten, Staf Kecamatan dan Kepala SD Diperiksa

Kecenderungan perilaku koruptif dalam proses pengisian jabatan di daerah semakin menguat.


Polri Kejar Pemilik Akun Penyebar Hoax Uang Rupiah

Polri Kejar Pemilik Akun Penyebar Hoax Uang Rupiah

Bareskrim Polri berupaya mengejar pemilik akun media sosial yang menyebarkan hoax bahwa uang rupiah cetakan baru dicetak di perusahaan swasta.


Suap Pengisian Jabatan Diyakini Tak hanya di Klaten

Suap Pengisian Jabatan Diyakini Tak hanya di Klaten

Potensi suap pengisian jabatan diduga kuat tidak hanya terjadi di Kabupaten Klaten.


Bupati Klaten Diduga Terima Suap Rp2 Miliar

Bupati Klaten Diduga Terima Suap Rp2 Miliar

Bupati Klaten Sri Hartati bakal melewati malam tahun baru di balik jeruji tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Fauzi Akan Ungkap Jaksa Lain Penerima Uang dari Manaf

Fauzi Akan Ungkap Jaksa Lain Penerima Uang dari Manaf

Kasus pemerasan yang dilakukan jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Ahmad Fauzi memasuki babak baru.


Uang Baru Lebih Aman dari Pemalsuan

Uang Baru Lebih Aman dari Pemalsuan

Terhitung Mulai kemarin, masyarakat Indonesia sudah bisa menggunakan pecahan uang tunai emisi terbaru.


Brigjen Teddy Janji Kembalikan Uang Negara

Brigjen Teddy Janji Kembalikan Uang Negara

Menggelapkan uang negara sebesar USD 12 juta Jendral (Brigjen) TNI Teddy Hernayadi harus mendekam di dalam sel seumur hidup.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!