Nasional
Share this on:

Semua Keberatan Ahok Ditolak Jaksa

  • Semua Keberatan Ahok Ditolak Jaksa
  • Semua Keberatan Ahok Ditolak Jaksa

Sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

JAKARTA - Sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara kemarin. Sidang yang mengagendakan pembacaan tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap eksepsi atau nota keberatan dari Gubernur DKI Jakarta nonaktif pada sidang perdana sebelumnya tersebut, padat dengan penolakan JPU.

Ketua tim JPU Ali Mukartono menegaskan penolakannya terhadap seluruh eksepsi yang disampaikan Ahok pada persidangan sebelumnya. Di hadapan majelis hakim dan puluhan masyarakat yang memenuhi ruang sidang kemarin, dia mengatakan bahwa yang disampaikan Ahok tersebut tidak bersifat materiil atas tuduhan yang menjeratnya.

"Sementara dari kuasa hukum, keberatan lebih ditujukan ke syarat formil, tentang seputar pemahaman konsituen berlaku yakni UU nomor 1/PNPS/ 1965 tentang pencegahan penyalahgunaan dan atau penodaan agama,” kata Ali dalam persidangan.

Ali juga menyinggung eksepsi Ahok terkait pernyataannya saat berkampanye di Kepulauan Seribu yang diakui Ahok tidak memiliki niat melecehkan surah Al-Maidah 51, serta beberapa tulisan Ahok di buku Mengubah Indonesia dalam sub bab Berlindung di Balik Ayat Suci.

Bagian tersebut tertulis bahwa Surah Al-Maidah 51 untuk memecah belah rakyat dengan roh kolonialisme. Di dalam penolakannya, Ali menilai buku terbitan tahun 2008 tersebut justru dapat memecah belah masyarakat.

“Pernyataan isi dalam buku yang ditulis Ahok justru menimbulkan perpecahan. Intinya anak bangsa terutama adalah agama Islam. Apakah hak terdakwa tidak suka dengan ayat Alquran dalam hal ini adalah surat Al-Maidah ayat 51 lantaran karena tidak mengimaninya, tetapi jangankan terdakwa, siapapun tidak boleh untuk menyampaikan hal tersebut,” ujar Ali.

Selain itu, jaksa menyinggung pernyataan Ahok yang mengaku bahwa ayat tersebut disampaikan untuk lawan politiknya yang takut bersaing menggunakan program andalan. Ali berpendapat, Ahok merasa paling benar. Menurut Ali, merupakan hak kandidat kepala daerah lainnya untuk menggunakan cara apapun. Syaratnya, cara tersebut harus sesuai perundang-undangan.

“Kalau tidak melanggar perundang-undangan, tidak dapat dipersalahkan. Terdakwa (Ahok) menempatkan seolah tidak ada orang lain yang lebih baik dari terdakwa,” ucap Ali.

Setelah pembacaan tanggapan JPU, majelis hakim akan mempertimbangkan pendapat JPU kemudian mengambil keputusan apakah menerima tanggapan JPU atau sebaliknya. Persidangan tersebut akan dilanjutkan Selasa pekan depan (27/12). (dod/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kurangi Bising Politik, Nonaktifkan Segera Ahok

Kurangi Bising Politik, Nonaktifkan Segera Ahok

Kasus yang membelit Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi bahasan dalam pertemuan PP Pemuda Muhammadiyah dengan Presiden Joko Widodo


Ahok Temui Megawati, Ada Apa Ya?

Ahok Temui Megawati, Ada Apa Ya?

Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok) keluar tergesa-gesa dari kantornya di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin.


Jokowi Ogah Dikaitkan Peradilan Ahok

Jokowi Ogah Dikaitkan Peradilan Ahok

Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara terkait curhatan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.


Sidang Dahlan, Dakwaan Terbantahkan

Sidang Dahlan, Dakwaan Terbantahkan

Sikap jaksa yang memaksakan kasus PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim untuk menjerat Dahlan Iskan semakin jelas terlihat di persidangan.


Dua Penyidik Polri Siap Jadi Saksi Kasus Ahok

Dua Penyidik Polri Siap Jadi Saksi Kasus Ahok

Polri memastikan penyidiknya siap menjadi saksi dalam sidang keenam kasus dugaan penistaan agama yang rencananya digelar Selasa (17/01).


Fauzi Hanya Cokot Abdullah, Jaksa Lain Aman

Fauzi Hanya Cokot Abdullah, Jaksa Lain Aman

Sidang kasus pemerasan dalam penanganan perkara korupsi pelepasan tanah kas desa (TKD) di Kalimook, Sumenep, memasuki babak akhir.


Tak Fokus pada Kasus Pemerasan oleh Fauzi, Hakim Beberapa Kali Tegur Jaksa

Tak Fokus pada Kasus Pemerasan oleh Fauzi, Hakim Beberapa Kali Tegur Jaksa

Keseriusan jaksa penuntut umum (JPU) dalam menyidangkan kasus pemerasan oleh jaksa Ahmad Fauzi pantas dipertanyakan.


Maruli: Moral Fauzi Bejat

Maruli: Moral Fauzi Bejat

Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung terus berusaha agar tidak dikaitkan dengan kasus pemerasan Rp1,5 miliar yang dilakukan jaksa Ahmad Fauzi.


Fauzi Akan Ungkap Jaksa Lain Penerima Uang dari Manaf

Fauzi Akan Ungkap Jaksa Lain Penerima Uang dari Manaf

Kasus pemerasan yang dilakukan jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Ahmad Fauzi memasuki babak baru.


Duh... Ternyata Banyak Jaksa yang Lakukan Korupsi

Duh... Ternyata Banyak Jaksa yang Lakukan Korupsi

Penangkapan terhadap Eko Susilo Hadi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat perhatian dari Kejaksaan Agung (Kejagung).



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!