Nasional
Share this on:

Setelah Novel, Giliran Jaksa KPK Juga Diteror

  • Setelah Novel, Giliran Jaksa KPK Juga Diteror
  • Setelah Novel, Giliran Jaksa KPK Juga Diteror

JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kemarin (12/4) diboyong ke Singapura untuk menjalani perawatan yang lebih intensif. Namun, KPK tidak mau menyebutkan nama rumah sakit rujukan Novel tersebut demi alasan keamanan.

?Kami tidak bisa sebutkan namanya (rumah sakit di Singapura),? ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, kemarin.

Novel sempat didampingi ketua KPK Agus Rahardjo dari Rumah Sakit Jakarta Eye Centre (JEC) Menteng menuju Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang, Banten. Informasi terakhir, sore kemarin Novel sudah menjalani pemeriksaan awal dan diagnosa oleh tim dokter rumah sakit mata terbesar di Singapura tersebut.

?Kalau hasilnya belum tahu,? ujar pegawai KPK yang tidak mau disebut namanya.

Sumber tersebut mengungkapkan, siraman air keras membuat mata kiri Novel mengalami luka cukup serius. Hasil observasi tim medis JEC Menteng, pembuluh kornea mata kiri Novel sempat drop di angka 5 persen. Sebelum diboyong ke Singapura, kondisinya membaik di angka 30 persen.

?Untuk membuatnya (mata Novel) kembali normal dokter menyarankan untuk dibawa ke Singapura,? terangnya.

Sementara itu, teror di lingkungan KPK tidak hanya menyasar penyidik. Salah seorang pegawai komisi antirasuah mengatakan, ancaman juga mengarah ke para jaksa KPK yang menyidangkan kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Teror itu muncul setelah terendusnya seorang oknum anggota DPR yang menyuruh seorang staf memotret para jaksa saat sidang di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Jakarta.

Sebagaimana diketahui, peran jaksa penuntut umum (JPU) KPK dalam pengusutan perkara korupsi juga cukup besar. Misal dalam kasus e-KTP, tidak sedikit jaksa KPK yang ikut andil merumuskan nama-nama besar yang terseret di surat dakwaan e-KTP Irman dan Sugiharto. Mereka juga kerap mencecar para petinggi yang menjadi saksi sidang korupsi dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan.

Dikonfirmasi terkait ancaman itu, Febri membenarkannya. Hal itu masih dibicarakan di kalangan internal. Febri menyatakan, KPK kemarin mulai melakukan revitalisasi susunan protokol. Langkah itu merupakan bagian dari evaluasi yang dilakukan KPK pascaperistiwa penyiraman air keras yang menimpa Novel.

?Kami akan terus evaluasi,? ungkapnya.

Aksi mengecam penyiraman Novel terus berdatangan. Tidak terkecuali para pegawai KPK. Bersama para jurnalis, mereka menggelar orasi dan memunajatkan doa untuk kesembuhan Novel di lobi gedung Merah Putih, Jakarta, tadi malam.

?Pak Novel membisikan kepada saya sebelum berangkat ke Singapura, tolong dijaga semangatnya (pegawai),? kata Nanang Farid Syam, penasihat Wadah Pegawai (WP) KPK. (tyo/jpg)



Berita Sejenis

Prihatin Kasusnya Belum Tuntas, Kiai NU Dukung Novel

Prihatin Kasusnya Belum Tuntas, Kiai NU Dukung Novel

Rasa simpati atas insiden penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terus mengalir.


Enam Bulan Kasus Novel Masih Gelap

Enam Bulan Kasus Novel Masih Gelap

Rasa simpati atas insiden penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih terus disuarakan.


Pemenang Praperadilan Bisa Jadi Tersangka Lagi

Pemenang Praperadilan Bisa Jadi Tersangka Lagi

Angin segar datang untuk KPK jika hendak mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru terhadap Ketua DPR Setya Novanto.


KPK Telusuri Alur Penyiapan Suap

KPK Telusuri Alur Penyiapan Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan Kasus dugaan suap perizinan Transmart Cilegon belum berkembang secara signifikan.


Laporan Terhadap Ketua KPK Bisa Jadi Tak Layak

Laporan Terhadap Ketua KPK Bisa Jadi Tak Layak

Laporan terhadap Ketua KK Agus Rahardjo ternyata dilakukan seseorang bernama Madun Haryadi.


Pansus Angket KPK Kunjungi Kapolri, DPR Harus Diperingatkan

Pansus Angket KPK Kunjungi Kapolri, DPR Harus Diperingatkan

Kontroversi dibalik putusan praperadilan dan penyakit misterius Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mengundang keprihatinan banyak pihak.


Setnov Sudah Sehat?

Setnov Sudah Sehat?

Indikasi Ketua DPR Setya Novanto pura-pura sakit alias malingering untuk menghindari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menguat.


Tak Tersangka Lagi, Setnov Sembuh

Tak Tersangka Lagi, Setnov Sembuh

Pulangnya Setya Novanto dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, setelah menang gugatan praperadilan menuai kontroversi.


Statusnya Bukan Tersangka Lagi, KPK Tetap Larang Setnov ke Luar Negeri

Statusnya Bukan Tersangka Lagi, KPK Tetap Larang Setnov ke Luar Negeri

Posisi Ketua DPR Setya Novanto dalam pusaran kasus korupsi pengadaan e-KTP dipastikan belum aman meski menang dalam praperadilan.


Kembalikan Kepercayaan Publik, KPK Harus Sidik Lagi Setnov

Kembalikan Kepercayaan Publik, KPK Harus Sidik Lagi Setnov

Langkah KPK untuk kembali menjerat Ketua DPR Setya Novanto dalam dugaan korupsi e-KTP tengah dinanti publik saat ini.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!